Entri Populer

Kamis, 20 Juni 2013

jamur

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram merupakan bahan makanan yang memiliki manfaat-manfaat bagi kesehatan. Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah. Jamur tiram juga salah satu bisnis yang menjanjikan. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara budidaya jamur tiram putih? 2. Apa saja manfaat dari tiram putih, baik dari segi kesehatan maupun bisnis? C. Tujuan 1. Mengetahui cara membudidayakan jamur tiram putih 2. Mengetahui manfaat tiram putih, baik dari segi kesehatan maupun bisnis.   BAB II PEMBAHASAN A. Jamur Tiram Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Jamur Tiram hidup pada suhu 22-28˚ dan kelembapan 80-100%. Pada umumnya jamur tiram, Pleurotus ostreatus, mengalami dua tipe perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, yakni secara aseksual maupun seksual. Seperti halnya reproduksi aseksual jamur, reproduksi aseksual basidiomycota secara umum yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium. Sedangkan secara seksual, reproduksinya terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium. Mula-mula basidiospora bergerminasi membentuk suatu masa miselium monokaryotik, yaitu miselium dengan inti haploid. Miseliumterus bertumbuh hingga hifa pada miselium tersebut berfusi dengan hifa lain yang kompatibel sehingga terjadi plasmogami membentuk hifa dikaryotik. Setelah itu apabila kondisi lingkungan memungkinkan (suhu antara 10-20 °C, kelembapan 85-90%, cahaya mencukupi, dan CO2 < 1000 ppm) maka tubuh buah akan terbentuk. Terbentuknya tubuh buah diiringi terjadinya kariogami dan meiosis pada basidium. Nukleus haploid hasil meiosis kemudian bermigrasi menuju tetrad basidiospora pada basidium. Basidium ini terletak pada bilah atau sekat pada tudung jamur dewasa yang jumlahnya banyak (lamela). Dari spora yang terlepas ini akan berkembang menjadi hifa monokarion. Hifa ini akan memanjangkan filamennya dengan membentuk cabang hasil pembentukan dari dua nukleus yang dibatasi oleh septum (satu septum satu nukleus). Kemudian hifa monokarion akan mengumpul membentuk jaringan sambung menyambung berwarna putih yang disebut miselium awal dan akhirnya tumbuh menjadi miselium dewasa (kumpulan hifa dikarion). Dalam tingkatan ini, hifa-hifa mengalami tahapan plasmogami, kariogami, dan meiosis hingga membentuk bakal jamur. Nantinya, jamur dewasa ini dapat langsung dipanen atau dipersiapkan kembali menjadi bibit induk. B. Syarat Pertumbuhan Jamur Tiram Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah. Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam keadaan gelap/tanpa sinar. Pada masa pertumbuhan misellium, jamur tiram sebaiknya ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran 60 - 70 %. Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 - 28 OC dengan kelembaban 60 - 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 - 22 OC. Tingkat keasaman media juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat. bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 - 7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat). Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur. C. Kandungan dan Manfaat Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi (), kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Tabel 1. Kandungan Zat-zat dalam Jamur tiram Putih (Pleurotus ostreatus) per 100 gram Zat Kandungan Kalsium 45% Protein 10,5-30,4 % Lemak 1,7-2,2 % Karbohidrat 56,6 % Thiamin (B1) 0,20 mg Niacin 77,2 mg Kalsium 314 mg Riboflavin (B2) 4,7-4,9 Kalori 100 kj Lemak tak jenuh 72 % Serat 7,4 -24,6 % Vitamin B, C dan D Sumber : wikipedia.com Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian. Protein rata-rata 3.5 – 4 % dari berat basah. Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering. Kandungan proteinnya 10,5-30,4%.Sedangkan beras hanya 7.3%, gandum 13.2%, kedelai 39.1%, dan susu sapi 25.2%. Jamur juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisis, metionin, triptofan, threoinin, Valin, leusin, Isoleusin, Histidin dan Fenilalanin. 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup tinggi. Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%. Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari. Kandungan zat-zat diatas menyebabkan jamur tiram merupakan bahan makanan yang memiliki manfaat-manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah manfaat kesehatan dari jamur tiram : 1. Menurunkan kolesterol. Lemak yang terkandung dalam Jamur tiram 72 persenya adalah lemak tak jenuh, sehingga sangat bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki penyakit jantung lemah. Dipasar produk jamur tiram ini biasa disebut Plovastin yaitu suplemen penurun kolesterol yang dapat menghambat metabolisme kolesterol dalam tubuh. 2. Makanan sehat bagi berbagai penderita penyakit seperti, penyakit lever, diabetes, anemia, antiviral, antikanker dan penderita HIV-AIDS karena mengandung polisakarida Beta-D-glucan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh, 3. Mengandung serat yang tinggi yaitu lignoselulosa sehingga baik untuk pencernaan, berdasarkan penelitian USDA, United States Drugs and Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram.   D. Usaha Budidaya Jamur Tiram Usaha budidaya jamur tiram adalah suatu usaha di bidang agribisnis dengan produk utamanya adalah jamur tiram putih dan baglog jamur yaitu bibit yang telah siap untuk ditanikan. Berikut adalah penjabaran prospek usaha budidaya jamur tiram putih 1. Potensi Pasar (Permintaan, penawaran dan persaingan usaha) Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jenis jamur yang memiliki rasa yang enak, lezat, dan mudah diolah untuk dikonsumsi menjadi bahan makanan sehari-hari. Harganya pun terjangkau bagi konsumen, sehingga mudah untuk dijual baik secara mentah maupun olahan. Kualitas-kualitas yang dimiliki jamur tiram tersebut menjadikan jamur tiram merupakan salah satu produk sayuran yang diminati masyarakat luas. Minat masyarakat yang luas ini membuka permintaan pasar jamur tiram untuk selalu ada tiap harinya, sehingga dibutuhkan pasokan jamur tiram setiap hari pula agar permintaan pasar dapat terpenuhi. Marjin permintaan dan penawaran tersebut merupakan suatu peluang usaha yang menjanjikan dan menguntungkan karena jamur tiram tidak akan kehilangan pasar dan pembeli. Produk jamur tiram mentah juga memiliki alur dagang yang pendek, yaitu dari petani langsung ke pedagang kaki lima yang ada di pasar-pasar tradisional atau langsung dijual di tempat, sehingga petani dapat menikmati marjin keuntungan lebih maksimal.Pasar jamur tiram di dalam negeri saat ini juga telah meluas di daerah Jawa barat, DKI Jakarta dan banten. Sementara itu di Bandung dan sekitarnya permintaan mencapai 2,5 sampai tiga ton per hari. Di bogor sendiri, pendistribusian Jamur tiram dari petani ke pedagang bermuara di pasar kemang, yang dalam sehari sanggup menerima pasokan hingga 1 ton jamur tiram, dengan harga paling rendah Rp. 8000/kg. Di pasar-pasar lainya dengan kapasitas tampung lebih rendah yaitu maksimal 15kg per hari, harga paling rendah Rp. 8.000/kg. Persaingan usaha tidak terlalu kental karena pasar sasaran berlimpah, jika kumbung pemeliharaan berada di dekat rumah penduduk, biasanya penduduk sekitar yang menyukai atau belum menyukai jamur tiram merupakan target pasar yang potensial. Selain jamur tiram mentah, usaha juga dapat menjual baglog buatan sendiri kepada petani lain, karena baglog juga merupakan komoditas yang menguntungkan dan dicari oleh petani-petani pemula yang akan memulai usaha budidaya jamur tiramputih. Apalagi, akhir-akhir ini usaha budidaya jamur tiram putih sedang meledak, membuat munculnya pebisnis-pebisnis pemula yang belum memiliki usaha pembibitan sendiri mencari produsen baglog. Berdasarkan penjabaran diatas, jamur tiram putih merupakan komoditas yang sangata menguntungkan untuk diusahakan, karena potensi pasar yang luas dan permintaanya ada setiap hari, kemudian tidak sulit menjualnya karena banyak pedganag sayuran di pasar yang bersedia untuk menampung produk. 2. Produksi a. Bibit Bibit yang baik, teruji dan unggul merupakan persyaratan yang menentukan keberhasilan budidaya jamur tiram putih. bibit ini harus dibuat secara profesioanl oleh ahlinya. Bibit yang digunakan adalah bibit yang sudah siap tebar. Bibit ini ddapat di dapatkan dari IPB atau Usaha Budidaya Jamur Tiram yang dekat dengan Kumbung yang menjual bibit siap tebar. Harga paling mahal adalah Rp. 10.000/botol, dimana satu botolnya dapat digunakan untuk 50 hingga 100 baglog. b. Bahan Baku Bahan yang digunakan sebagai media dalam usaha budidaya jamur tiram putih terdiri dari serbuk gergaji, bekatul, kapur, serbuk jagung dan gipsum. Plastik, karet gelang, cincin bambu dan koran bekas sebagai pembungkus media. Bahan baku tersebut merupakan bahan yang mudah didapatkan, lebih murah bila di beli dalam jumlah banyak dan langsung ke grosirnya. Berdasarkan keterangan dari petani jamur, diperkirakan biaya pembuatan Baglog per buahnya membutuhkan biaya Rp.1000-1200/baglognya sudah termasuk bibit. Selain bahan-bahan itu, usaha budidaya jamur tiram putih juga membutuhkan sumber air yang tak terbatas sebagai salah satu komponen media tanam dan juga pengatur kelembaban kumbung. Untuk itu listrik dan sumur merupakan faktor penting, yang dapat menjadi sumber air dengan harga lebih murah daripada air pam. c. Proses Produksi 1) Pembuatan Media Tanam Komposisi media tanam terdiri dari serbuk gergaji, bekatul, kapur, serbuk jagung dan gipsum. Serbuk gergaji yang digunakan adalah serbuk kayu yang tidak mengandung banyak kadar minyak seperti kayu pinus. Serbuk gergaji harus terlebih dahulu di ayak sehingga lebih halus dan bersih dari benda asing yang tidak diinginkan. No. Bahan Baku Formulasi (%) 1 Bekatul 46 2 Serbuk gergaji 20 3 Kapur 30 4 Serbuk jagung 2 5 Gipsum 1 Bahan baku dicampur rata menggunakan air secukupnya hingga homogen. Setelah itu bahan baku dimasukan ke dalam plastik berukuran 18x35cm yang ditaruh di pipa pencetak, kemudian dipadatkan dengan cara dipukul-pukul menggunakan botol atau alu. Pemadatan sangat penting, karena jika tidak padat maka penyeebaran miselia pada media kurang merata. Setelah padat, kemudian media ditutup dengan cincin paralon atau bambu, diikat dengan karet dan koran. 2) Sterilisasi Sterilisasi log dilakukan dengan tujuan untuk mematikan semua jasad renik atau bakteri-bakteri yang tidak diinginkan. Alat sterilisasi yang digunakan adalah drum minyak. Baglog-baglog dimasukan dan disusun di dalam drum minyak maksimal satu drum berisi kurang lebih 80, lalu bagian atasnya ditutup menggunakan plastik hitam yang ujungnya di beri lubang kecil sebagai tempat pengeluaran uap panas. Plastik ini harus diikat secara kecang sehingga tidak ada uap yang keluar dari plastik kecuali dari lubang udara. Ikat menggunakan tali berbahan karet seperti potongan ban bekas. Setelah itu baglog dimasak menggunakan gas selama 10 jam. Alat ini memiliki daya tampung lebih banyak dengan lama waktu sterilisasi labih cepat. Alat ini juga dapat menghasilkan baglog yang lebih baik dan mengurangi resiko kontaminasi seperti yang biasa terjadi jika menggunakan drum minyak, karena panas yang dihaslikan merata dan suhu stabil. 3) Inakulasi Setelah disterilisasi, baglog ditiriskan selama satu hari di kumbung penyimpanan tanpa cahaya. Kemudian dilakukan inakulasi yaitu memasukan bibit jamur siap tebar kedalam baglog. Hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan inakulasi adalah kebersihan, baik kebersihan alat maupun kebersihan tenaga kerja yang memasukan bibit tersebut. peralatan yang digunakan adalah sendok, sendok tersebut disterilkan terlebih dahulu dengan cara dibilas menggunakan alkohol 70% dan lampu spirtus. Ruangan yag digunakan untuk proses inakulasi ini adalah ruangan tertutup yang tidak sering dilalui orang dan sebelum digunakan, ruangan harus disterilkan menggunakan alkohol 70%. Orang yang akan melakukan inakulasi juga harus mensterilkan tangan dengan mencucinya menggunakan alkohol dan menggunakan pakaian yang bersih. Cara melakukan inakulasi adalah dengan menyusun baglog ke dalam ruang inakulasi, kemudian satu persatu dimasukan bibit menggunakan sendok, setelah itu cincin dan koran di pasang kembali. 4) Inkubasi Log yang telah di inakulasi kemudian di inkubasi sampai seluruh medianya ditumbuhi miselia secara merata, kira-kira selama 25 hari hari di tempat penyimpanan. Suhu optimal untuk pertumbuhan miselia yaitu sekitar 28-300 C. Selama pertumbuhan bibit, intensitas cahaya harus dikurangi, dan kelembapan serta udara harus diatur. 5) Pemeliharaan Log jamur tiram putih yang dapat di pindahkan adalah yang seluruh permukaanya telah dipenuhi miselium. Log di buka kemudian dikikis tipis ujungnya jika terdapat bagian yang mengeras. Log tersebut disusun di rak. Sekitar 3-7 hari kemudian jamur akan tumbuh, diawali dengan bintik bintik putih. Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen yaitu antara 26-280C. Selama pertumbuhan tubuh buah, kelembaban yang baik adalah 80-100%. Jika kurang dari suhu dan kelembapan tersebut maka baglog akan mengering. Untuk menjaga suhu dan kelembapan dapat dilakukan dengan menyiram lantai dan kumbung, atau pengabutan. Diusahakan air sesedikit mungkin terkena tubuh jamur karena akan menyebabkan jamur busuk dan rusak, yang akan menarik ulat. 6) Pemanenan Yang perlu diperhatikan dalam pemanenan adalah penentuan saat panen, teknik pemanenan dan penanganan pasca panen. Pemanenan dilakukan saat tubuh buah sudah mencapai ukuran yang cukup tetapi belum mekar penuh. Pemanenan dilakukan saat pagi atau sore hari, hal ini dilakukan untuk mempertahankan kesegaran dan mempermudah pemasaran. Pemanenan dilaakukan dengan memotong tubuh buah yang paling dekat media, kemudian mencongkel sisanya, jangan sampai ada bagian jamur yang tersisa di baglog setelah dipanen, termasuk bakal buah yang kecil. Sekali panen, permukaan baglog harus bersih dari bakal jamur. Karena sisa jamur akan membusuk di baglog. Sisa jamur tersebut dapat mengundang hama seperti ulat dan lalat buah. Setelah panen, baglog disiram dengan pengabutan untuk membersihkan kuman dan kotoran dan juga mengembalikan kelembapan baglog. Pascapanen, jamur dibersihkan dengan memotong akar kemudian ditiriskan sebentar diatas koran. Setelah itu dimasukan kedalam plastik bening ukuran 40-60, yang alasnya diberi koran untuk menyerap air. Plastik diikat dan jamur siap di kirim ke pasar. BAB III PENUTUPAN A. Kesimpulan Usaha budidaya jamur tiram adalah suatu usaha di bidang agribisnis dengan produk utamanya adalah jamur tiram putih dan baglog jamur yaitu bibit yang telah siap untuk ditanikan. Prospek usaha budidaya jamur tiram putih yakni: potensi pasar, produksi, dan proses produksi Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda.Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia. Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol.   DAFTAR PUSTAKA Cetakan Baglog Jamur Tiram Sederhana http://www.pasarpetani.com/2012/07/cetakan-baglog-jamur-tiram-sederhana.html Resep Jamur Tiram Crispy http://www.pasarpetani.com/2012/08/resep-jamur-renyah-atau-jamur-crispy.html Memasak Baglog Jamur Tiram Dengan Peralatan Sederhana http://www.pasarpetani.com/2012/08/memasak-baglog-jamur-tiram-dengan.html Hikmah dari Kegagalan dalam Bisnis Jamur Tiram http://www.pasarpetani.com/2012/08/sudut-pandang-kegagalan-dalam-bisnis.html Kumbung dan Rak Jamur Tiram Sederhana http://www.pasarpetani.com/2012/07/kumbung-dan-rak-jamur-tiram-sederhana.html Komposisi Media Tanam Jamur Tiram Putih http://www.pasarpetani.com/2012/07/komposisi-media-tanam-jamur-tiram.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar