Entri Populer

Senin, 07 April 2014

trichosporon beigelii



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan.
Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit dan menyebabkan infeksi.
Dari ribuan species jamur, sekitar 100 species diantaranya diketahui dapat mengakibatkan mikosis (infeksi akibat jamur) pada hewan dan manusia. Mikosis dikelompokkan atas dasar tempat infeksinya pada tubuh manusia, yaitu salah satunya mikosis superficial. Mikosis Superfisial adalah infeksi yang disebakan oleh jamur yang menyerang pada daerah superfisial, yaitu kulit, rambut, kuku. Salah satu infeksi mikosis superfisial yaitu Piedra, piedra Dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu White Piedra disebabkan oleh Trichosporon beigelli dan Black Piedra diakibatkan oleh Piedraia hortae.

1.2. Rumusan Masalah
1.2.1.Apa pengertian dari trichosporon beigelii?

1.2.2 Bagaimana ciri-ciri morfologi dan klasifikasi trichosporon beigelii?

1.2.3. Bagaimana patologi dan gejala klinis?

1.2.4. Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan?

1.3.Tujuan
            1.3.1.Untuk mengetahui pengertian dari trichosporon beigelii
            1.3.2.Untuk mengetahui ciri-ciri morfologi dan klasifikasi trichosporon beigelii
            1.3.3.Untuk mengetahui patologi dan gejala klinis
1.3.4. Untuk mengetahui cara pencegahan dan pengobatan
















BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Ttrichosporon beigelii


Adalah jamur yang menyebabkan piedra putih  yang di tandai dengan benjolan ( nodus ) sepanjang rambut. Organisme yang menyebabkan Piedra putih awalnya bernama Pleurococcus beigelii dan kemudian Trichosporon beigelii. Penyakit ini jarang ditemukan,Piedra hanya menyerang rambut kepala, janggut, dan kumis tanpa memberikan keluhan pada keluhan. Krusta melekat erat sekali pada rambut yang terserang , dan dapat sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Benjolan yang besar mudah dilihat, diraba, dan terasa kasar bila rambut diraba dengan jari-jari. Bila rambut disisir terdengar suara metal (klik).
Benjolan yang disebabkan Trichosporon Beigelii tidak begitu terpisah satu dengan yang lain. Anyaman hifa terlihat mengelilingi rambut sebagai selubung dan padat, tidak berwarna, atau berwarna putih kekuningan. Benjolan lebih mudah dilepas dari rambut dan berwarna kehijau-hijauan yang transparan.


2.2 ciri-ciri morfologi dan klasifikasi trichosporon beigelii

Jamur penyebab piedra putih ini mempunyai hifa yang tidak berwarna, termasuk MONILIACEAE. Secara mikroskopis jamur ini menghasilkan arthrokonidia dan blastoconidia.Benjolan pada piedra putih terlihat lebih memanjang pada rambut dan tidak padat piedra hitam . Benjolan mudah dilepas dari rambut. Tidak terlihat askus dalam massa jamur.

Klasifikasi :
Filum          : Basidiomycota
Subfilum     : Agaricomycotina
Kelas           : Tremellomycetes
Ordor          : Tremellales Tremellales
 Family        : Trichosporonaceae
Genus         : Trichosporon
Spesies        : Trichosporon beigelii



2.3 Patologi dan Gejala klinis
Penyakit ini tidak menimbulkan gejala khusus. Biasanya rambut penderita mudah patah pada saat disisir. Pada rambut kepala, janggut, kumis akan tampak benjolan atau penebalan yang keras. Penebalan ini sukar dilepaskan dari corong rambut tersebut.Umumnya rambut lebih suram,selain itu akan terdengar bunyi seperti kawat apabila rambut disisir. Bunyi ini ditimbulkan karena adanya benjolan-benjolan pada rambut.
Penularan dapat terjadi apabila seseorang mengalami kontak langsung dengan spora. Salah satu caranya adalah melalui sisir yang digunakan oleh penderita. Spora dapat menempel pada sisir tersbut sehingga orang yang menggunakan sisir tersebut dapat tertular.

Diagnosa penyakit piedra
Diagnosis piedra putih ialah dengan memeriksa benjolan yang ada pada rambut. Pada pemeriksaan langsung dengan larutan KOH 10%, tampak anyaman hifa yang padat, tidak berwarna atau berwarna putih kekuningan. Diagnosis ditegakkan atas dasar :
1.    Gejala klinis
Objektif rambut lebih suram, benjolan bila disisir terasa seperti logam kasar.
2.    Laboratorium
  1. Langsung dengan KOH 10-20% dari rambut yang ada benjolan tampak hifa endotrik (dalam rambut pada lapisan kortek) sampai ektotrik (di luar rambut)  yang besar 4-8 mu berwarna tengguli dan ditemukan spora yang besarnya 1-2u.
  2. Kultur rambut dalam media Saboutound tampak koloni mula-mula tumbuh sebagai ragi yang berwarna kilning, kemudian dalam 2-4 hari akan berubah menjadi koloni filamen.




2.4 Cara Pencegahan dan Pengobatan

Cara pencegahan
          Menjaga kebersihan rambut kepala, terutama bagi mereka yang tinggal dalam komunitas   yang padat dalam satu tempat tinggal (rumah, kamar). Seprai dan bantal yang pernahdigunakan sebaiknya dicuci dengan air panas, juga sisir penderita dan sikat dapatdiberikan pedikulisida. Mereka yang tinggal sekamar (atau serumah) dengan penderita sebaiknya diperiksa, atau jika perlu diberikan pengobatan yang sama, walaupun yang terakhir ini masih menjadi perdebatan.

Pengobatan                                                                                    

Pengobatan penyakit ini yaitu dengan memotong rambut yang terkena infeksi atau mencuci daerah dengan rambut yang terkena setiap hari dengan larutan sublimat 1/2000 dalam spiritus dilutus atau shampoo yang mengandung ketokonazol.Terapi yang efektif terhadap Piedra putih termasuk imidazoles, olamine Ciclopirox, selenium sulfide 2%, 6% endapan sulfur dalam petrolatum, larutan chlorhexidine dan zinc pyrithione. Terapi dengan itraconazole oral (obat anti jamur lain) lebih mudah digunakan untuk Piedra putih, yang berdampak pada rambut kulit kepala, dan mungkin lebih baik tidak menggunakan obat oles.








BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.1.1 Pengertian Trichosporan biegelli adalah jamur yang menyebabkan piedra putih  yang di    tandai dengan benjolan ( nodus ) sepanjang rambut. Organisme yang menyebabkan Piedra putih awalnya bernama Pleurococcus beigelii dan kemudian Trichosporon beigelii.
3.1.2 Ciri-ciri morfologi adalah mempunyai hifa yang tidak berwarna,Benjolan pada piedra putih terlihat lebih memanjang pada rambut dan tidak padat, Tidak terlihat askus dalam massa jamur.

3.1.3  Patologi dan gejala klinis adalah Penyakit ini tidak menimbulkan gejala khusus. Biasanya rambut penderita mudah patah pada saat disisir. Pada rambut kepala, janggut, kumis akan tampak benjolan atau penebalan yang keras. Penularan dapat terjadi apabila seseorang mengalami kontak langsung dengan spora. Salah satu caranya adalah melalui sisir yang digunakan oleh penderita.

3.1.4 Cara pencegahan dan pengobatan adalah Menjaga kebersihan rambut kepala, terutama bagi mereka yang tinggal dalam komunitas   yang padat dalam satu tempat tinggal (rumah, kamar). Pengobatan penyakit ini yaitu dengan memotong rambut yang terkena infeksi atau mencuci daerah dengan rambut yang terkena setiap hari dengan larutan sublimat 1/2000 dalam spiritus dilutus atau shampoo yang mengandung ketokonazol.
 3.2.Saran
Untuk mengatasi penyakit karena infeksi jamur hendaknya tidak dengan pengobatan saja. Langkah yang efektif yaitu dengan melakukan tindakan pencegahan. Misalnya dengan mengontrol keadaan lingkungan agar bersih dari agen infeksi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar