Entri Populer
-
KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat me...
-
I. Pengertian Makna Menurut Para Ahli (minimal 3 ahli) dan Letak Kesamaan dan Perbedaannya……?? Pengertian Makna Menurut 3 Ahli Yaitu : a...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fasciola sp merupakan suatu parasit cacing pipih dari kelas Trematoda, filum Platyhelmi...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan manusia semakin hari semakin dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang kompl...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hidup sehat dan memiliki umur yang panjang merupakan impian semua orang . Namun li ng...
-
Penutup tubuh Pada tubuh semua jenis hewan memiliki penutup untuk menahan protoplasma di dalamnya, untuk memberikan perlindungan fisik, dan ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Secara umum pertumbuhan meliputi pertambahan jumlah (pembelahan sel) , pertambahan ukuran (pemb...
-
KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat me...
-
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaring...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ejaan yang disempurnakan atau yang lebih dekenal dengan singkatan EYD adalah ejaan yang...
Kamis, 27 Desember 2012
sejarah prkembangan ilmu pengetahuan
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN
1. Zaman Pra Yunani Kuno (Zaman Purba)
Pada era ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase, yaitu:
a. Zaman Batu Tua
Zaman batu tua disebut juga masa prasejarah.[8] Era ini berlangsung sekitar empat juta tahun SM (sebelum Masehi) sampai 20.000 atau 10.000 tahun SM.[9] Pada zaman ini telah mempunyai beberapa ciri khas, di antaranya adalah menggunakan alat-alat sederhana yang dibuat dari batu dan tulang, mengenal cocok taman dan beternak, dan dalam kehidupan sehari-hari didasari dengan pengamatan primitif menggunakan sistem trial and error (mencoba-coba dan salah) kemudian bisa berkembang menjadi know how.[10] Pada zaman batu tua, yang menjadi tokoh utama disebut-sebut dengan manusia purba. Belum ditemukan secara spesifik data diri mereka, tetapi yang terlihat secara jelas adalah hasil karya mereka. Karya-karya mereka yang fenomenal adalah peralatan yang terbuat dari batu dan tulang.
b. Zaman Batu Muda
Era ini berlangsung tahun 10.000 SM sampai 2.000 SM atau abad 100 sampai 20 SM. Di zaman ini telah berkembang kemampuan-kemampuan yang sangat signifikan. Kemampuan itu berupa tulisan (dengan gambar dan symbol), kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku kata tertentu), dan kemampuan menghitung. Dalam zaman ini juga berkembang masalah perbintangan, matematika, dan hukum. Pada zaman batu muda sudah ada kerajaan-kerajaan besar yang ikut andil dalam mengukir sejarah. Kerajaan itu adalah Mesir, Babylon, Sumeria, Niniveh, India , dan Cina. Karya-karya yang didapat dari zaman ini berupa batu Rosetta (Hieroglip), segitiga dengan unit 3, 4, 5 (segitiga siku-siku), nilai logam sebagai nilai tukar, perundangan yang ditulis, lukisan di dinding gua, tulisan Kanji (Pistographic Writing), dan zodiac.[11]
c. Zaman Logam.
Zaman ini berlangsung dari abad 20 SM sampai abad 6 SM. Pada zaman ini pemakaian logam sebagai peralatan sehari-hari, bahkan sebagai perhiasan, peralatan masak, atau bahkan peralatan perang. Pada zaman Logam didominasi oleh kerajaan Mesir. Tetapi kerajaan Cina dan Sumeria juga masih mempunyai peran. Pada masa ini karya-karya yang ada berupa didominasi dengan alat-alat yang terbuat dari besi dan perunggu. Seni membuat patung juga menjadi karya fenomenal pada masanya, bahkan sampai saat ini. Contohnya adalah karya-karya dari Mesir, seperti patung istri raja Fir’aun (Neferitti).[12]
Menurut Soetriono dan SDRm Rita Hanafie, masa sejarah dimulai kurang lebih 15.000 sampai 600 tahun Sebelum Masehi. Pada masa ini pengetahuan manusia berkembang lebih maju. Mereka telah mengenal membaca, menulis, dan berhitung. Kebudayaan mereka pun mulai berkembang di berbagai tempat tertentu, yaitu Mesir di Afrika, Sumeria, Babilonia, Niniveh, dan Tiongkok di Asia, Maya dan Inca di Amerika Tengah. Mereka sudah bisa menghitung dan mengenal angka.[13]
2. Zaman Yunani Kuno
Menurut Bertrand Russel, diantara semua sejarah, tak ada yang begitu mencengangkan atau begitu sulit diterangkan selain lahirnya peradaban di Yunani secara mendadak. Memang banyak unsur peradaban yang telah ada ribuan tahun di Mesir dan Mesopotamia. Namun unsur-unsur tertentu belum utuh sampai kemudian bangsa Yunanilah yang menyempurnakannya.[14] Zaman ini berlangsung dari abad 6 SM sampai dengan sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap an inquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis), dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima segitu saja). Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Yunani mencapai puncak kejayaannya atau zaman keemasannya.[15]
Pada zaman ini banyak bermunculan ilmuwan terkemuka. Ada beberapa nama yang popular pada masa ini, yaitu :
a. Thales (624-545 SM) dari Miletus.
Kurang lebih enam ratus tahun sebelum Yesus terlahir, muncullah sosok pertama dari tridente Miletus yaitu Thales yang menggebrak cara berfikir mitologis masyarakat Yunani dalam menjelaskan segala sesuatu. Sebagai Saudagar-Filosof, Thales amat gemar melakukan muhibah. Ia bahkan pernah melakukan lawatan ke Mesir. Thales adalah filsuf pertama sebelum masa Socrates. Menurutnya zat utama yang menjadi dasar segala materi adalah air. Pada masanya, ia menjadi filsuf yang mempertanyakan isi dasar alam.[16]
b. Pythagoras (580 SM–500 SM)
Pythagoras lahir di Samos (daerah Ioni), tetapi kemudian berada di Kroton (Italia Selatan).[17] Ia adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya. Dikenal sebagai “Bapak Bilangan”, dan salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan ini secara matematis. Selain itu, Pythagoras berhasil membuat lembaga pendidikan yang disebut Pythagoras Society. Selain itu, dalam ilmu ukur dan aritmatika ia berhasil menyumbang teori tentang bilangan, pembentukan benda, dan menemukan hubungan antara nada dengan panjang dawai.
c. Socrates (469 SM-399 SM)
Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles. sumbangsih Socrates yang terpenting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya, yang dikenal sebagai metode elenchos, yang banyak diterapkan untuk menguji konsep moral yang pokok. Karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral, dan juga filsafat secara umum.[18]
d. Plato (427 SM-347 SM)
Ia adalah murid Socrates dan guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (Politeia) di mana ia menguraikan garis besar pandangannya pada keadaan “ideal”. Selain itu, ia juga menulis ‘Hukum’ dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Sumbangsih Plato yang terpenting tentu saja adalah ilmunya mengenai ide. Dunia fana ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Di dunia ideal semuanya sangat sempurna.
e. Aristoteles (384 SM- 322 SM)
Aristoteles adalah seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia memberikan kontribusi di bidang Metafisika, Fisika, Etika, Politik, Ilmu Kedokteran, dan Ilmu Alam. Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Sementara itu, di bidang politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan monarki. Dari kontribusinya, yang paling penting adalah masalah logika dan Teologi (Metefisika). Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking). Logika yang digunakan untuk menjelaskan cara menarik kesimpulan yang dikemukakan oleh Aristoteles didasarkan pada susunan pikir (syllogisme).
Selain nama-nama diatas, masih ada filosof-filosof seperti Anaximander (610 SM-546 SM) dengan diktum falsafinya bahwa permulaan yang pertama, tidaklah bisa ditentukan (Apeiron), karena tidaklah memiliki sifat-sifat zat yang ada sekarang. Anaximenes yang hidup pada abad ke 6 SM., masih satu generasi dengan Anaximander, ia berpendapat bahwa zat yang awal ada adalah udara. Ia menganggap bahwa semuanya di alam semesta dirasuki dengan udara. Demokreitos (460-370 SM), ia mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi, sehingga ia dikenal sebagai “Bapak Atom Pertama”. Empedokles (484-424 SM) adalah seorang filsuf Yunani berpendapat bahwa materi terdiri atas empat unsur dasar yang ia sebut sebagai akar, yaitu air, tanah, udara, dan api. Selain itu, ia menambahkan satu unsur lagi yang ia sebut cinta (philia). Hal ini dilakukannya untuk menerangkan adanya keterikatan dari satu unsur ke unsur lainnya. Empedokles juga dikenal sebagai peletak dasar ilmu-ilmu fisika dan biologi pada abad 4 dan 3 SM. Dan juga Archimedes, (sekitar 287 SM-212 SM) ia adalah seorang ahli matematika, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Archimedes, dianggap sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa, hal ini didasarkan pada temuannya berupa prinsip matematis tuas, sistem katrol (yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja), dan ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit. Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai (phi) lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya. Dari karya-karyanya yang bersifat eksperimental, ia kemudian dijuluki sebagai, “Bapak IPA Eksperimental”.[19]
3. Zaman Pertengahan
Zaman ini masih berhubungan dengan zaman sebelumnya. Karena awal mula zaman ini pada abad 6 M sampai sekitar abad 14 M. Zaman ini disebut dengan zaman kegelapan (The Dark Ages). Zaman ini ditandai dengan tampilnya pada Theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Sehingga para ilmuwan yang ada pada zaman ini hampir semua adalah para Theolog. Begitu pula dengan aktifitas keilmuan yang mereka lakukan harus berdasar atau mendukung kepada agama. Ataupun dengan kata lain aktivitas ilmiah terkait erat dengan aktivitas keagamaan. Pada zaman ini filsafat sering dikenal dengan sebagai Anchilla Theologiae (Pengabdi Agama).[20] Selain itu, yang menjadi ciri khas pada masa ini adalah dipakainya karya-karya Aristoteles dan Kitab Suci sebagai pegangan.
Ketika Bangsa Eropa mangalami masa kegelapan, kebangkitan justru menjadi milik Islam. Hal ini dimulai dari munculnya Nabi Muhammad SAW pada abad ke-6 M, perluasan wilayah, pembinaan hukum serta penerjemahan filsafat Yunani, dan kemajuan ilmu pengetahuan Islam pada abad ke-7 M sampai abad ke-12 M. Pada masa ini Islam mandapatkan masa keemasannya (Golden Age).
Selain itu, pada abad ini terjadi perkembangan kebudayaan di Asia Selatan dan Timur, seperti Ajaran Lao Tse (menjaga keharmonisan dengan alam) dan Confucius (konsep kode etik luhur mangatur akal sehat). Pada masa kegelapan ini ilmu pengetahuan di Eropa tidak berkembang. Karya ilmuwan yang masih menjadi pegangan hanya karya Aristoteles. Pada abad 12 M, yang diklaim sebagai awal mula zaman Renaissance telah muncul beberapa nama yang mempelopori di bidang ilmu dan eksperimen, yaitu:
a) Roger Bacon (1214 M - 1294 M), juga dikenal dengan sebutan Doctor Mirabilis (guru yang sangat mengagumkan). Ia adalah seorang filsuf Inggris yang meletakkan penekanan pada empirisme, dan dikenal sebagai salah seorang pendukung awal metode ilmiah modern di dunia Barat. Teorinya menyatakan bahwa apa yang menjadi landasan awal dan ujian akhir dari semua ilmu pengetahuan adalah pengalaman, dan syarat mutlak untuk mengolah pengetahuan adalah dengan matematika. Sehingga ia dikenal sebagai pelopor empirisme
b) Thomas Aquinas (1225 M -1274 M) adalah seorang filsuf dan ahli teologi ternama dari Italia. Ia terutama menjadi terkenal karena dapat membuat sintesis dari filsafat Aristoteles dan ajaran Gereja Kristen. Sintesisnya ini termuat dalam karya utamanya: Summa Theologiae (Ikhtisar Teologi). Selain itu, karya Theologis Thomas yang sangat terkenal adalah “Summa Contra Gentiles (Ikhtisar Melawan Orang-Orang Kafir)”
c) Gerard van Cremona (1114 M -1187 M), adalah seorang penerjemah Arab karya ilmiah. Dia adalah salah satu orang paling penting di Toledo. Ia menerjemahkan sekitar 70 bahasa Arab dan karya-karya klasik Yunani ke dalam bahasa Latin termasuk karya Euclidius, Al-Farabi, Al-Farghani dan karya-karya lain.
d) Giovanni Boccaccio (1313 M - 1375 M) adalah seorang Italia penulis dan penyair. Karya yang dihasilkan dalam periode ini meliputi Filostrato dan Teseida, Filocolo, sebuah versi prosa yang ada roman Prancis, dan La Caccia di Diana, sebuah puisi dalam daftar sajak oktaf neapolitan perempuan. Boccaccio terus bekerja, memproduksi Comedia delle ninfe fiorentine (juga dikenal sebagai Ameto) campuran prosa dan puisi, tahun 1341, menyelesaikan lima puluh canto puisi alegoris Amorosa visione di 1342 M, dan Fiammetta di 1343 M. Salah satu karya terakhirnya di Italia, satu-satunya karya penting lainnya adalah Corbacci.[21]
Sepanjang Eropa mengalami masa kegelapan, di sebelah selatan Laut Tengah berkembang kerajaan bangsa Arab yang dipengaruhi dengan Islam. Dengan berkembangnya pengaruh Islam, maka semakin banyak pula tokoh-tokoh ilmuwan Islam yang berperan dalam perkembangan Ilmu. Dengan berkembanganya pengaruh islam, maka semakin banyak pula tokoh-tokoh ilmuwan yang berperan dalam perkembangan ilmu. Mereka adalah sebagai berikut :
a. Al-Kindi (801 M-873 M), bisa dikatakan merupakan filsuf pertama yang lahir dari kalangan islam. Al-kindi menuliskan banyak karya dalam bidabg goemetri, astronomi, aritmatika, musik (yang dibangunya dari berbagai prinsip aritmatis), fisika, medis, psikologi, meteorology, dan politik.
b. Al-Farābi (870 M-950 M) adalah seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di dunia islam. Kontribusinya terletak di berbagai bidang matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al-farabi telah membuat berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, kitab al-Musiqa. Selain itu, karyanya yang paling terkenal adalah al-Madīnah al-Fadhīlah (kota atau Negara utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara razim yang paling baik menurut pemahaman dengan hukum Ilāhian Islam.
c. Al-Khawārizmi (780 M-850 M), hasil pemikiran berdampak besar pada matematika, yang terangkum dalam buku pertamanyanya, al-Jabar, selain itu karyanya adalah al-Kitāb al-Mukhtasar fi Hisab Al-jabr Wa’al-Muqalaba (buku rangkuman untuk kulturasi dengan melengkapkan dan menyeimbangkan), kitab surat al-Ardh (Pemandanganan Bumi). Karyanya tersebut sampai sekarang masih tersimpan di Strassberg, Jerman.
d. Ibnu Sina (980 M-1037 M) di kenal sebagai Avicenna di dunia barat. Ia adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter. Bagi banyak orang beliau adalah bapak pengobatan modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
e. Al-Ghazāli (1058 M-111 M) adalah seorang filsuf dan theolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat. Karya beliau berupa kitab-kitab, antara lain kitab al-Munqidih min Adh-Dalāl, al-Risālah al-Quadsiyyah, dan Mizan al-Amāl.
f. Ibnu Rusyd (1226 M – 1198 M), yang bahasa latin di sebut dengan Averroes, dan dia adalah filsuf dari spanyol (Andalusia). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fiqih dalam bentuk karangan, ulasan, essai, dan resume. Menurut Betrand Russell, Ibn Rushd lebih terkenal dalam filsafat Kristen daripada filsafat Islam. Dalam filsafat Islam dia sudah berakhir, dalam filsafat Kristen dia baru lahir. Pengaruhnya di Eropa sangat besar, bukan hanya terhadap para skolastik, tetapi juga pada sebagian besar pemikir-pemikir bebas non-profesional, yang menentang keabadian dan disebut Averroists. Di Kalangan filosof profesional, para pengagumnya pertama-tama adalah dari kalangan Franciscan dan di Universitas Paris. Rasionalisme Ibn Rushd inilah yang mengilhami orang Barat pada abad pertengahan dan mulai membangun kembali peradaban mereka yang sudah terpuruk berabad-abad lamanya yang terwujud dengan lahirnya zaman pencerahan atau renaisans.[22]
g. Ibnu Khaldun (1332 M-1406 M), adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekunomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah (pendahuluan).
h. Jabir Ibnu Hayyan atau Gebert (721 M-815 M), dia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari dan mengembangkan ilmu kimia.
i. Al-Razi (856 M-925 M), yang dikenal dengan nama Razes. Seorang dokter klinis ynag terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan suatu penelitian al-Kimi atau lebih dikenal dengan sebutan ilmu kimia. Beliau mengarang Ensiklopedia ilmu kedokteran yang berjudul Contenens.
j. Ibnu Haitam dikenal dalam kalangan cerdik pandai di barat, dengan nama Alhazen, Dia adalah seorang ilmuwan islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya dan telah memberiakn ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop dan teleskop.
k. Al–Battāni (850 M-929 M), memberikan kontribusi untuk astronomi dan matematika. Dalam astronomi, al–Battāni juga meningkatkan ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi.[23]
Selain dari daftar nama ilmuwan di atas, masih banyak lagi ilmuwan muslim yang lain. Dalam bidang fiqih ada Imam Hanāfi (699M-767 M), Imam Mālik (712 M-798 M), Imam Syafi’i (767 M-820 M) dan Imam Hanbali (780 M-855 M) yang besar dengan kitab masing-masing. Sementara dalam bidang sosial, terdapat nama Yaqut bin Abdullah al-Hamāwi (1179 M-1229 M) yang mengarang kitab Mu’jam al-Buldan (Kamus Negara). Ibnu Yunis, yang menggabungkan do¬kumen-dokumen penelitian yang dibuat 200 tahun sebelumnya dan menyiapkan¬nya untuk tabel astronomi Hakimite. Umar al-Khayyām, yang dikenal dengan karya kalender Jalali-nya yang sempurna dan dipakai di Persia un¬tuk penanggalan. Cendekiawan seperti Will Durant dan Fielding H. Garrison, kimiawan Muslim dianggap sebagai pendiri kimia. Abu Rayhan al-Biruni sebagai perintis indologi, geodesi dan antropologi.
Sebagian bangsa di Asia juga mulai memperlihatkan perkembangan ilmu mereka. Dari Cina ada salah satu contoh terbaik akan Shen Kuo (1031 M - 1095 M), seorang ilmuwan dan negarawan yang pertama kali menggambarkan magnet-jarum kompas yang digunakan untuk navigasi, menemukan konsep utara sejati, perbaikan desain astronomi Gnomon, armillary bola, penglihatan tabung, dan clepsydra, dan menggambarkan penggunaan drydocks untuk memperbaiki perahu. Selain itu, Shen Kuo juga menyusun teori pembentukan tanah, atau geomorfologi. Ada juga Su Song (1020 M - 1101 M) juga seorang astronom yang menciptakan langit bintang atlas peta, menulis sebuah risalah farmasi dengan subyek terkait botani, zoologi, mineralogi, dan metalurgi, dan telah mendirikan besar astronomi clocktower di Kaifeng pada tahun 1088.[24]
4. Zaman Renaissance
Zaman ini berlangsung pada awal abad 14 M sampai dengan abad 17 M. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran-ajaran agama.
Tokoh-tokoh ilmuwan yang berpengaruh di masa ini ialah sebagai berikut :
a. Nicolaus Capernicus (1473 M-1543 M), adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekunom yang berkembangsaan Polandia. Ia mengembangkan Teori Heliosentris (Tata Surya berpusat di matahari).
b. Galileo Galilei (1564 M-1642 M), adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop (dengan 32 x pembesaran) dan berbagai observasi astronomi. Dia adalah orang pertama yang melukiskan tata surya seperti yang kita kenal sekarang.
c. Tycho Brahe (1546 M-1601 M), adalah seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai astronom/astrolog dan alkimiawan. Tycho adalh astronom pengamat paling menonjol di zaman pra –teleskop. Akurasi pengamatannya pada posisi bintang dan planet tak tertandingi pada masa itu.
d. Johannes Kepler (1571 M-1630 M), adalah astronom jerman, Matematikawan dan astrolog. Ia paling di kenal melalui hukum gerakan planetnya. Kepler juga ahli optic dan astronomi. Penjelasannya tentang pembiasan cahaya tertuang dalam buku Supplement To Witelo, Expounding The Optical Part Of Astronomy. Ia orang pertama yang menjelaskan cara kerja mata.
e. Fancies Bacon (1561 M-1626 M), adalah seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris. Karya-karyanya antar lain membangun dan mempopulerkan motodologi induksi untuk penelitian ilmiah, sering kali disebut metode Baconian.[25]
5. Zaman modern
Zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah.[26] Menurut Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453.[27]
Zaman ini sudah dimulai sejak abad 14 M. zaman ini juga dikenal sebagai masa rasionalisme yang tumbuh di zaman modern karena munculnya berbagai penemuan ilmu pengetahuan. Tokoh yang menjadi pioner pada masa ini adalah Rene Decrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan JJ. Thompson. Keterangan lebih lengkap sebagai berikut :
a. Isaac Newton (1643 M-1727 M ), adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan theolog. Dia di katakana sebagai “Bapak ilmu fisika klasik”. Karyanya yang berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica menjabarkan tentang hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad ini.
b. Rene Descartes (1596 M-1650 M), ia di kenal sebagai Renatus Cartesius, adalah seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Descartes kadang di panggil “Penemu filsafat Modern” dan “Bapak matematika modern”. Pemikirannya yang menggunakan revolusi adalah semuanya tida ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang berfikir.
c. Charles Robert Darwin 1809 M-1882 M) adalah seorang naturalis yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common Descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teorinya yang paling menggemparkan adalah “Nenenk moyang manusia adalah kera”.
d. Joseph John Thompson (1856 M-1940 M) adalah seorang ilmuan dengan penelitiannya yang membuahkan penemuan Elektron. Thompson mengungkapkan bahwa gas mampu mengantarkan listrik. Ia menjadi seorang perintis ilmu fisika nuklir. Dia juga menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis atom dan sinar molekul yang berbeda dengan menggunakan sinar positif.[28]
Selain pioneer di atas masih banyak ilmuwan lain yang memegang peran dalam perkembangan ilmu. Diantaranya seperti Michael Faraday (1791 M -1867 M) yang mendapat julukan “Bapak Listrik“, karena berkat usahanya listrik menjadi teknologi yang banyak gunanya, dan Blaise Pascal (1623 M-1662 M) adalah seorang ahli matematika, fisika, dan agama filsuf. Karyanya berupa kontribusi penting pada pembangunan mekanis kalkulator. Kemudian dari perkembangan ilmu sosial, muncul nama Auguste Comte (1798 M-1857 M). Menurut Thoyibi, ia adalah tokoh yang mengusung “Filsafat Positivisme” dengan karyanya Cours De Philosophie Positive (Uraian tentang filsafat positivisme). Istilah dari “positif” ini sebagai sesuatu yang nyata, tepat, pasti, dan memberi manfaat.[29]
6. Zaman Kontemporer
Zaman ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Zaman ini ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu yang semakin tajam dan mendalam. Pada zaman ini bidang fisika menempati kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Hal ini disebabkan karena fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.
Sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi di abad 21 merupakan hasil penemuan mutakhir di abad 20. Pada zaman ini, ilmuwan yang menonjol dan banyak dibicarakan adalah fisikawan. Bidang fisika menjadi titik pusat perkembangan ilmu pada masa ini. Fisikawan yang paling terkenal pada abad ke-20 adalah Albert Einstein.[30] Ia lahir pada tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal pada tanggal 18 April 1955 (umur 76 tahun). Alberth Einstein adalah seorang ilmuwan fisika. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Karyanya yang lain berupa gerak Brownian, efek fotolistrik, dan rumus Einstein yang paling dikenal adalah E=mc². Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama “On the Motion-Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat-of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid“, mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Pada zaman ini juga melihat integrasi fisika dan kimia, pada zaman ini disebut dengan “Sains Besar”. Linus Pauling (1953) mengarang sebuah buku yang berjudul The Nature of Chemical Bond menggunakan prinsip-prinsip mekanika kuantum. Kemudian, karya Pauling memuncak dalam pemodelan fisik DNA, “rahasia kehidupan”. Pada tahun ini juga James D. Watson, Francis Crick dan Rosalind Franklin menjelaskan struktur dasar DNA, bahan genetik untuk mengungkapkan kehidupan dalam segala bentuknya. Hal ini memicu rekayasa genetika yang dimulai tahun 1990 untuk memetakan seluruh manusia genom (dalam Human Genome Project) dan telah disebut-sebut sebagai berpotensi memiliki manfaat medis yang besar.
Pada tahun yang sama, percobaan Miller-Urey dibuktikan dalam sebuah simulasi proses primordial, yang merupakan unsur dasar protein, sederhana asam amino, bisa dibangun sendiri dari molekul sederhana. Pada tahun 1925, Werner Heisenberg dan Erwin Schrödinger memformulasikan mekanika kuantum, yang menjelaskan teori kuantum sebelumnya. Kemudian ada juga pengamatan oleh Edwin Hubble pada tahun 1929 bahwa kecepatan di mana galaksi surut berkorelasi positif dengan jarak, mengarah pada pemahaman bahwa alam semesta mengembang, dan perumusan teori Big Bang oleh Georges Lemaitre. Pengembangan bom atom di era “Sains Besar” selanjutnya terjadi selama Perang Dunia II, yang mengarah ke aplikasi praktis dari radar dan pengembangan dan penggunaan bom atom. Meskipun proses itu dimulai dengan penemuan siklotron oleh Ernest O. Lawrence di tahun 1930-an. Di bidang Geologi yang paling fenomenal adalah teori “pergeseran benua” oleh Alfred Wegener. Teori “Lempeng Tektonik” itu sudah digagas pada tahun 1910-an, data dikumpulkan pada 1950 sampai 1960-an, kemudian diakui dan digunakan pada tahun 1970.
Selain kimia dan fisika, teknologi komunikasi dan informasi berkembang pesat pada zaman ini. Sebut saja beberapa penemuan yang dilansir oleh nusantaranews.wordpress.com sebagai penemuan yang merubah warna dunia, yaitu: Listrik, Elektronika (transistor dan IC), Robotika (mesin produksi dan mesin pertanian), TV dan Radio, Teknologi Nuklir, Mesin Transportasi, Komputer, Internet, Pesawat Terbang, Telepon dan Seluler, Rekayasa Pertanian dan DNA, Perminyakan, Teknologi Luar Angkasa, AC dan Kulkas, Rekayasa Material, Teknologi Kesehatan (laser, IR, USG), Fiber Optic, dan Fotografi (kamera, video). Kini, penemuan terbaru di bidang Teknologi telah muncul kembali. sumber lain telah memberitakan penemuan “Memristor”. Ini merupakan penemuan Leon Chua, profesor teknik elektro dan ilmu komputer di University of California Berkeley. Keberhasilan itu menghidupkan kembali mimpi untuk bisa mengembangkan sistem-sistem elektronik dengan efisiensi energi yang jauh lebih tinggi daripada saat ini. Caranya, memori yang bisa mempertahankan informasi bahkan ketika power-nya mati, sehingga tidak perlu ada jeda waktu untuk komputer untuk boot up, misalnya, ketika dinyalakan kembali dari kondisi mati. Hal ini digambarkan seperti menyala-mematikan lampu listrik, ke depan komputer juga seperti itu (bisa dihidup-matikan dengan sangat mudah dan cepat).[31
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem, dan terukur serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Sementara itu, pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai metafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, sedangkan ilmu sudah merupakan bagian yang lebih tinggi dari itu karena memiliki metode dan mekanisme tertentu. Jadi ilmu lebih khusus daripada pengetahuan, tetapi tidak berarti semua ilmu adalah pengetahuan.
Adapun sejarah atau periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan (science) dari masa ke masa, dimulai dari era Pra Yunani Kuno atau zaman purba sampai zaman kontemporer. yaitu:
1. Zaman Pra Yunani Kuno (Zaman Purba)
Pada era ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase, yaitu: Zaman Batu Tua (masa prasejarah, era ini berlangsung sekitar empat juta tahun SM (sebelum Masehi) sampai 20.000 atau 10.000 tahun SM), Zaman Batu Muda (berlangsung tahun 10.000 SM sampai 2.000 SM atau abad 100 sampai 20 SM) dan Zaman Logam (berlangsung dari abad 20 SM sampai abad 6 SM).
2. Zaman Yunani Kuno (berlangsung dari abad 6 SM sampai dengan sekitar abad 6 M).
3. Zaman Pertengahan (Zaman ini masih berhubungan dengan zaman sebelumnya. Karena awal mula zaman ini pada abad 6 M sampai sekitar abad 14 M).
4. Zaman Renaissance (Zaman ini berlangsung pada awal abad 14 M sampai dengan abad 17 M).
5. Zaman modern (Zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M).
6. Zaman Kontemporer (Zaman ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini).
STRUKTUR SEL DAM MEMBRAN SEL
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sel merupakan unit terkecil makhluk hidup, baik dalam dunia hewan maupun dunia tumbuhan. Sel terdiri atas protoplasma yaitu isi sel yang terbungkus oleh suatu membran atau selaput sel. Pada tahun 1957 Dougherty menggunakan dua istilah sel, yaitu prokariotik dan eukariotik. Sel prokariotik adalh sel yang mempunyai susunan atau komponen yang sederhana. Artinya di dalam protoplasma tidak ada organel atau bagian-bagian sel selain inti yang secara terpisah terbungkus oleh membran. Sistem pernapasan sel berkaitan dengan membran plasma. Oksigen dari luar sel masuk ke dalam plasma melalui membran dan karbondioksida dikeluarkan dari dalam sel melalui membran inti ini pula. Sebagai contoh sel prokariotik ialah bakteri. Sel eukariotik mempunyai susunan dan komponen yang lebih kompleks. Di dalam plasma sel terdapat inti sel dan organel lain yang secara terpisah terbungkus oleh membran, misalnya mitokondria, ribosom dan lain-lainnya. Pada sel eukariotik pernapasan sel berlangsung pada mitokondria. Oksigen dari luar sel masuk ke dalam sel melalui membran mitokondria. Dalam mitokondria oksigen digunakan dan karbondioksida yang terbentuk dikeluarkan dari dalam sel melalui membran plasma.
Tubuh manusia terdiri atas berjuta-juta sel yang mempunyai berbagai bentuk. Sel-sel yang sama atau mirip bentuknya secara bersama-sama membentuk jaringan tertentu, misalnya jaringan otot, jaringan syaraf dan lain-lain. Ada sel yang mempunyai bentuk bulat pipih, bentuk serabut panjang, bentuk kubus dan lain-lain. Beberapa contoh bentuk sel ialah sel pada jaringan penghubung, sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit), sel jaringan syaraf sel otot dan sel ginjal. Selain bentuk sel yang berbeda-beda, ukuran sel pun bermacam-macam. Sel eritrosit mempunyai diameter 0.0008 mm, sel otot berukuran panjang 4 cm, sel syaraf dapat mencapai ukuran panjang 70 cm dengan diameter 0,125 mm.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat kami ambil sebagai berikut:
1. Bagaimanakah struktur dari sel?
2. Apakah fungsi dari beberapa organel sel?
3. Apakah fungsi difusi melalui membran sel?
4. Bagaimanakah proses transpor aktif melalui membran sel?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini antara lain:
1. Ingin mengetahui struktur dari sel.
2. Ingin mengetahui fungsi dari beberapa organel sel.
3. Ingin mengetahui fungsi difusi melalui membran sel.
4. Ingin mengetahui proses transpor aktif melalui membran sel.
BAB II
PENDAHULUAN
A. Struktur dan Fungsi Sel
1. Membran sel
Sel terbungkus oleh suatu membran semipermeabel selektif, yaitu yang memisahkan bagian dalam sel dengan lingkungan luarnya. Membran ini biasanya disebut juga membran sel karena membungkus plasma sel. Dengan adanya membran ini, sel dapat mengatur lingkungan dalamnya untuk kepentingan tertentu, menggunakan energi untuk memeperthankan lingkungan dalam sel, walaupun lingkungan luar sel mengalami perubahan. Membran ini juga berfungsi membatasi perpindahan zat-zat yang terlibat reaksi yang terjadi dalam sel maupun masuknya zat-zat dari luar sel. Membran ini memiliki sifat dapat memilih atau melakukan seleksi zat-zat dari dalam sel yang boleh keluar dari sel atau zat-zat dari luar sel yang boleh masuk ke dalam sel. Membran sel ini bahkan memungkinkan terjadinya pemindahan zat dari konsentrasi yang rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi, jadi melawan atau bertentangan dengan gradien konsentrasi.
Membran sel mempunyai ukuran tebal antara 75 sampai 100 Angstrom dan bersifat elastis. Analisis kimia menunjukkan bahwa membran sel terdiri atas 60% protein dan 40% lipid. Protein dalam membran terutama ialah stromatin, yaitu suatu jenis protein yang bersifat elastis dan tidak dapat larut. Adapun lipid yang membentuk membran sel terdiri atas 65% fosfolipid, 25% kolesterol dan 10% lipid yang lain. Susunan kimia membran ini ternyata tidak selalu sama, tetapi berbeda untuk sel-sel yang berbeda jenisnya. Membran sel dibentuk oleh beberapa lapisan, yaitu lapisan lipid di bagian tengah dan di lapisi oleh lapisan protein. Di tengah-tengah lapisan lipid terdapat cairan yang memisahkan lapisan lipid.
Molekul lipid tersusun sedemikian rupa sehingga merupakan lapisan bagian dalam. Bagian molekul lipid yang bersifat polar berikatan dengan molekul protein, sedangkan bagian non-polar berada di bagian dalam bersama dengan cairan yang terdapat dilapisan tengah. Adanya lapisan protein di bagian luar menjadikan membran sel bersifat hidrofil, artinya molekul air dapat dengan mudah menempel pada membran. Pada membran terdapat pori-pori, yaitu lubang-lubang yang sangat kecil dengan diameter kira-kira 7 Angstrom. Diperkirakan sebagian dari molekul-molekul yang berukuran kecil dapat masuk ke dalam sel melalui pori ini. Sejumlah enzim terdapat pada membran sel dan berfungsi sebagai katalis dalam beberapa metabolisme, sehingga membran sel dapat menjadi tempat berlangsungnya reaksi metabolisme.
2. Sitoplasma
Sitoplasma adalah fase cair dalam sel yang mengandung berbagai macam konsituen berupa organel sel, antara lain mitokondria, ribosom dan lain-lain. Zat-zat yang terlarut dalam sitoplasma antara lain protein, RNA, metabolit untuk digunakan oleh sel (misalnya glukosa), elektrolit dan beberapa sisa dari hasil kegiatan sel, misalnya urea, kreatini, asam urat, enzim-enzim yang digunakan untuk proses glikolisis, yaitu pengubahan glukosa menjadi asma piruvat dan laktat, serta enzim untuk biosintesis asam lemak terdapat dalam sitoplasma. Sitoplasma yang terletak dekat membran sel lebih kental disebut ektoplasma dengan membran inti disebut endoplasma.
Beberapa organel yang terdapat pada sitoplasma adalah endoplasmik retikulum, mitokondria, lisosom, mikrosom, granula, kompleks golgi dan lain-lain.
a. Endoplasmik Retikulum
Dibeberapa tempat, membran sel membentuk kosong-kosong kecil yang masuk ke bagian dalam sitoplasma dan membentuk jaring-jaring. Lorong-lorong kecil ini disebut endoplasmik retikulum. Di bagian dalam sel, endoplasmik retikulum berhubungan dengan membran sel. Diperkirakan endoplasmik retikulum ini digunakan sebagai saluran zat-zat dari inti sel ke seluruh bagian sitoplasma. Pada dinding endoplasmik retikulum terdapat partikel-partikel yang disebut ribosom. Ribosom terdapat dalam jumlah banyak pada dinding endoplasmik retikulum dan mempunyai susunan kimia 50% RNA dan 50% protein. Biosintesis protein berlangsung dalam ribosom, karena itu sel yang memproduksi protein dalam jumlah besar mengandung banyak ribosom.
b. Mitokondria
Mitokondria terdapat dalam semua sel, hanya jumlahnya bervariasi dari beberapa ratus hingga beberapa ribu. Mitokondria berbentuk bulat panjang dengan berbagai ukuran, mempunyai membran ganda yaitu membran dalam dan membran luar. Membran dalam membentuk lipatan-lipatan yang disebut kristae, di mana terdapat enzim-enzim oksidase, bagian dalam miokondria terisi oleh zat yang kental, disebut matriks. Dalam mitokondria ini berlangsung proses oksidasi zat-zat dalam makanan yang menghasilkan energi. Energi yang terjadi dari proses oksidasi ini digunakan untuk membentuk molekul ATP. Bila diperlukan molekul ATP ini dapat memberikan energi yang disimpannya. Jadi dapat dikatakan bahwa mitokondria adalah tempat pembangkit energi sel. Zat-zat dalam makanan dioksidasi oleh beberapa enzim pada mitokondria melalui reaksi-reaksi dalam siklus asam sitrat, di mana terjadi reaksi dehidrogenerasi dan dekarboksilasi. Proses ini membutuhkan oksigen yang dengan ion hidrogen dan elektron yang dilepaskan pada reaksi dalam siklus asam sitrat itu akan membentuk molekul air. Rangkaian reaksi perpindahan elektron dapat menimbulkan energi yang dapat digunakan untuk membentuk ATP. Proses ini disebut pernapasan sel karena melibatkan penggunaan oksigen.
c. Lisosom
Lisosom merupakan organel sel yang mempunyai diameter antara 250-750 milimikron, berisi sejumlah besar partikel kecil dengan diameter berukuran 55-80 Angstrom. Dalam partikel ini terdpat enzim-enzim yang bekerja pada proses hirolisis, khususnya hidrolis terhadap molekul-molekul besar. Sebagi contoh protein besar akan terhidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Pada sel-sel yang mati, lisosom pecah dan enzim yang bekerja pada proses hidrolisis masuk ke dalam sitoplasma dan menyebabkan terjadinya proses hidrolisis dalam sel sendiri sehingga sel akan rusak. Dalam sel darah putih atau leukosit terdapat lisosom yang berguna dalam merusak bakteri yang dapat ditangkap oleh sel leukosit tersebut.
d. Kompleks golgi
Kompleks golgi terletak didekat inti sel dan mempunyai hubungan dengan endoplasmik retikulum. Dalam kompleks golgi berlangsung reaksi pembentukan glikoprotein, yaitu gabungan karbohidrat dengan protein. Protein yang terbentuk dari asam-asam amino dalam ribosom dibawa ke endoplasmik reikulum, kemudian diteruskan ke dalam kompleks golgi di mana berlangsung reaksi dengan karbohidrat membentuk glikoprotein. Di samping itu kompleks golgi berfungsi mengatur keadaan membran sel, yaitu mengatur pemisahan zat-zat ke dalam sitoplasma dan keluar dari sel melalui membran sel.
3. Inti Sel
Inti sel merupakan pusat sel yang mengatur reaksi-reaksi yang berlangsung dalam sel dan juga reproduksi sel. Bentuk inti sel umunya bulat dan terletak di bagian tengah sebuah sel. Inti sel terpisah dari sitoplasma oleh membran inti. Di dalam inti se terdapat nukleoplasma yaitu cairan kental, dan nukleolus yaitu bagian yang lebih padat tetapi tidak terbungkus oleh suatu membran.
Inti sel terutama mengandung asma ribonukleat (RNA) dan ini membuktikan bahwa disini terjadi sitesis RNA yang kemudian dibawa ke dalam ribosom.membran inti terdiri atas dua lapisan yang mempunyai pori-pori yang berukuran 400 sampai 700 Angstrom. Pori-pori ini cukup besar untuk dapat di lalui oleh molekul protein dari dalam inti ke dalam sitoplasma.
Dalam inti tedapat kromatin atau kromosom yang terdiri atas serat-serat DNA yang bergabung ddengan histon. Inti sel juga mengandung beberapa enzim antara lain DNA polimerase, RNA polimerase dan enzim yang digunakan dalam proses glikolisis maupun dalam siklus asam sitrat. Dalam nukleolus terdapat enzim-enzim RNA polimerase, RNA ase, NADP pirofosforilase, ATP ase, tetapi tidak terdapat DNA polimerase.
4. Transportasi Melalui Membran
Membran sel berfungsi mengatur zat-zat yang masuk ke dalam sel maupun yang ke luar dari sel. Ada beberapa cara metabolit berpindah melalui membran sel.
a. Difusi biasa
Metabolit yang mempunyai bobot molekul rendah dapat berdifusi melalui membran. Proses difusi dapat berlangsung apabila ada perubahan konsentrasi antara kedua yang dipisahkan oleh membran. Dalam [proses difusi ini zat yang terlarut dapat berpindah dari larutan berkonsentrasi tinggi ke larutan konsentrasi rendah, hingga tercapai keadaan keseimbangan. Pada keadaan keseimbangan, konsentrasi kedua larutan sama besar.
b. Osmosis
Tidak semua molekul dapat bergerak melalui suatu membran. Demikian pula tidak semua membran dapat di lalui dengan leluasa oleh berbagai molekul. Membran demikian disebut dengan membran semipermiabel atau permeabel selektif. Proses osmosis adalah proses perpindahan pelarut suatu zat melalui membran permeabel selektif. Sebagai pelarut zat-zat pada makanan dalam tubuh ialah air. Oleh karena itu osmosis yang terjadi ialah proses perpindahan air melalui membran sel. Perpindahan air berlangsung dari alrutan yang encer ke dalam larutan yang lebih pekat dsn mengskiatkan terjadinya suatu tekanan dari zat cair yang disebut tekanan osmosis. Sel dalam tubuh di kelilingi cairan tertentu yanfg mempunyai tekanan osmosis yang sama dengan cairan atau plasma sel. Dalam hal ini kedua cairan itu disebut isotonik. Sel darah merah bersifat isotonik terhadap plasma darah di luar sel. Apabila sel darah merah di tempatkan pada air destilasi atau cairan yang mempunyai tekananosmosis lebih rendah (hipotonik) maka air akan masuk ke dalam sel darah merah, sehingga sel akan menggelembung dan pecah. Sebaliknya bila sel darah ditempatkan pada larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih besar (hipertonik) daripada sel darah merah, maka air akan keluar dari dalam sel sehingga sel akan mengecil
c. Transpor pasif
Pada dasarnya proses transpor pasip sama dengan difusi biasa, yaitu berlangsung dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah.zat yang berdifusi pada proses difusi biasa tidak mengalami suatu perubahan selama proses berlangsung. Di samping itu kecepatan difusi tergantung pada selisih konsentrasi zat yang terlarut selama proses berlangsung, artinya apabila selisih konsentrasi menurun, maka kecepatan difusi juga menurun. Kenaikan suhu 10 derajat akan menaikkan kecepatan difusi kira-kira sebesar 1,4 kali.
Pada proses transpor pasif, senyawa yang berdifusi diikat oleh suatu senyawa lain yang terdapat dalam membran, kemudian di angkut ke pihak lain dan di lepaskan lagi dalam bentuk senyawa semula. Senyawa yang mengangkut zat yang berdifusi dinamakan “pengangkut”. Ada beberapa karakteristik pada proses transpor pasif.
1. Proses transpor pasif ini memperlihatkan adanya kecepatan maksimum. Pada konsentrasi yang sama, kecepatan awal transpor pasif lebih besar pada difusi biasa. Kecepatan difusi maksimum terdapat pada konsentrasi besar, karena pengangkut sudah jenuh, sehingga tidak mungkin menampung atau mengikat senyawa lagi.
2. Proses difusi atau transpor pasif ini mempunyai kekhasan bagi zat yang berdifusi. Sebagai contoh sel eritrosit beberapa vertebrata mempuyai sistem transfor melalui membran yang dapat mempermudah atau mempercepat masuknya D-glukosa atau monosakarida yang strukturnya mirip glikosa, tetapi tidak mempunyai aktivitas semacam itu terhadap D-fruktosa atau suatu disakarida laktosa. Kekhasan lain bersifat kekhasan ruang. Sebagi contoh sistem transfor pada membran sel hewan lebih aktif terhadap L-asam amino daripada isomer D-asam amino. Dengan adanya karakteristik yang kedua ini, dikemukakan anggapan bahwa pada molekul pengangkut terdapat bagian yang khas untuk berikatan dengan zat yang diangkut berdifusi. Hal ini analog dengan pembentukan kompleks enzim substrat.
3. Transport pasif ini dapat di hambat secara khas pula. Apabila zat yang struturnya mirip dengan zat yang berdifusi, maka ada kemungkinan terjadi hambatan. Zat yang menghambat dapat membentuk ikatan dengan molekul pengangkut, sehingga bagian yang khas terpakai oleh inhibitor. Dengan demikian tidak terjadi ikatan antara zat yang berdifusi dengan molekul pengangkut.
d. Transport aktif
Pada proses transport aktif, suatu zat berpindah dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat tinggike tempat yang berkonsentrasi rendah. Sebaliknya ada pula ion-ion yang dapat berpidah dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi. Pada umunya orang sependapat bahwa perpindahan suatu zat yang bertentangan dengan gradient konsentrasi, merupakan proses perindahan aktif atau transport aktif dengan menggunakan sejumlah energy yang diperoleh dari dalam sel. Enerrgi yang digunakan berasal dari molekul ATP. Dengan demikian apabila pembentukan energi dala sel di hambat ole suatu inhibitor, maka transport aktif secara tidak langsung ikut terhambat.
Ada beberapa kemungkinan mekanisme transport aktif yang dikemuukakan orang. Zat (A) masuk ke dalam membran dari luar, kemudian dalam membran mengalami proses kimia seperti fosforilasi, tetapi kembali seperti keadaan semula (A) pada waktu masuk ke dalam sel. Reeaksi fosforilasi melibatka ATP sebagai sumber energy dan gugus fosfat yang diikat pada molekul zat A, akan dileps lagi sebagai gugus fosfat anorgani. Mekanisme kedua mengemukakan adanya molekul X sebagai pengangkut zat A. Sebelum berkatan dengan molekul A, zat X mengalami perubahan konformasi menjadi X. Perubahan ini menggunakan energy dari ATP yang berubah menjadi ADP. Setelah terjadi X, maka zat A yang masuk ke dalam membrane sel bergabung dengan X membentuk kompleks.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Struktur sel itu tersusun atas membran sel, sitoplasma, inti sel, dan lain-lain. Sitoplasma adalah fase cair dalam sel yang mengandung berbagai macam konsituen berupa endoplasmik retikulum, mitokondria, lisosom, mikrosom, granula, kompleks golgi dan lain-lain. Adapun inti sel merupakan pusat sel yang mengatur reaksi-reaksi yang berlangsung dalam sel dan juga reproduksi sel.
B. Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memotivasi kami dalam membuat makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak atau kalangan.
SISTEM EKSKRESI DAN REGULASI
BAB V
SISTEM EKSKRESI DAN REGULASI
A. EKSKRESI
Ekskresi adalah proses membersikan tubuh dari limbah hasil metabolisme. Protoplasma dan cairan tubuh hewan, baik pda protozoa maupun manusia, terdiri atas sistem fisikokimia yang di setimbangkan secara halus. Dan sistem ekskresi berfungsi untuk mempertahankan lingkungan internal konstan.
1.Sistem Ekskresi pada Serangga
Pada serangga dan beberapa artropoda lainnya organ ekskresi pokok adalah tubulus malpighi yang ramping, yang melekat ke ujung anterior usus belakang dan tertutup di ujung bagian dalamnya, tubulus ini mengumpulkan limbah dari cairan tubuh dan mengeluarkan limbah tersebut ke dalam usus belakang.
Organ ekskresi yang paling umum pada banyak hewan adalah struktur berbentuk pipa, nefridia dan selomoduktus. Secara premitif, organ ini tersusun satu pasang pada satu somit tubuh, tetapi mereka telah termodifikasi dengan berbagai cara karena evolusi.cacing pipih dan cacing pita memiliki banyak se api (protonefridia, ujung bagian dalam tertutup) yang menyebar pada sel tubuh, dari sel tubuh limbah diambil untuk dikeluarkan melalui sistem saluran yang bercabang-cabang. Pada cacing tanah setiap somit mengandung sepasang nefridia berbentuk pipa ramping (nefridia, ujung bagian dalam terbuka). Ujung bagian dalam dari setiap somit memiliki corong bersilia, atau nefrostoma, mengalirkan limbah dari selom, dan di sekitar tubulus yang panjang terdapat pembuluh darah dari mana limbah juga diambil, tubuluh berujung di bagian luar sebagian luar sebagai nefridiopora vental yang kecil.
1. Ginjal vertebrata
Organ ekskresi pokok pada vertebrata adalah dua buah ginjal. Ginjal pendek terletak posterior pada semua vertebrata, kecuali pada ikan dan salamender, dimana ginjal memanjang di sepanjang sebagian besar rongga tunuh. Ginjal pada vertebrata tingkat rendah cyclostomata sampai amfibi dan ginjal embrionik dari kelempok yang lebih tinggi berkembang secara segmental, sepasang per somit tubuh (pronefros,mesonefros), beberapa tubulus memiliki nefrostoma yang membuka ke selom, jadi agak mirip dengan nefridia cacing tanah. Pada amfibi, reptil, dan burung, kedua ureter mengeluarkan limbah ke kloaka, yang terhubung ke kandung kemih pada amfibi dan beberapa reptil. Limbah atau urene selalu berbenyuk cairan kecuali pada reptil dan burung.
Ginjal pada manusia merupakan organ berbentuk kacang, di belakang rongga abdominal, satu pada setiap sisi tulang punggung. Setiap ginjal terdiri atas medula di bagian dalam dan korteks di bagian luar, korteks mengandung sekitar satu juta unit ekskresi atau nefron. Nefron tersusun atas (1) korpuskula malpighi atau renalis yang tersusun atas kapsula bowman berdinding ganda yang berbentuk bola di sekeliling segumpal arteriola, atau glomerulus. (2) tubulus, berbelit dan lurus, dikelilingi oleh pembuluh darah kapiler.
2. Fungsi Ginjal
Tahap pertama pada pembentukan urene adalah Filtrasi. Limbah dan material lain di bawa di dalam aliran darah oleh arteri renalis ke arteriola. Berdasarkan teori fungsi ginjal 9oleh cushny) yang diterima secara umum, cairan yang bebas protein melintas dari arteriola di glomerulus melalui kapsula bowman.fungsi ginjal yang normal penying bagi kesehatan, dan banyak kelainan atau penyakit pada ginjal merupakan persoalan yang serius. Garam tertentu, terutama oksalat, dapat mengkristal sehingga membenyuk batu ginjal di dalam pelvis ginjal dan terkadang perlu di keluarkan melalui operasi. Kandungan urene dapat berubah karena kondisi tidak normal lainnya. Unsur pokok yang tidak normal terdapat dalam urene dapat berupa albium, kelebihan glukosa, badan aseton, kotoran sel, nanah, darah, atau pigmen empedu.
3. Kandungan Kemih dan Urinasi.
Urine terbentuk dengan laju yang cukup konstan, sekitar 1 l meter per menit. Ureni melintas ureter untuk berkumpul di kandung kemih, tempat ureni di keluarkan pada waktu-waktu tertentu melalui urerta. Kantung kemih merupakan organ berongga berbentuk pear yang berada di bagian bawah depan dari rongga perut. Kandung kemih seperti lambung, dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan volume tanp mengubah tekanan di bagian dalam.
4. Cara Lain Ekskresi
Pada hewan tingkat tinggi, termasuk manusia, beberapa limbah dikeluarkan dengan cara lain dan selain melalui organ ekskresi utama. Beberapa produk ekskresi lainnya di keluarkan bersama feses, termasuk logam berat (besi dan kalsium), pigmen empedu yang di ekskresikan oleh hati selama penguraian hemoglobin, dan air dalam jumlah banyak atau sedikit.
Kulit manusia, melalui kelenjar keringatnya juga berfungsi untuk membuang air, bersama dengan garam, sisa CO2, dan beberapa limbah bernitrogen. Kehilangan air memelui berkeringat biasanya sedikit, tetapi selama berkeringat aktif sebanyak tiga galon air dapat hilang dalam sehari.
B. PENGATURAN DI DALAM TUBUH
1. Homeostatis
Yaitu mempertahankan kondisi kehidupan konstan dalam lingkungan internal. Beberapa mekanisme ada untuk mengatur linkungan internal , tetapi aktifitas repleks sistem saraf dan sistem endokrin yang menghasilkan hormon mrupakan dasar dari semua pengaturan keadan tetap.
Semua bagian tubuh hewan selama keseluruhan tahap pertumbuhan dan reproduksi berada dibawah pengaruh siste- sistem tersebut. Situasi ini bahkan pada hewan paling sederhana sangat rumit dan sedikit di pahami sehingga proses pengaturan pada umumnya dipikirkan satu demi satu dilihat dari beberapa krateria yang dapat diukur dngan mudah, daripada sebagian gabungan keseluruhan. Tekan osmotik, kosentrasi ion hidrogen, dan suhu merupakan tiga dari kriteria tersebut, dan masing- masing berhubungan erat dengan air.
2. Pengaturan air
Air merupakan pelarut universal serta menyebar dalam protoplasma, dan tidak ada organisme yang bebas dari cairan penting. Oleh karena sifatnya yang berdifusi melewati membran, air juga mengendaraan untuk mempertahankan keadaan tetap.
Tekanan osmotik merupakan tekanan yang dihasilkan oleh perbedaan kosentrasi pelarut dengan larutan di kedua sisi membran semi permeabel. Pada sebagian besar invertebrata laut,cairan tubuh kuranglebih seimbang dengan air laut, dengan demikian osmotik didalam air di luar sama.
3. Pengaturan PH
Kosentrasi ion hidrogen pada sebagian besar cairan bervariasi tetapi biasanya antara Ph 7 dan 8. Mekaisme pengaturan oleh darah dalam kasus ini adalah aksi bufer dari ion organik seperti kerbonat dan fosfat. Pasagan ion , sepert i =HPO4 dan ¬–H2PO4, serta = CO3 dan –HCO3, beperan sebagai Bufer dengan cara berikatan H+ yang berlebihan. Contoh, =CO3 membentuk -HCO3, menghasilkan penurunan karbonat, peningkatan bikarbonat, dan penghilangan ion h+ bebas. Ketika darah menjadi terlalu alkali, reaksi ini dibalik. Jadi, sejumlah asam atau basah dapat diabsorpsi tanpa mengubah pH ciran tubuh.
4. Pengaturan panas
Metabolisme pada hewan menghasilkan kalor (yang dapat diukur dan dinyatakan dalam kalori). Namun, suhu tubuh pada waktu kapan saja merupakan fungsi dari kalor yang dihasilkan dan hilang. Di pertahankan, hewan sebagian besar memiliki metabolisme yang rendah dan suhu tubuh yang tidak terlalu jauh berbeda dari suhu lingkungan. Hewan seperti itu disebut hewan berdarah dingin. Burung dan mamalia berdarah panas, atau bersuhu panas (homoioterm). Untuk mempertahankan kondisi ini, produsi energi mereka meningkat jika suhu diluar tubuh menurun, demikian suhu tubuh dipertahankan hampir konstan.
5. Hibernasi
Banyak hewan berdarah dingin bersembunyi didalam tempat persembunyian didalam tempat perlindungan selama musim dingin yang bersuhu rendah untuk menhindari kematian karena kehilangan panas atau membeku menjadi hampir sama dengan suhu disekelilingnya dan metabolisme turun sampai ke tingat sangat rendah. Beberapa hewan berdarah panas seperti bajing tanah, tupai, dan kelelawar tertentu juga berhibernasiselama hari-hari dingin ditahun tersebut.
6. Kontrol Hormoal
Merupakan bagian utama yang bertanggung jawabuntuk mengatur hurmon tertentuyang pada gilirannya mempertahankan keseimbangan tertentu pada keadaan tetap tubuh. Jadi tiroksin yang disekresikan oleh tiroid, mengatur metabolisme umum, kelenjar paratiroid mengatur metabolisme kalsium, dan insulin yang disekresikan oleh pulau langerhans, mempertahankan kadar glukosa darah. Ketidak keadaan insulin menyebabkan penyakit diabetes yang banyak dikenal.
7. Darah dan regulasi
Pada hewan tingkat tinggi sirkulasi darah merupakan kendaraan untuk mempertahankan keadaan tetap. Selain mengangkut bahan mentah dan produk limbah metabolisme,darah uga mentransfor air, hormon, serta enzim, dan darah juga berpean sebagai mekanisme pertahanan melawan invasi organisme berbahaya. Sel darah memiliki aksi fagositik langsung, tetapi darah juga memainkan peran vital dalam kekebalan tubuh melawan infeksi.
8. Tingkat pengorganisasian
Hal yang disebut keadaan tetap bukan merupakan kondisi tunggal dan statis, tetapi keseimbangan dinamis dari banyak sistem yang yang berubah pada tahap perkembangan berturut-turut.Selanjutnya, keadan tetap ini ada disemua tingkat. Terdapat keadan tetap selular dengan mana sel individual dipertahankan dalam kesetimbangan dengan lingkungan selular mereka, terdapat pengaturan pada tingkat jaringan, pada tingkat organ, dan terakhir pada tingkat organisme secara keseluruhan. Pengaturan dan keadan tetap merupakan dasar hidup.
C. SISTEM REGULASI
Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas sel neuron yang mengkoordinasikan aktivitas otot, memonitor organ, membentuk atau menghentikan masukan dari indra, dan mengaktifkan aksi. Komponen utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel neuroglia, neuron memainkan peranan penting dalam koordinasi. Sistem saraf pada vertebrata secara umum dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
1.Neuron
Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson.
Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek.
Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.
1.Neuroglia
Semua sel dalam tubuh hewan memiliki muatan listrik yang terpolarisasi, dengan kata lain terjadi perbedaan potensial antara bagian luar dan dalam dari suatu membran sel, tidak terkecuali sel saraf (neuron). Perbedaan potensial antara bagian luar dan dalam membran ini disebut potensial membran Informasi yang diterima oleh Indra akan diteruskan oleh saraf dalam bentuk impuls. Impuls tersebut berupa tegangan listrik. Impuls akan menempuh jalur sepanjang akson suatu neuron sebelum dihantarkan ke neuron lain melalui sinapsis dan akan seperti itu terus hingga mencapai otak, dimana impuls itu akan diproses. Kemudian otak mengirimkan impuls menuju organ atau indra yang dituju untuk menghasilkan efek yang diinginkan melalui mekanisme pengiriman impuls yang sama.
Saat melalui akso,Membran hewan memiliki potensial istirahat sekitar -50 mV s/d -90 mV, potensial istirahat adalah potensial yang dipertahankan oleh membran selama tidak ada rangsangan pada sel. Datangnya stimulus akan menyebabkan terjadinya depolarisasi dan hiperpolarisasi pada membran sel, hal tersebut menyebabkan terjadinya potensial kerja. Potensial kerja adalah perubahan tiba-tiba pada potensial membran karena datangnya rangsang. Pada saat potensial kerja terjadi, potensial membran mengalami depolarisasi dari potensial istrahatnya (-70 mV) berubah menjadi +40 mV. Akson vertebrata umumnya memiliki selubung mielin. Selubung mielin terdiri dari 80% lipid dan 20% protein, menjadikannya bersifat dielektrik atau penghambat aliran listrik dan hal ini menyebabkan potensial kerja tidak dapat terbentuk pada selubung mielin; tetapi bagian dari akson bernama nodus Ranvier tidak diselubungi oleh mielin. Penghantaran rangsang pada akson dilakukan dengan mekanisme hantaran saltatori, yaitu potensial kerja dihantarkan dengan "melompat" dari satu nodus ke nodus lainnya hingga mencapai sinapsis.
Pada sinapsis,Pada ujung neuron terdapat titik pertemuan antar neuron bernama sinapsis, neuron yang mengirimkan rangsang disebut neuron pra-sinapsis dan yang akan menerima rangsang disebut neuron pasca-sinapsis. Ujung akson setiap neuron membentuk tonjolan yang didalamnya terdapat mitokondria untuk menyediakan ATP untuk proses penghantaran rangsang dan vesikula sinapsis yang berisi cairan neurotransmitter berupa asetilkolin (ACh). Ketika rangsang tiba di sinapsis, ujung akson dari neuron pra-sinapsis akan membuat vesikula sinapsis mendekat dan melebur ke membrannya. Asetilkolin kemudian dilepaskan melalui proses eksositosis. Pada ujung akson neuron pasca-sinapsis, protein reseptor mengikat molekul neurotransmitter dan merespon dengan membuka saluran ion pada membran akson yang kemudian mengubah potensial membran (depolarisasi atau hiperpolarisasi) dan menimbulkan potensial kerja pada neuron pasca-sinapsis. Asetilkolin yang ada kemudian dihidrolisis menjadi asetil dan kolin. Molekul tersebut kemudian masuk kembali ke ujung akson neuron pra-sinapsis melalui prosesendositosis.
TINJAUAN
1. Apa perbedaan system ekskresi dan regulasi?
2. Sebutkan fungsi dari system ekskresi dan regulasi?
IKAN (PISCES)
BAB.I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bangsa yunani menyebut mereka ichthyes dan ikhtiologi merupakan pelajaran ilmiah tentang ikan .Namun umumnya berasal dari bahasa latin yaitu pisces. Hewan atau ikan jenis ini menempati air tawar dan laut dan kerabat terdekan mereka adalah ostracoderm berbaju pelindung yang telah punah dari zaman silur dan devon .
1.1.2 Rumusan Masalah
a.Bagaiman karakteristik dari pisces ?
b. Bagaimana struktur tubuh pisces ?
c. Bagaimana proses sirkulasi,eksresi,reproduksi,dan hubungannya dengan manusia ?
1.1.3 TUJUAN
a.Mengetahui karakteristik dari pisces
b. Mengetahui struktur tubuh pisces
c Mengetahui proses sirkulasi,eksresi,reproduksi,dan hubungannya dengan manusia .
BAB.II
PEMBAHASAN
IKAN ( PISCES)
Banyak jenis hewan yang hidup di air disebut ikan ,tetapi nama tersebut secara ketat hanya digunakan untuk vertebrata air tingkat rendah (AGNATHA dan PISCES ).Kelompok ikan yang paling rendah dan paling sederhana adalah ikan hantu seperti belut dan lintah laut ( Kelas CYCLOSTOMATA ) dengan tubuh berbentuk silinder ramping ,tanpa embelan ,rahang atau sisik dan notokorda menetap ,tetapi tidak ada vertebrata sejati .
Hiu dan ikan pari yang bertulang rawan ( Kelas CHONDRICTHYES) merupakan vertebrata terendah yang memiliki tulang belakang terpisah dan lengkap ,embelan berpasangan ,sisik di kulit ,rahang yang dapat digerakan dan banyak celah insang .
Ikan sejati atau bertulang (Kelas OSTEICHTHYES) memiliki kerangka bertulang keras ,sisik yang terdiri atas beberapa jenis ,dan sebuah jalan keluar dari insiang di setiap sisi . kelompok ikan tersebut memiliki banyak bentuk dan hidup di semua jenis perairan-tawar-payu,atau laut ;hangat atau dingin .
2.1 LINTAH LAUT DAN IKIAN HANTU (KELAS CYCLOSTOMATA)
Cyclostomata merupakan kelompok paling rendah dengan karekteristik ertebrata seperti otak yang terdiferensiasi dan saraf cranial yang berpasangan ,mata,telinga dalam ,sel darah merah dan putih ,serta sisitem organ pada pola vertebrata .
2.1.1 KAREKTERISTIK
1. Tubuh silidris ,daerah ekor terpadatkan ,sirip median terpotongkan oleh jejari sirip bertulang rawan ,kulit halus dan lembut ,banyak kelenjar uniseluler ,tidak ada sisik ,rahang atau sirip berpasangan
2. Mulut anterior dan ventral teradaptasi untuk mengisap ,dan dibatasi oleh papilla berdaging ,atau tentakel ;kantung nasal tuggal dan median .
3. Tengkorak dan lengkung viseral (keranjang brankial ) berulang rawan ,notokorda menetap ;tulang belakang di wakili oleh lengkung neural kecil yang tidak sempurna di atas notokorda.
4. Jantung dengan 1 atrium dan 1 ventrikel ,banyak lengkung aorta di daera inssang ;darah dengan leukosit dan erirtrosit sirkular berinti.
5. 6 sampai 14 pasang insang,pada kantung-kantung lateral di luar faring .
6. Dua ginjal dengan saluran akskresi.
7. otak dengan 10 (8) pasang saraf cranial ,setiap organ auditori dengan 1atau 2 kanalis semisirkularis .
8. suhu tubuh bervariasi ( poikiloterm)
9. gonad tunggal ,besar ,tanpa saluran ,fertilisasi eksternal ,pe rkembangan langsung (ikan hantu dan belut lumpur ),atau dengan tahap larva panjang ( lintah laut)
2.1.2 STUKTUR LINTAH LAUT
Tubuh yang silendris ramping merupakan kepala dan batang tubuh yang menyatu, dan ekor terpadatkan dibagian lateral.Di daerah dorsal posterior dan ekor terdapat sirip median.Dibagian entral kapala terdapat corong bukal besar seperti cangkir, dibatai olah papilla halus dan dilapisi dengan gigi yang berbentuk kerucut.dua mata besar terdapat di lateral dan di selimuti oleh kulit transparan, tetapi tidak ada kelopak mata.Di belakang setiap mata terdapat tujuh aperture insang berbentuk bulat.Satu baris lubang indera kecil lateral memanjang secara segmental disepanjang setiap sisi tubah dan ekor.
Notokorda ramping bergelatin merupakan rangka aksial.Elemen kerangka yang lain,semua bertulang rawan adalah :
1.tengkorak
2.Batang kuat dilidah dan cicin disekeliling corong bukal
3.Keranjang brankial adalah yang besar menopang daerah insang
4.Potongan segmental kecil dari kartilago (arculia)
Mulut kecil terletak ditengah corong bukal dan ditutup atau dibuka oleh gerakan lidah kedepan dan kebelakang seperti piston yang mengandung gigi.Dibawah faring,saluran pencernaan terbagi menjadi esophagus dibagian dorsal dan pipa respirasi di bagian ventral.Tidak ada lambung,usus yang lurus mengandung katub sepiral.
System sirkulasi memiliki jantung dengan satu atrium dan satu ventrikel yang memompa darah secara anterior di aorta ventral kepembuluh darah difilamen insang.lalu,darah mengumpul di aorta dorsal yang di distribusikan ke tubuh . system vena memiliki pembuluh porta hepatica ,tetapi tidak ada porta renalis.
System ekssresi terdiri atas dua ginjal dan sebuah ureter berbentuk pipa dari setiap ginjal ke sinus dan apertura urogenital.sistem saraf mencakup otak yang jelas dengan subbagian yang di temukan pada vertebrata yang lebih tinggi ,10 pasang saraf cranial,tali saraf yang pipih dan seperti pita serta sepasag saraf setiap segmen tubuh .
Organ indera terdiri atas kantung olfaktori median ,mata yang berpasangan ,dan pineal median dengan lensa dan retina dibelakang apertura nasal. Setiap telinga dalam (organ keseimbangan ) memiliki dua kanalis simisirkularis. Terdapat kuncup pengecap di faring dan garis lateral organ indera di setiap sisi tubuh dibawah kepala.
Gonad yang belum matang bersifat hermafrodit,tetapi kemudian berubah menjadi jantan atau betina pada indiviu mana saja.pda saat mencapai kematangan seksual,salah satu gonad mengisi sebagian besar rongga apdominal.tidak aad saluran genital ;telur atau sperma di lepaskan ke rongga apdominal dan melalui pori genital yang berpasangan ke sinus urogenital.
2.1.3 IKAN HANTU DAN BELUT LUMPUR
Kelompok parasit ini berbeda dengan lintah laut dalam beberapa hal mereka memiliki:
1. Mulut penghisap yang halus dengan satu gigi dorsal besar,tetapi tidak ada corong bukal
2. Empat pasang tentakel anterior yang halus
3. Satu lubang hidung terminal dengan sebuah kanal (dan kantung pituitare)ke faring nyang mengangkut air untuk mengaerasi insang
4. 6 atau 14 pasang insang ,jauh di posterior
2.1.4 SEJARAH ALAMI
Lintah laut ada di perairan air tawar dan laut ,dan beberapa individu dewasa bersifat non parasit ,ikan hantu hidup di laut ,beberapa turun ke kedalaman lebih dari 540m .spesies parasit melekat ke ikan dengan corong dan menggunakan gigi lingual untuk memarut sebuah lubang .
2.1.5 REPRODUKSI
Ketika lintah laut matang secara seksual pada musim semi atau awal musim panas ,gonad membengkak dan kedua jenis kelamin bergerak ke sungai,kadang kala “mengendarai “ ikan atau kapal yang sedang lewat .mereka mencari air jernih di sungai yang deras dan menggunakan corong bukal untuk menggerakkan batu di dasar sampai sarang bulat ditempat dangkal telah siap. Betina melekat di batu di hulu dan jantan melekat ke betina,keduanya melekat dengan menggunakan corong mereka.
2.1.6 HUBUNGAN DENGAN MANUSIA
Larva lintah laut berperan sebagai umpan pada saat memencing baik dalam hal komersial maupun untuk olahraga,dan beberapa lintah laut dewasa digunakan sebagai makanan .lintah laut melukai atau menghancurkan ikan dengan mengambil darah dan menyebabkan infeksi sekunder. Mereka telah menginvasi great like dan telah mengurangi tangkapan tahunan ikan trout danau dari sekitar 15 juta pount hingga kurang dari sepersepuluh jumlah tersebut.
2.2. IKAN BERTULANG RAWAN Kelas CHONDRICHTHYES
Hiu,kan pari,dan chimaera merupakan vertebrata hidup tingkat terendah dengan tulang belakang lengkap dan terpisah ,rahang dapat digerakkan ,serta embelan berpasangan .semua merupakan predator,dan hamper semua merupakan penghuni lautan .kelompok ini berasal dari zaman silur dan direpresentasikan oleh banyak sisa-sisa fosil, terutama gigi ,duri sirip,dan sisik.
2.2.1 KAREKTERISTIK
1. kulit keras dengan sisik plakoid kecil dan banyak kelenjar mukosa ,terdapat sirip median dan sirip berpasangan ,semua di topang oleh jejari sirip,sirip pelvic dengan klasper pada jantan .
2. mulut ventral ,dengan banyak gigi yang terlapisi email ,kantung alfaktori berjumlah 2(atau 1), tidak terhubung dengan rongga mulut ,dengan rahang atas dan bawah usus dengan katup spiral .
3. kerangka bertulang rawan ,tidak ada tulang yang berpasangan ,cranium bergabung dengan kapsul indera yang berpasangan ,notokorda bertahan ,tulang belakang banyak ,lengkap ,dan terpisah.
4. jantung beruang 2(1 atrium ,1 ventrikel ) ,dengan sinus venosus dank onus arteriosu, hanya mengandung darah vena ,beberapa pasangb lengkung aorta ,sel darah merah ,berinti dan berbentuk oval.
5. respirasi dengan menggunakan 5 atau 7 pasang insang, masing-masing terdapat pada belahan yang terpisah.
6. sepuluh pasang saraf cranial,setiap organ auditori dengan 3 kanalis semisirkularis .
7. suhu tubuh bervariasi (poikiloterm)
8. jenis kelamin terpisah ,gonad berpasangan secara khas, saluran reproduksi melepaskan isinya ke kloaka ,fertilisasi internal ,ovipar atau ovovivipar,telur besar ,dengan banyak kuning telur,segmentasi meroblastik ,tidak ada membran embrionik ,perkembangan langsung ,tidak mengalami metamorfosisi.Ikan bertulang rawan pun memiliki keunggulan dari cyclostomata .
Beberapa teori telah dikemukakan tentang asal mula sirip berpasangan pada ikan .Balfour dan yang lain memperoleh sirip berpasangan dari lipatan sirip lateroventral yang memanjang yang di potong oleh jejari sirip paralel separti pada amphioxus.
Dogfish (squalus ) tumbuh hingga panjang 1m ,dan sebagian besar hiu memiliki panjang di bawah 2,4m , hiu putih besar (carcharodon carcharias) dan hiu basking( ceterhinus maximus ) dapat mencapai panjang 12m, hewan-hewan tersebut adalah vertebrata hidup terbesar ,kecuali paus .
2.2.2 STRUKTUR DOGFISH ATAU HIU ANJING (karekteristik eksternal )
Kepala memiliki ujung tumpul ,dan batan tubuh berbentuk gelendong ,terbeasr di dekat sirip pectoral ,dan meruncing di belakang .Terdapat dua sirip dorsal medien (masing-masing di dahului oleh duri pada dogfish berduri,squalus ),sebuah sirip kandal median dan dua sirip lateral,pectoral,dan peluik.
Secara ventral di kepala terdapat dua kantung olfaktori dan mulut transversal yang lebar ,lima celah insang terbuka anterior ke setiap sirip pectoral dan terdapat belahan seperti insang atau spirakel ,di belakang setiap mata ,anus terdapat di antara sirip pelvic.
2.2.3 PENUTUP TUBUH
Kuit yng berwarna abu-abu diselaputi secara merata dengan barisan sisik plakoid kecil secara diagional , masing-masing dengan duri yang menunjuk ke belakang yang di lindungi oleh email dan lempeng basal dari dentin di dermis .Di mulut ,pperalihan berangsur-angsur dari sisik sampai gigi terjadi ,menunjukkan kemungkinan asal usul gigi vertebrata.
2.2.4 KERANGKA
Keseluruhan kerangka terdiri atas kartilago (tulang rawan) yang kurang lebih di perkuat dengan endapan zat kapur ,bagian aksial terdiri atas tengkorak dan tulang belakang yang bersegmen-segmen .setipa ruas tulang belakang memiliki sentrum berbentuk gelendong cekung dikedua ujung ,dan di atasnya terdapat lengkung neural yang membuat rumah bagi tali saraf ,di ekor, masing –masing juga mengandung lengkung hemal secara ventral.melindungi aorta dan vena kaudal ,notokorda dipertahankan di ruangan antartulang belakang . tengkorak tersusun atas :
1. Cranium yang menjadi rumah bagi otak
2. Kapsula berpasangan untuk organ olfaktori,optic,dan auditori.
3. Kerangka visceral ,terdiri atas rahang ,lengkung hyoid,dan lima pasang lengkung brankial yang menopang daerah insang .
2.2.5 SISITEM MUSCULAR
Otot tubuh dan ekor merupakan karakter segmental dan berfungsi untuk menghasilkan undulasi lateral batang tubuh dan ekor yang di butuhkan untuk berenang . otot yang lebih terspesialisasi melayani sirip yang berpasangan ,daerah insang,dan stuktur kelapa.
2.2.6 SISITEM PENCERNAAN
Mulut yang lebar dibatasi oleh barisan transversal gigi yang meruncing tajam,gigi ini tertanam di dalam daging pada rahang dan secara berkala di gantikan oleh barisan gigi baru dari belakang . lidah yang rata melengket pada lantai mulut. Di sisi faring yang lebar terdapat lubang tang mengarah pada celah insang dan spirakel .esofagus yang pendek mengarah ke lambung yamg berbentuk j , yang berujung di otot sfingter, katup pilorik . usus mengikuti dan berhubungan langsung dengan kloaka serta . di anus terdapat sekat yang tersusun spiral ,atau katup spiral ,di lapissi dengan membrane mukosa ,yang menunda masuknya makanan dan memyediakan daerah absorbs yang lebih besar . Hati yang besar terdiri atas 2 lobus panjang ,melekat pada ujung anterior rongga tubuh . Empdu dari hati mengumpul di kantung empedu yang kehijau-hijauan dan kemudian melintas melalui saluran empedu ke bagian anterior usus, pancreas terdapat di antara lambung dan usus , saluranya bergabung dengan usus tepat di bawah saluran empedu . Kelenjar rectal yang ramping ,fungsinya tidk diketahui ,melekat di dorsal penghubung antara usus dan kloaka
2.2.7 SELOM
Lambung ,usus,dan organ dalam yang terdapat pada rongga tubuh yang besar ,atau selom. Selom di lapisi dengan membrane halus yang mengilat ,peritoneum ,yang juga melapisi organ-organ . organ –organ di topang dari dinding middorsal selom mesenterium tipis, juga salah satu bentuk peritoneum . septum transversal memisahkan selom dari rongga yang mengandung jantung .
2.2.8 SISITEM SIRKULASI
Jantung terdapat di bawah daerah insang dalam sebuah katung ,pericardium . kantung tersebut terdiri atas :
1. Sinus venosus berdinding tipis yang menirima darah dari berbagai vena
2. Atrium
3. Ventrikel berdinding tebal
4. Konus arteriosus
Dari konus arteriosus, telah melintas secara anterior ke aorta ventral dari aorta ini lima pasang arteri brankial aferen terdistribusi ke kapiler insang untuk aerasi , empat pasang arteri brankial aferen kemudian mengumpulkan darah ke aorta dorsl ,yang memanjang di setiap dinding middorsal selom .
Pada system vena darah di vena kaudal pada ekor diteruskan ke:
1. Sepasang vena porta renalis ke ginjal .darah yang lain dari daerah posterior melintas ke depan dalam
2. Sepasang vena postkardinal yang paralel dengan jantung
3. Dan pada pasangan vena abdominal lateral di setiap sisi rongga tubuh
4. Vena jugularis
5. Vena cardinal anterior mengembalikan darah dari daerah kepala .semua vena ini masuk kedalam sinus besar yang terhubung ke sinus venosus. Darah dari saluran pencernaan mengalir dalam
6. Vena porta hepatica untuk di saring melalui sinusoid seperti kapiler di hati, kemudian dikumpulkan di
7. Vena hepatica yang bergabung dengan sinus venosus . Darah melintas melalui jantung, tetapi hanya sekali dalam setiap lintasan tubuh,seperti pada cyclostomata serta sebagian besar ikan ,dan darh jantung semua tidak mengandung oksigen .
2.2.8 SISTEM RESPIRASI
Dengan membuka dan menutup mulut, hiu memasukkan air ke dalam dan mendorong air keluar melalui belahan insang dan spirakel . Insang yang melapisi lima pasangan belahan terpisah (dan spirakel ) tersusun atas banyak filament parallel ramping yang mengandung kapiler .Darah dari aorta ventral melintas melalui kapiler ini, mengeluarkan karbon dioksida dan mengabsorbsi oksigen terlarut di air, dan kemudian berlanjut ke aorta dorsal .
2.2.9 SISTEM EKSRESI
Dua ginjal yang ramping terdapat tepat di bawah selom di sepanjang aorta dorsal. Urine di kumpulkan dalam tubulus segmental yang bergabung dengan saluran longitudinal ,ureter, mengarah ke posterior , keduanya mengeluarkan isinya melalui sebuah papilla urogenital dorsal di kloaka .
2.2.10 SISTEM SARAF
Otak hiu meerupakan tipe yang lebih maju di bandingkan lintah laut .dari dua kantung alfaktori di hidung ,saluran alfaktori besar memamjang ke lobus alfaktori ,tang melekat dengan erat ke pasangan hemisfer serebal di diensefalon .Di bagian dorsal diensefalon mengandung sebuah tangkai pineal serta dan pineal di bagian ventral diensefalon terdapat infundibulum ,tempat melekatkan hipofisis.
Tali syaraf dilindung sepenuhnya oleh lengkung neural tulang belakng ,kondiasi yang lebih maju di bandingkan dengan kondisi pada cyclostomata. Saraf spinal yang berpasang ke setiap somit tubuh muncul di antar lengkung neural dari tulang belakang berturut-turut.
2.2.11 ORGAN INDERA
Hiu menerima stimulus olfaktoridari air yang melintas melalui dua kantung olfaktori dangkal di hidung .Mata di gerakkan oleh tiga pasang otot yang melekatkan bola mata ke kantung mata .Telinga , keseluruhannya terdapat di kepala memiliki dua fungsi yang berbeda.
Garis sisi merupakan sedikit lengkungan di sepanjang setiap sisi tubuh dan ekor yang mengandung kanal longitudinal kecil dengan banyak lubang ke permukaan di dalam kenal terdapat sel serabut sensori ,tersusun secara segmental dan terhubung ke syaraf cranial ke sepuluh .di kepala terdapat banyak kanal sensori yang membuka ke pori dan mengandung organ pit, dengan serabut sensori yang terhubung ke serabut saraf.
2.2.12 SISTEM REPRODUKSI
Jenis kelamin terpisah . Pada individu jantan ,sperma berkembang di dalam dua testis panjang anterior di rongga tubuh , dari setiap testis beberapa vasa eferensia mengarah ke vas deferens yng bergulung-gulung memanjang ke posterior pada permukaan ventral ginjal dan mengeluarkan isinya ke papilla urogenital ,sedangkan system reproduksi betina terdiri atas satu ovarium besar yang melekat secara dorsal ke membrane yang kuat .
2.3.IKAN BERTULANG (KELAS OSTEICHTHYES)
Ikan paling khas merupakan ikan yang memiliki kerangka dengan tulang keras ,diselaputi oleh sisik dermal ,biasanya memiliki tubuh sperti gelendong ,berenang dengan sirip dan bernapas dengan insang .berbagai macam spesies menempati air tawar ,payau,atau laut.
2.3.1 KARAKTERISTIK
Kulit dengan banyak kelenjar mucus,biasanya dengan sisik dermal yang tertanam, beberapa telanjang (tidak bersisik) beberapa dengan sisik yang di lindungi oleh email .Mulut biasanya terminal dan dengan gigi ,rahang berkembang baik terartikulasi ke tengkorak dan tidak ada kelopak .Kerangka utama terdiri atas tulang keras (tulang rawan pada stingeon dan beberapa ikan yang lain ) ,ekor biasanya homoserkal .Jantung beruang 2 (1atrium.1ventrikel ) hanya mengandung darah venous 4 oasang lengkung aorta ,sel darah merah berinti dan berbentuk oval. Respirasi menggunakan sepasang insang pada lengkung insang di ruangan umum pada setiap sisi faring ,di lindungi oleh operculum biasanya dengan kantung udara (renang ) .Sepuluh pasang saraf cranial .Suhu tubuh bervariasi . Gonad secara khas berpasangan .
Kepala tertutup di dalam suatu tengkorak sejati yang terdiri atas tulang rawan atau tulang pengganti dan membrane atau tulang dermal . sirip pada sebagian besar ikan bertulang di sangga oleh banyak jejari dermal parallel , pada crossopterygian , setiap pasangan sirip memiliki satu lobus sentral kuat yang berartikulasi dengan gelamng tungkai –sumber yang memungkinkan untuk kerangka tungkai pada vertebrata darat.
Ikan paling kecil adalah Philippine goby yang panjangnya hanya 10mm ,sebagian besar ikan memiliki panjang kurang dari 1m . Beberapa mencatat specimen besar terdiri atas ikan pecak dengan panjang 2,7m ikan cucut dengan panjang 3,65m dan Columbia river sturgeon dengan panjang 3,8m dan berat 712 kg.
BAB.III
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Ikan muncul dari laut kutub sampai ekuator ,mereka hidup bervariasi ,pada perairan terbuka ,pada dasar yang berpasir ,berbatu atau berlumpur. Sebagian besar ikan berenang melalui undulasi ekor dan sirip ekor ke arah lateral. Ada juga jenis ikan sejati atau bertulang yang di mana memiliki kerangka bertulang keras sisik yang terdiri atas beberapa jenis ,kelompok ikan tersebut memiliki banyak bentuk dan hidup di semua jenis perairan .
DAFTAR PUSTAKA
Sotorer Tracy I,Usinger Robert L. Pisces /Ikan ( Dasar-Dasar Zoologi /Pisces)
Langganan:
Postingan (Atom)