Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label biokimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biokimia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2013

cairan dalam tubuh

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Cairan yang terdapat dalam tubuh pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu cairan intrasel yang berfungsi sebagai medium bagi reaksi-reaksi metabolisme yang berlangsung dalam sel dan cairan ekstrasel yang berfungsi memberikan zat-zat yang diperlukan oleh sel. Manusia selalu bernapas untuk pemasukan oksigen dan pengeluaran oksigen. Sel memerlukan keduanya untuk melakukan aktivitas di dalam tubuh. Rumusan Masalah Cairan apa saja yang ada di dalam tubuh manusia? Bagaimana proses pernapasan? Bagaimana transpor oksigen dan karbondioksida? Tujuan Mengetahui cairan yang ada di dalam tubuh manusia Mengetahui proses pernapasan Mengetahui proses transpor oksigen dan karbondioksida   BAB II PEMBAHASAN Cairan tubuh Cairan yang terdapat dalam tubuh pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu cairan intrasel yang berfungsi sebagai medium bagi reaksi-reaksi metabolisme yang berlangsung dalam sel dan cairan ekstrasel yang berfungsi memberikan zat-zat yang diperlukan oleh sel. Cairan intrasel Cairan ini banyak mengandung senyawa organik dalam jumlah yang sangat besar, yang memungkinkan terjadinya reaksi-reaksi kimia dalam sel. Dalam cairan intrasel terdapat juga pula elektrolit, antara lain K+, Mg++, dan fosfat, serta Na+, Cl- bikarbonat dan sulfat dalam jumlah kecil dan salah satu senyawa yang penting yaitu glukosa. Sebagian besar cairan dalam sel mengandung sedikit lipid, yaitu lemak netral, fosfolipid, dan kolestrol. Lipid yang terdapat dalam cairan intrasel tidak larut karenanya terdapat dalam keadaan emulsi. Selain asam-asam amino juga terdapat dalam cairan intersel dalam jumlah yang lebih besar dari pada dalam cairan ekstrasel. Oksigen terdapat dalam konsentrasi yang relatif tinggi dan digunakan dalam reaksi oksidasi. Karbondioksida ditimbulkan oleh reaksi oksidasi tersebut dan segera berdifusi dari dalam sel. Cairan Ekstrasel Perbedaan yang mencolok antara cairan intrasel dan ekstrasel adalah pada konsentrasi elektrolit. Konstrasi Na+, Ca++, dan Cl- dalam cairan ekstrasel lebih besar dari cairan intrasel sedangkan konsentrasi K+, Mg++, dan fosfat dalam cairan intrasel jauh lebih besar daripada dalam cairan ekstrasel. Perbedaan konsentrasi elektrolit, khususnya K+ pada kedua cairan tersebut menyebabkan terjadinya potensial listrik yang berperan dalam sistem syaraf. Darah Darah mempunyai fungsi yang penting untuk manusia, yaitu untuk transpor oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru (pernapasan), transpor zat-zat yang diabsorbsi melalui dinding usus (gizi), transpor sisa metabolisme ke ginjal, paru-paru, kulit, dan usu untuk dibuang, mengatur suhu tubuh dengan meratakan panas tubuh, mengatur keseimbangan asam basa dalam tubuh, mengatur keseimbangan air melalui efek darah terhadap pertukaran air antara cairan yan bersirkulasi dengan cairan dalam jaringan, perlawanan terhadap peradanganm transpor hormon, dan transpor metabolit.Darah terdiri atas Plasma darah Plasma darah mengandung 90% sampai 92% air.peranan aor dlam darah besar sekali, sebab disamping sebagai pelarut zat-zat , air diperlukan untuk memelihara tekanan darah, kondisi osmotik, dan pengatur panas. Protein adalah zat padat yang yang paling banyak terdapat dalam plasma. Protein yang terdapat dalam plasma antara lain fibrinogen, albumin, dan globulin. Fibrinogen adalah protein yang menyebabkan terjadinya penggumpalan darah apabila kita terluka. Albumin dan globulin merupakan bagian besar dari protein yang terdapat dalam plasma yang berfungsi sebagai zat yang menentukan besarnya tekanan osmosis. Eritrosit Eritrosit atau sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang, yang menyebabkan warna merah pada darah yaitu hemoglobin. Eritrosit kurang mengandung air ,terdapat lipid dalam eritrosit yaitu kolesterol, lesitin, dan sefalin , dan juga terdapat protein yaitu stromatin, lipoprotein, dan elimin. Di dalam eritrosit juga terdapat enzim antaralain anhidase karbonat anhidase, peptidase, kolinesterase, dan enzim pada sistem glikolisis. Hemoglobin dalam darah dapat mengikat oksigen dari udara dan membentuk oksihemglobin. Dengan cara ini olsigen diperoleh dari udara melalui reaksi Hb + O2 ⇌ HbO2 Dalam proses respirasi diedarkan ke seluruh sel dalam jaringan – jaringan dan digunakan untuk memperoleh energi. Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum tulang, kemudian beredar keseluruh bagian tubuh melalui pembuluh darah. Jumlah eritrosit dalam darah relatif konstan, yakni sel darah baru dibentuk pada kecepatan yang sama dengan rusaknya sel lama. Apabila suatu sel rusak, Fe akan dilepaskan dari hemoglobin kemudian bergabung dengan transferin untuk disimpan dan digunakan lagi. Hemoglobin yang rusak menyebabkan terbentuknya bilirubin yaitu suatu zat berwarna kuning yang membentuk kompleks dengan albumin dan di bawa ke hati. Leukosit Leukosit melindungi tubuh terhadap penyakit. Leukosit juga diproduksi di dalam sumsum tulang. Leukosit berbeda dangan eritrosit karena tidak memiliki hemoglobin dan dapat keluar masuk dari sistem sirkularasi dan mencapai bagian-bagian jaringan. Leukosit berumur beberapa hari saja, apabila leukosit bekerja melawan suatu bakteri penyakit, maka sel leukosit sendiri jadi rusak. Beberapa jenis sel darah putih ialah Netrofil Sel darah putih yang penting guna melindungi tubuh dari serangan bakteri. Sel ini mempunyai diameter 12 mikron dan dapat ke luar dari pembuluh darah kapiler melalui pori-pori dengan cara diapedesis atau diperas keluar.   Monosit Berfungsi seperti netrofil yaitu membunuh bakteri penyakit, walaupun kemampuan kemotaksisnya lebih rendah dari netrofil tapi daya bunuhnya lebih besar. Eosinifil Sangat mirip dengan netrofil, yaitu mempunyai kemampuan kemotaksis, fagositosis, tetapi tidak begitu efektif. Basofil Mempunyai sifat seperti netrofil tetapi tidak sekuat netrofil. Proses penggumpalan darah Penggumpalan darah terjadi karena fibrinogen. Perubahan fibrinogen menjadi fibri di karenakan oleh trombin yang terdapat dalam jaringan darah sebagai protrombin. Pembentukkan protrombin tergantung pada adanya tromboplastin dan ion Ca++ . Tahap-tahap pengumpalan darah terjadi dalam tiga tahap yaitu Tahap I diawali dengan pembentukan tromboplastin yang terdiri atas bahan lipid. Kerusakan jaringan menyebabkan keluarnya keluarnya bahan lipid ke dalam cairan disekitarnya. Hal ini menyebabkan kerusakan pada jaringan yang kemudian melepaskan tromboplastin. Tromboplastin juga dapat dibentuk oleh trombosit secara tidak langsung. Trombosit yang rusak mengeluarkan sefalin, kemudian melalui serangkaian reaksi kimia denga protein plasma membentuk tromboplastin plasma. Tahap II pembentukkan trombindari protrombin dengan bantuan tromboplastin dan ion Ca++. Tromboplastin yang terbentu pada tahap idilepaskan ke dalam darah dan berkerja sebagai enzim dalam reaksi tahap II. Agar reaksi tahap II dapat berlangsung maka diperlukan ion Ca++ dan beberapa jenis protein. Tahap III pembentukan fibrin. Apabila trombin telah terbentuk, dapat menyebabkan perubahan fibrinogen menjadi fibrin. Trombin berkerja sebagi enzim untuk mengaktifkan molekul fibrinogen untuk membentuk molekul fibrin. Molekul fibrin ini berpolimerisasi dengan sesama monomerdan menghasilkan fibrin yang berbentuk benang . dalam bentuk benang ini fibrin dapat menangkap atau mengurung sel darah merah, sel darah putih, dan sel trobosit sehingga terbentuk gumpalan. Setelah terbentuk gumpalan, benang-benang fibrin secar perlahan-lahan mengkerut atau mengecil sehingga plasma darah terperas keluar dari gumpalan. Plasma yang keluar dari gumpalan tidak lagi mengandung fibrinogen karena telah diubah menjadi fibrin, oleh kerna itu disebut serum. Golongan darah Dalam darah seseorang terdapat suatu zat yang dapat menolak adanya protein asing yang terdapat dalam sel darah merah yang diberikan. Zat tersebut yang terdapat pada plasma penerima darah dapat menyebabkan rusaknya sel darah merah yang diberikan apabila golongan darahnya tidak sesuai. Beberapa jenis darah dapat di bedakan satu sama lain karena adanya aglutinogen pada sel darah merah. Aglutinogen ada dua yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Hal ini lah yang menyebabkan darah di golongkan menjadi emapt yaitu A, B, AB, dan O. Jika mengandung aglutinogen A maka golongan darahnya A, mengandung aglutinogen B maka golongan darahnya B, mengandung aglutinogen A dan B maka golongan darahnya AB, dan jika tidak mengandung kedua aglutinogen maka golongan darahnya O. Pernapasan Udara dalam paru-paru Sistem pernapasan terdiri atas paru-paru, trakea, glotis, faring, dan hidung. Sistem ini memcakup pertukaran antara dua buah gas yaitu oksigen dan karbondioksida yang berlangsung antara tubuh dengan lingkungannya. Dalam proses pernapasan udara dihirup melalui hidung dan mengisi rongga-rongga dalam paru-paru. Alveoli adalah rongga kecil dalam paru-paru yang menjadi tempat berlangsungnya difusi oksigen ke dalam pembuluh kapiler. Volume udara yang ditiup setiap kali bernapas secara normal kira-kira 500 ml dan setiap menit orang bernapas 12 kali dalam semenit dengan demikian udara udara yang masuk keluar adalah 6 liter per menit. Bila bernapas sedalam-dalamnya maka volume rata-rata udara yang masuk 3.000 ml, sebaliknya pada hembusan napas yang maksimal orang normalmampu mengeluarkan rata-rata 1.100 ml. Apabila orang bernapas 12 kali dalam satu menit maka volume udara yang mencapai alveoli adalah 4.200 ml. Kelarutan zat Masing-masing gas mempunyai tekanan parsial sesuai dengan presentasenya. Keseluruhan jumlah tekanan parsial gas sama dengan tekanan udara di atmosfer. Tekanan parsial N2 lebih besar dari oksigen, karena presentase N2 dalam udara lebih besar dari O2. Apabila suatu gas berhubungan dengan zat cair, maka sebagian gas larut dalam zat cair tersebut. Kelarutan gas dalam zat cair tergantung pada suhu dan tekanan parsial gas tersebut. Tekanan parsial O2 dan CO2 pada berbagi kompartemen dalam tubuh dapat dilihat pada gambar di bawah ini   Gambar Tekanan Parsial Oksigen Dan Karbondioksida Transpor Oksigen Transpor oksigen dampai masuk ke dalam sel melalui tahap-tahap sebagai berikut Tahap I oksigen dalam atmosfir masuk de dalam paru-paru pada waktu kita menarik napas. Tahap II darah mengalir dari jantung menuju paru-paru untuk mengambil oksigen yang berada di dalam alveoli. Karena adanya perbedaan tekanan parsial itu, apabila darah tiba pada pembuluh kapiler yang berhubungan dengan membran alveoli, maka oksigen yang berada dalam alveoli, maka oksigen yang berada dalam alveoli dapat berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler. Tahap III oksigen yang telah berada di dalam pembuluh darah diedarkan ke seluruh tubuh. Hal ini dapat dilakukan melalui dua mekanisme yaitu oksigen larut dalam plasma darah dan oksigen terikat pada hemoglobin dalam sel darah merah. Sebagian besar oksigen dalam darah dalam darah diedarkan dengan mekanisme kedua, hanya sebagian kecil yang larut dalam plasma. Tahap IV sebelum sampai pada sel yang membutuhkan, oksigen dibawa melalui cairan interstisial lebih dahulu. Perbedaan tekanan parsial oksigen dalam pembuluh alteri dengan tekanan oksigen dalam cairan interasel menyebabkan terjadinya difusi oksigen yang cepat dari pembuluh kapiler ke dalam cairan interstisial. Tahap V oksigen dari cairan interstisial berdifusi masuk ke dalam sel. Dalam sel oksigen ini digunakan untuk reaksi metabolisme. Transpor karbondioksida Karbondioksida terjadi oleh reaksi oksidasi dalam sel. Pada proses oksidasi digunakan oksigen dan dihasilkan CO2 dalam jumlah banyak. Perbedaan tekanan yang cukup besar antara CO2 yang berada dalam sel, cairan interstisial, dan dalam pembuluh darah vena mengakibatkan terjadinya difusi CO2 keluar dari sel, masuk ke cairan interastisial dan kemudian masuk ke dalam pembuluh vena untuk di angkut ke paru-paru dan di lepaskan dari pembuluh darah ke dalam alveoli.Transpor karbondioksida dapat dilakukan melalui dua mekanisme. Yang pertama bergabung dengan hemoglobin membentuk karbaminohemoglobin dan yang kedua membentuk asam karbonat. Molekul CO2 dalam reaksi ini diikat pada gugus _NH2, membentuk gugus _COOH. Secara sederhana karbaminohemoglobin sebagai berikut Hb NH2 + CO2 ⇌ Hb NH COOH hemoglobin karbaminohemoglobin Pada transport CO2 berkaitan erat dengan transpor O2 sebagai oksihemoglobin. Dalam pembuluh kapiler yang terdapat pada jaringan berlangsung reaksi pelepasan O2 yang digunakan oleh sel-sel dan pengangkutan CO2 yang terjadi dalam sel. Dari dalam sel CO2 berdifusi ke dalam pembuluh kapiler (vena). Karbondioksida dengan adanya bantuan enzim karbonat dalam sel membentuk asam karbonat dengan cepat. Akibat dari banyak terbentuknya asam karbonat dalam jumlah banyak, maka dalam sel terdapat ion H+ ddan HCO3- dalam jumlah banyak, agar pH dalam sel darah tidak menjadi rendah, maka ion H+ segera bereaksi dengan oksihemoglobin menghasilkan hemoglobin dan oksigen. Oksigen yang terbentuk berdifusi keluar dari sel darah dan masuk ke dalam sel jaringan untuk digunakan. Karbondioksida yang bereaksi dengan oksihemoglobin membentuk karbohemoglobin dan oksigen. Ion HCO3- yang banyak terdapat dalam sel darah berdifusi keluar dari sel dan tinggal dalam plasma, sebagai gantinya ion Cl- yang trdapat dalam plasma masuk ke dalam sel. Jadi, CO2 diangkut dari sel menuju paru-paru menuju ke paru-paru sebagai ion HCO3- dari ion inilah CO2 dilepaskan ke dalam alveoli. Pada pembuluh darah vena yang berada pada dinding alveoli terjadi pelepasan CO2 dan proses penerimaan O2. Dalam plasma terjadi reaksi penguraian H2CO3 menjadi h2o dan CO2 yang berjalan lambat. Oksigen yang masuk ke dalam darah dari alveoli mengadakan reaksi dengan hemoglobin dan ion H+. Selanjutnya ion H+ yang terjadi bereaksi dengan ion HCO3- yang diangkut dan membentuk H2CO3 yang dengan cepat terurai menjadi H2O dan CO2. Selain itu O2 yang diterima juga bereaksi dengan Hb CO2- yang diangkut dan menghasilakan Hb 02- dan C02. Ion HCO3- yang diangkut dalam plasma masuk ke dalam sel darah dan bereaksi dengan ion H+. Untuk mengimbangi kekurangan ion negatif pada plasma, maka ion Cl- keluar lagi dari dalam sel darah dan masuk ke dalam plasma. Pada pembuluh kapiler dekat alveoli terjadi proses ion HCO3- dari plasma masuk ke dalam sel darah sedangkan ion Cl- keluar lagi dari sel darah dan masuk kembali dalam plasma darah. Darah yang telah melepas CO2 dan menerima O2 beredar lagi ke sel jaringan.   BAB III PENUTUP Kesimpulan Cairan tubuh terdiri atas cairan intrasel dan cairan ekstrasel. Cairan ekstrasel terdiri atas darah, plasma darah, eritrosit, leukosit. Penggumpalan darah terjadi karena fibrinogen yaitu protein yang larut dalam plasma yang membentuk fibrin. Perbedaan golongan darah terjadi karena adanya aglutinogen A dan B. Disaat kita bernapas terjadi transpor oksigen dan karbondioksida yang nantinya akan diedarkan ke seluruh tubuh dan di keluarkan ke udara bebas.   Daftar pustaka Poedjiadi, Anna. 2009. Dasar-dasar biokimia.Universitas Indonesia.Jakarta

Kamis, 27 Desember 2012

STRUKTUR SEL DAM MEMBRAN SEL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sel merupakan unit terkecil makhluk hidup, baik dalam dunia hewan maupun dunia tumbuhan. Sel terdiri atas protoplasma yaitu isi sel yang terbungkus oleh suatu membran atau selaput sel. Pada tahun 1957 Dougherty menggunakan dua istilah sel, yaitu prokariotik dan eukariotik. Sel prokariotik adalh sel yang mempunyai susunan atau komponen yang sederhana. Artinya di dalam protoplasma tidak ada organel atau bagian-bagian sel selain inti yang secara terpisah terbungkus oleh membran. Sistem pernapasan sel berkaitan dengan membran plasma. Oksigen dari luar sel masuk ke dalam plasma melalui membran dan karbondioksida dikeluarkan dari dalam sel melalui membran inti ini pula. Sebagai contoh sel prokariotik ialah bakteri. Sel eukariotik mempunyai susunan dan komponen yang lebih kompleks. Di dalam plasma sel terdapat inti sel dan organel lain yang secara terpisah terbungkus oleh membran, misalnya mitokondria, ribosom dan lain-lainnya. Pada sel eukariotik pernapasan sel berlangsung pada mitokondria. Oksigen dari luar sel masuk ke dalam sel melalui membran mitokondria. Dalam mitokondria oksigen digunakan dan karbondioksida yang terbentuk dikeluarkan dari dalam sel melalui membran plasma. Tubuh manusia terdiri atas berjuta-juta sel yang mempunyai berbagai bentuk. Sel-sel yang sama atau mirip bentuknya secara bersama-sama membentuk jaringan tertentu, misalnya jaringan otot, jaringan syaraf dan lain-lain. Ada sel yang mempunyai bentuk bulat pipih, bentuk serabut panjang, bentuk kubus dan lain-lain. Beberapa contoh bentuk sel ialah sel pada jaringan penghubung, sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit), sel jaringan syaraf sel otot dan sel ginjal. Selain bentuk sel yang berbeda-beda, ukuran sel pun bermacam-macam. Sel eritrosit mempunyai diameter 0.0008 mm, sel otot berukuran panjang 4 cm, sel syaraf dapat mencapai ukuran panjang 70 cm dengan diameter 0,125 mm. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat kami ambil sebagai berikut: 1. Bagaimanakah struktur dari sel? 2. Apakah fungsi dari beberapa organel sel? 3. Apakah fungsi difusi melalui membran sel? 4. Bagaimanakah proses transpor aktif melalui membran sel? C. Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini antara lain: 1. Ingin mengetahui struktur dari sel. 2. Ingin mengetahui fungsi dari beberapa organel sel. 3. Ingin mengetahui fungsi difusi melalui membran sel. 4. Ingin mengetahui proses transpor aktif melalui membran sel.   BAB II PENDAHULUAN A. Struktur dan Fungsi Sel 1. Membran sel Sel terbungkus oleh suatu membran semipermeabel selektif, yaitu yang memisahkan bagian dalam sel dengan lingkungan luarnya. Membran ini biasanya disebut juga membran sel karena membungkus plasma sel. Dengan adanya membran ini, sel dapat mengatur lingkungan dalamnya untuk kepentingan tertentu, menggunakan energi untuk memeperthankan lingkungan dalam sel, walaupun lingkungan luar sel mengalami perubahan. Membran ini juga berfungsi membatasi perpindahan zat-zat yang terlibat reaksi yang terjadi dalam sel maupun masuknya zat-zat dari luar sel. Membran ini memiliki sifat dapat memilih atau melakukan seleksi zat-zat dari dalam sel yang boleh keluar dari sel atau zat-zat dari luar sel yang boleh masuk ke dalam sel. Membran sel ini bahkan memungkinkan terjadinya pemindahan zat dari konsentrasi yang rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi, jadi melawan atau bertentangan dengan gradien konsentrasi. Membran sel mempunyai ukuran tebal antara 75 sampai 100 Angstrom dan bersifat elastis. Analisis kimia menunjukkan bahwa membran sel terdiri atas 60% protein dan 40% lipid. Protein dalam membran terutama ialah stromatin, yaitu suatu jenis protein yang bersifat elastis dan tidak dapat larut. Adapun lipid yang membentuk membran sel terdiri atas 65% fosfolipid, 25% kolesterol dan 10% lipid yang lain. Susunan kimia membran ini ternyata tidak selalu sama, tetapi berbeda untuk sel-sel yang berbeda jenisnya. Membran sel dibentuk oleh beberapa lapisan, yaitu lapisan lipid di bagian tengah dan di lapisi oleh lapisan protein. Di tengah-tengah lapisan lipid terdapat cairan yang memisahkan lapisan lipid. Molekul lipid tersusun sedemikian rupa sehingga merupakan lapisan bagian dalam. Bagian molekul lipid yang bersifat polar berikatan dengan molekul protein, sedangkan bagian non-polar berada di bagian dalam bersama dengan cairan yang terdapat dilapisan tengah. Adanya lapisan protein di bagian luar menjadikan membran sel bersifat hidrofil, artinya molekul air dapat dengan mudah menempel pada membran. Pada membran terdapat pori-pori, yaitu lubang-lubang yang sangat kecil dengan diameter kira-kira 7 Angstrom. Diperkirakan sebagian dari molekul-molekul yang berukuran kecil dapat masuk ke dalam sel melalui pori ini. Sejumlah enzim terdapat pada membran sel dan berfungsi sebagai katalis dalam beberapa metabolisme, sehingga membran sel dapat menjadi tempat berlangsungnya reaksi metabolisme. 2. Sitoplasma Sitoplasma adalah fase cair dalam sel yang mengandung berbagai macam konsituen berupa organel sel, antara lain mitokondria, ribosom dan lain-lain. Zat-zat yang terlarut dalam sitoplasma antara lain protein, RNA, metabolit untuk digunakan oleh sel (misalnya glukosa), elektrolit dan beberapa sisa dari hasil kegiatan sel, misalnya urea, kreatini, asam urat, enzim-enzim yang digunakan untuk proses glikolisis, yaitu pengubahan glukosa menjadi asma piruvat dan laktat, serta enzim untuk biosintesis asam lemak terdapat dalam sitoplasma. Sitoplasma yang terletak dekat membran sel lebih kental disebut ektoplasma dengan membran inti disebut endoplasma. Beberapa organel yang terdapat pada sitoplasma adalah endoplasmik retikulum, mitokondria, lisosom, mikrosom, granula, kompleks golgi dan lain-lain. a. Endoplasmik Retikulum Dibeberapa tempat, membran sel membentuk kosong-kosong kecil yang masuk ke bagian dalam sitoplasma dan membentuk jaring-jaring. Lorong-lorong kecil ini disebut endoplasmik retikulum. Di bagian dalam sel, endoplasmik retikulum berhubungan dengan membran sel. Diperkirakan endoplasmik retikulum ini digunakan sebagai saluran zat-zat dari inti sel ke seluruh bagian sitoplasma. Pada dinding endoplasmik retikulum terdapat partikel-partikel yang disebut ribosom. Ribosom terdapat dalam jumlah banyak pada dinding endoplasmik retikulum dan mempunyai susunan kimia 50% RNA dan 50% protein. Biosintesis protein berlangsung dalam ribosom, karena itu sel yang memproduksi protein dalam jumlah besar mengandung banyak ribosom. b. Mitokondria Mitokondria terdapat dalam semua sel, hanya jumlahnya bervariasi dari beberapa ratus hingga beberapa ribu. Mitokondria berbentuk bulat panjang dengan berbagai ukuran, mempunyai membran ganda yaitu membran dalam dan membran luar. Membran dalam membentuk lipatan-lipatan yang disebut kristae, di mana terdapat enzim-enzim oksidase, bagian dalam miokondria terisi oleh zat yang kental, disebut matriks. Dalam mitokondria ini berlangsung proses oksidasi zat-zat dalam makanan yang menghasilkan energi. Energi yang terjadi dari proses oksidasi ini digunakan untuk membentuk molekul ATP. Bila diperlukan molekul ATP ini dapat memberikan energi yang disimpannya. Jadi dapat dikatakan bahwa mitokondria adalah tempat pembangkit energi sel. Zat-zat dalam makanan dioksidasi oleh beberapa enzim pada mitokondria melalui reaksi-reaksi dalam siklus asam sitrat, di mana terjadi reaksi dehidrogenerasi dan dekarboksilasi. Proses ini membutuhkan oksigen yang dengan ion hidrogen dan elektron yang dilepaskan pada reaksi dalam siklus asam sitrat itu akan membentuk molekul air. Rangkaian reaksi perpindahan elektron dapat menimbulkan energi yang dapat digunakan untuk membentuk ATP. Proses ini disebut pernapasan sel karena melibatkan penggunaan oksigen. c. Lisosom Lisosom merupakan organel sel yang mempunyai diameter antara 250-750 milimikron, berisi sejumlah besar partikel kecil dengan diameter berukuran 55-80 Angstrom. Dalam partikel ini terdpat enzim-enzim yang bekerja pada proses hirolisis, khususnya hidrolis terhadap molekul-molekul besar. Sebagi contoh protein besar akan terhidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Pada sel-sel yang mati, lisosom pecah dan enzim yang bekerja pada proses hidrolisis masuk ke dalam sitoplasma dan menyebabkan terjadinya proses hidrolisis dalam sel sendiri sehingga sel akan rusak. Dalam sel darah putih atau leukosit terdapat lisosom yang berguna dalam merusak bakteri yang dapat ditangkap oleh sel leukosit tersebut. d. Kompleks golgi Kompleks golgi terletak didekat inti sel dan mempunyai hubungan dengan endoplasmik retikulum. Dalam kompleks golgi berlangsung reaksi pembentukan glikoprotein, yaitu gabungan karbohidrat dengan protein. Protein yang terbentuk dari asam-asam amino dalam ribosom dibawa ke endoplasmik reikulum, kemudian diteruskan ke dalam kompleks golgi di mana berlangsung reaksi dengan karbohidrat membentuk glikoprotein. Di samping itu kompleks golgi berfungsi mengatur keadaan membran sel, yaitu mengatur pemisahan zat-zat ke dalam sitoplasma dan keluar dari sel melalui membran sel. 3. Inti Sel Inti sel merupakan pusat sel yang mengatur reaksi-reaksi yang berlangsung dalam sel dan juga reproduksi sel. Bentuk inti sel umunya bulat dan terletak di bagian tengah sebuah sel. Inti sel terpisah dari sitoplasma oleh membran inti. Di dalam inti se terdapat nukleoplasma yaitu cairan kental, dan nukleolus yaitu bagian yang lebih padat tetapi tidak terbungkus oleh suatu membran. Inti sel terutama mengandung asma ribonukleat (RNA) dan ini membuktikan bahwa disini terjadi sitesis RNA yang kemudian dibawa ke dalam ribosom.membran inti terdiri atas dua lapisan yang mempunyai pori-pori yang berukuran 400 sampai 700 Angstrom. Pori-pori ini cukup besar untuk dapat di lalui oleh molekul protein dari dalam inti ke dalam sitoplasma. Dalam inti tedapat kromatin atau kromosom yang terdiri atas serat-serat DNA yang bergabung ddengan histon. Inti sel juga mengandung beberapa enzim antara lain DNA polimerase, RNA polimerase dan enzim yang digunakan dalam proses glikolisis maupun dalam siklus asam sitrat. Dalam nukleolus terdapat enzim-enzim RNA polimerase, RNA ase, NADP pirofosforilase, ATP ase, tetapi tidak terdapat DNA polimerase. 4. Transportasi Melalui Membran Membran sel berfungsi mengatur zat-zat yang masuk ke dalam sel maupun yang ke luar dari sel. Ada beberapa cara metabolit berpindah melalui membran sel. a. Difusi biasa Metabolit yang mempunyai bobot molekul rendah dapat berdifusi melalui membran. Proses difusi dapat berlangsung apabila ada perubahan konsentrasi antara kedua yang dipisahkan oleh membran. Dalam [proses difusi ini zat yang terlarut dapat berpindah dari larutan berkonsentrasi tinggi ke larutan konsentrasi rendah, hingga tercapai keadaan keseimbangan. Pada keadaan keseimbangan, konsentrasi kedua larutan sama besar. b. Osmosis Tidak semua molekul dapat bergerak melalui suatu membran. Demikian pula tidak semua membran dapat di lalui dengan leluasa oleh berbagai molekul. Membran demikian disebut dengan membran semipermiabel atau permeabel selektif. Proses osmosis adalah proses perpindahan pelarut suatu zat melalui membran permeabel selektif. Sebagai pelarut zat-zat pada makanan dalam tubuh ialah air. Oleh karena itu osmosis yang terjadi ialah proses perpindahan air melalui membran sel. Perpindahan air berlangsung dari alrutan yang encer ke dalam larutan yang lebih pekat dsn mengskiatkan terjadinya suatu tekanan dari zat cair yang disebut tekanan osmosis. Sel dalam tubuh di kelilingi cairan tertentu yanfg mempunyai tekanan osmosis yang sama dengan cairan atau plasma sel. Dalam hal ini kedua cairan itu disebut isotonik. Sel darah merah bersifat isotonik terhadap plasma darah di luar sel. Apabila sel darah merah di tempatkan pada air destilasi atau cairan yang mempunyai tekananosmosis lebih rendah (hipotonik) maka air akan masuk ke dalam sel darah merah, sehingga sel akan menggelembung dan pecah. Sebaliknya bila sel darah ditempatkan pada larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih besar (hipertonik) daripada sel darah merah, maka air akan keluar dari dalam sel sehingga sel akan mengecil c. Transpor pasif Pada dasarnya proses transpor pasip sama dengan difusi biasa, yaitu berlangsung dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah.zat yang berdifusi pada proses difusi biasa tidak mengalami suatu perubahan selama proses berlangsung. Di samping itu kecepatan difusi tergantung pada selisih konsentrasi zat yang terlarut selama proses berlangsung, artinya apabila selisih konsentrasi menurun, maka kecepatan difusi juga menurun. Kenaikan suhu 10 derajat akan menaikkan kecepatan difusi kira-kira sebesar 1,4 kali. Pada proses transpor pasif, senyawa yang berdifusi diikat oleh suatu senyawa lain yang terdapat dalam membran, kemudian di angkut ke pihak lain dan di lepaskan lagi dalam bentuk senyawa semula. Senyawa yang mengangkut zat yang berdifusi dinamakan “pengangkut”. Ada beberapa karakteristik pada proses transpor pasif. 1. Proses transpor pasif ini memperlihatkan adanya kecepatan maksimum. Pada konsentrasi yang sama, kecepatan awal transpor pasif lebih besar pada difusi biasa. Kecepatan difusi maksimum terdapat pada konsentrasi besar, karena pengangkut sudah jenuh, sehingga tidak mungkin menampung atau mengikat senyawa lagi. 2. Proses difusi atau transpor pasif ini mempunyai kekhasan bagi zat yang berdifusi. Sebagai contoh sel eritrosit beberapa vertebrata mempuyai sistem transfor melalui membran yang dapat mempermudah atau mempercepat masuknya D-glukosa atau monosakarida yang strukturnya mirip glikosa, tetapi tidak mempunyai aktivitas semacam itu terhadap D-fruktosa atau suatu disakarida laktosa. Kekhasan lain bersifat kekhasan ruang. Sebagi contoh sistem transfor pada membran sel hewan lebih aktif terhadap L-asam amino daripada isomer D-asam amino. Dengan adanya karakteristik yang kedua ini, dikemukakan anggapan bahwa pada molekul pengangkut terdapat bagian yang khas untuk berikatan dengan zat yang diangkut berdifusi. Hal ini analog dengan pembentukan kompleks enzim substrat. 3. Transport pasif ini dapat di hambat secara khas pula. Apabila zat yang struturnya mirip dengan zat yang berdifusi, maka ada kemungkinan terjadi hambatan. Zat yang menghambat dapat membentuk ikatan dengan molekul pengangkut, sehingga bagian yang khas terpakai oleh inhibitor. Dengan demikian tidak terjadi ikatan antara zat yang berdifusi dengan molekul pengangkut. d. Transport aktif Pada proses transport aktif, suatu zat berpindah dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat tinggike tempat yang berkonsentrasi rendah. Sebaliknya ada pula ion-ion yang dapat berpidah dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi. Pada umunya orang sependapat bahwa perpindahan suatu zat yang bertentangan dengan gradient konsentrasi, merupakan proses perindahan aktif atau transport aktif dengan menggunakan sejumlah energy yang diperoleh dari dalam sel. Enerrgi yang digunakan berasal dari molekul ATP. Dengan demikian apabila pembentukan energi dala sel di hambat ole suatu inhibitor, maka transport aktif secara tidak langsung ikut terhambat. Ada beberapa kemungkinan mekanisme transport aktif yang dikemuukakan orang. Zat (A) masuk ke dalam membran dari luar, kemudian dalam membran mengalami proses kimia seperti fosforilasi, tetapi kembali seperti keadaan semula (A) pada waktu masuk ke dalam sel. Reeaksi fosforilasi melibatka ATP sebagai sumber energy dan gugus fosfat yang diikat pada molekul zat A, akan dileps lagi sebagai gugus fosfat anorgani. Mekanisme kedua mengemukakan adanya molekul X sebagai pengangkut zat A. Sebelum berkatan dengan molekul A, zat X mengalami perubahan konformasi menjadi X. Perubahan ini menggunakan energy dari ATP yang berubah menjadi ADP. Setelah terjadi X, maka zat A yang masuk ke dalam membrane sel bergabung dengan X membentuk kompleks.   BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Struktur sel itu tersusun atas membran sel, sitoplasma, inti sel, dan lain-lain. Sitoplasma adalah fase cair dalam sel yang mengandung berbagai macam konsituen berupa endoplasmik retikulum, mitokondria, lisosom, mikrosom, granula, kompleks golgi dan lain-lain. Adapun inti sel merupakan pusat sel yang mengatur reaksi-reaksi yang berlangsung dalam sel dan juga reproduksi sel. B. Saran Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memotivasi kami dalam membuat makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak atau kalangan.

Jumat, 12 Oktober 2012

pencernaan makanan

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Hewan maupun manusia memperoleh zat makanan yang berasal dari tumbuhan danhewan lain. Zat makanan adalah unsur-unsur yang terkandung dalam makanan atau bahanrnakanan. Sedangkan bahan makanan adalah segala sesuatu yang diolah menjadi makanan.Satu macam bahan makanan saja tidak dapat memenuhi semua kebutuhantubuh terhadap berbagai zat makanan, karena masing-masing bahan makanan mengandung zat makananvang berbeda-beda baik macamnya maupun jumlahnya.Unsur makanan vang diperlukan oleh tubuh manusia tidak kurang dari 40 macam.Dari bermacm-macam unsur makanan tersebut dapat dibedakan rnenjadi enam unsur dasar,yaitu karbohidrat, protein, lemak, garam mineral , vitamin dan air. Karbohidrat Sumber karbohidrat antara lain beras, jagung, gandum, kentang, ubi-ubian, buah- buahan, dan madu. Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Tubuh manusiamenyimpan karbohidrat di organ hati dan otot.Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan busung lapar (kwarsiorkor). Protein Protein antara lain didapat dari hewan: daging, susu, ikan, telur, dan keju. Sedangkan protein dari tumbuhan ddapat dari biji-bijian. Fungsi utama protein adalah sebagai komponenstruktural dan fungsional. Fungsi struktural berhubungan dengan fungsi pembangun tubuh, pengganti sel-sel yang rusak. Sebagai komponen fungsional berkaitan dengan fungsinyasebagai komponen enzim yang mengkatalisasi proses-proses biokimia sel. Lemak LemakSumber lemak hewani antara lain: lemak daging, mentega, susu, ikan basah, telur,minyak ikan, sedangkan sumber lemak nabati adalah: kelapa, kemiri, kacangkacangan,alpukat, dan lain-lain.Lemak berfungsi sebagai sumber dan cadangan energi.Lemak disimpan di jaringan bawah kulit. Vitamin Vitamin dapat berfungsi sebagai ko-enzim, yaitu suatu zat yang memacu bekerjanyasuatu enzim. Terdapat dua kelompok vitamin, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan tidak larut dalam lemak.Vitamin larut dalam lemak mempunyai sifat dapat disimpan. Bila jumlahyang tersedia lebih banyak dari yang diperlukan tubuh, akan disimpan di dalam lemak dalamwaktu yang cukup lama. Berbeda dengan vitamin yang tidak larut dalam lemak, bila masukanvitamin melebihi jumlah yang diperlukan oleh tubuh, kelebihannya akan dibuang ke luar tubuh. K ekurangan vitamin akan menyebabkan defisiensi (avitaminosis), contoh: a.kekurangan vitamin A, menderita rabun senja b. kekurangan vitamin B1, menderita beri-beric. kekurangan vitamin B1, menderita anemia d. kekurangan vitamin C, menderita skorbut e.kekurangan vitamin D, menderita rachitis f. kekurangan vitamin K, darah sukar membeku g.kekurangan vitamin E, menderita infertil (organ kelamin tidak subur). Garam mineral Garam mineral dibutuhkan secara sendiri-sendiri maupun kelompok. Masing-masingmempunyai peranan tertentu di dalam tubuh. Beberapa contoh penyakit kekurangan mineralantara lain: a.Kekurangan Ca (kalsium): darah sukar membeku, kejang otot, gangguan penulangan. b.Kekurangan Fe (zat besi) : menderita anemia c.Kekurangan I (iodium) :menderita gondok. Air Penyusun terbanyak tubuhmu adalah air. Air berperan dalam berbagai proses dalamtubuh, baik proses pencernaan maupun dalam reaksi-reaksi kimia. Air merupakan pelarutyang baik. Oksigen dan nutrien-nutrien dalam makanan tidak dapat memasuki sel-sel tanpaair. Air juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh.Untuk bisa digunakan sebagai sumber energy, makanan tersebut harus dicernaterlebih dahulu. Pada dasarnya makanan yang masuk kedalam mulut kita masih berbentuk potongan atau keratin yang masih mempunyai ukuran yang relative besar, misalnya nasi,keratan kentang, potongan daging atau telur, potongan sayur-sayuran atau buah-buahan. Makanan ini untuk dapat ditelan, perlu mengalami perubahan bentuk maupun ukurannya,yaitu diubah menjadi potongan dengan ukuran yang lebih kecil. Pengubahan makanan sejak awal hingga menjadi bentuk molecular yang siap untuk diserap oleh dinding usus, disebut pencernaan makanan. Proses pencernaan makanan bisadilakukan secara mekanis dan kimiawi.Pencernaan makanan secara mekanis dilakukan olehgigi-gigi di dalam mulut, dan secara kimiawi oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh saluran pencernaan. Proses ini berlangsung pada system pencernaan makanan yang terdiri dari beberapa organ tubuh, yaitu mulut, lambung, dan usus dengan bantuan pancreas dan empedu. B. Rumusan Masalah 1 .Apa saja alat-alat pencernaan pada manusia? 2. Menganalisis pencernaan pada mulut ? 3. Menganalisis pencernaan pada lambung ? 4. Menganalisis pencernaan pada usus ? C.Tujuan 1.Dapat mengetahui alat-alat pencenaan pad manusia. 2.Dapat mengetahui system kerja pencernaan pada mulut. 3.Dapat mengetahui system kerja pencernaan pada lambung. 4.Dapat mengetahui system kerja pencernaan pada usus. BAB II PEMBAHASAN A.Alat-alat dalam system pencernaan Proses pencernaan makanan terjadi di beberapa organ tubuh yaitu mulut, lambung dan usus. Dan bagian-bagian yang membentuk saluran pencernaan adalah: a) Mulut, yang didalamnya terdapatalat-alat berupa gigi, lidah dan kelenjar ludah. b) Tekak atau faring, penghubung rongga mulut dengan kerongkongan; pada bagian initerdapat persimpangan antara saluran pencernaan dengan saluran pernapasan c) Kerongkongan atau esophagus, saluran memanjang yang menghubungkan tekak denganlambung atau ventrikulus. d) lambung atau gaster/ventrikulus, pembesaran saluran pencernaan yang membentuk kantong. e) Usus halus atau intestinum tenue, terdiri atas usus dua belas jari (duodenum), usus kosong(jejunum), dan usus penyerapan (ileum). f) Usus buntu (sekum). g) Usus besar (intestinum krasum), terdiri atas usus tebal (kolon), dan poros usus (rectum). h) Anus atau lubang pelepasan. Gambar Saluran Pencernaan B. Pencernaan dalam Mulut Pada rongga mulut inilah makanan mulai dicerna, baik secara mekanis maupunkimiawi. Pencernaan mekanik adalah proses memecah makanan secara fisik menjadi bagian- bagian yang lebih kecil. Hasil proses mencerna secara mekanik akan dilanjutkan dengan pencernaan kimiawi. Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan susunan molekulmakanan dengan bantuan kerja enzim. Di dalam rongga mulut terdapat alat-alat yangmembantu berlangsungnya kedua macam pencernaan tersebut, seperti gigi, kelenjar air liur atau ludah dan lidah.Di dalam mulut, pencernaan secara mekanik terjadi dengan bantuan gigi dengan jalandikunyah. Selama pengunyahan, gigi dengan berbagai ragam bentuk akan memotong,melumat, dan menggerus makanan, yang membuat makanan tersebut lebih mudah ditelan danmeningkatkan luas permukaannya. Gambar Bagian dalam Mulut dan Susunan Gigi Pencernaan secara kimiawi dibantu oleh air liur yang mengandung enzim. Di dalammulut, makanan dihancurkan menjadi partikel-partikel yang ukurannya lebih kecil. Partikeltersebut akan dipecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil oleh enzim yang dihasilkanoleh kelenjar yang terdapat di bagian bawah telinga, bagian bawah lidah dan di dekatgeraham. Zat makanan yang mengalami pencernaan kimiawi di mulut adalah zat tepung(amilum). Enzim yang bekerja memecah molekul zat tepung disebut enzim amilase. Enzimamilase mengubah amilum menjadi zat gula yang disebut maltosa.Selama penghancuran, kelenjar yang ada disekitar mulut mengeluarkan cairan yangdisebut saliva atau ludah. Ada 3 kelenjar yang mengeluarkan saliva, yaitu kelenjar parotid (ada dibagian atas mulut di depan telinga, kelenjarsublingual(paling kecil, terletak di bawah lidah bagian depan, dan kelenjar Submandi bular/submak silar(dibelakang kelenjar sublingual). Gambar Kelenjar Saliva Setiap hari kelenjar saliva mengeluarkan sekitar 1 - 1,5liter saliva. Saliva terdiri atas99,24% air dan 0,58% terdiri atas Ca++, Mg++, Na+,K +,PO43-, Cl-, HCO3-, SO42- dan zat-zatorganic seperti musin dan enzim amylase atau ptyalin. Musin ialah suatu glukoprotein bersifat kental dan licin yang berfungsi membasahi dan melumasi makanan sehinggamakanan mudah untuk ditelan. Musin dihasilkan oleh kelenjar Sublingual dan kel.Submandibular. Sedangkan ptyalin sebagai ezim amylase dihasilkan oleh kel.Parotid. Salivamempunyai pH antara5,75- 7,05. Enzim ptyalin dalam saliva adalah suatu enzim amylaseyang berfungsi untuk memecah molekul amilum menjadi maltose dengan proses hidrolisis.Enzim ptyalin bekerja optimal pada pH6,6. Enzim ptyalin mulai tidak aktif pada pH 4,0,sehingga enzim ini di dalam lambung hanya dapat bertahan selama 15-30 menit saja (pHlambung 1,6-2,6). Rangsangan yang menyebabkan pengeluaran saliva dari kelenjar saliva adalah pikirantentang makanan yang disenangi, adanya bau makanan yang sedap, atau melihat makananyang diharapkan, sehingga menimbulkan selera. Rangsangan yang demikian ini disebut rangsangan reflex. Rangsangan karena adanya makanan dalam mulut disebutrangsangan mekanik , sedangkan rasa makanan yang lezat atau manis dapat menimbulkan rangsanganyang disebut rangsangan kimiawi. Lidah Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan dalam mulut. Lidah akanmengecap makanan, memanipulasinya selama pengunyahan, dan membantu membentuk makanan menjadi sebuah bola yang disebut bolus. Selama penelanan, lidah akan mendorong bolus ke bagian belakang rongga mulut dan akhirnya ke dalam faring. Selain itu lidah juga berfungsi untuk mengecap / merasakan makanan, yaitu rasa asin, manis, pahit, dan masamserta peka juga terhadap dingin, panas, dan tekanan. C. Pencernaaan dalam Lambung Lambung berada pada sisi kiri rongga abdomen, persis di bawah diafragma. K arenaorgan besar ini dapat menyimpan keseluruhan makanan yang dimakan dalam satu waktu,maka kita tidak perlu makan terus-menerus.Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah yaitu daerah kardiak, fundus dan pylorus. a.K ardiak adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanandari kerongkongan. b. Fundus adalah bagan tengah, bentuknya membulat. c.Pylorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus dua belas jari / duodenum .Di dalam lambung makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung tersusun daritiga lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong.K ontraksi dari ketigamacam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltic (gerak menggelombang).Gerak peristaltic menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk.Perpindahan makanan dari mulut hingga ke lambung juga terjadi karena adanyagerakan peristaltic pada esophagus yang dibantu oleh adanya mucus, yaitu suatu mukoproteinyang merupakan pelumas dan juga melindungi esophagus dengan membentuk lapisan tipis pada esophagus. Mucus ini tahan terhadap semua cairan yang terlibat dalam proses pencernaan makanan.Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yangmenghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap suatu makanansecara reflex akan menimbulkan sekresi getah lambung (cairan lambung).Cairan lambung terdiri atas 99,4% air dan sisanya terdiri dari zat anorganik maupun zatorganic. Zat anorganik pada lambung antara lain HCl, NaCl,K Cl, dan fosfat, sedangkan zatorganic yang terdapat pada lambung antara lain enzim peptin, rennin, dan lipase.Cairan lambung dihasilkan oleh2 macam kelenjar yang memiliki sel-sel sekresi yang disebutsel utama dan sel parental. Mucus atau lendir Mucus merupakan suatu glikoprotein yang dihasilkan oleh sel-sel pada dinding usus.Mucus berfungsi melindungi dinding lambung dari asam lambung dan enzim pemecah protein. Namun apabila produksi asam lambung sedang berlebihan (asidosis) atau lambungdalam keadaan kosong maka dinding lambung tetap akan terkena dampaknya danmenyebabkan nyeri pada lambung. Asam HCl , Asam ini dihasilkan oleh sel-sel parietal.proses pembentukannya adalah sebagai berikut: Pembentukan AsamLambung Proses pembentukan asam HCl ini diawali oleh reaksi pembentukan asam karbonat dari CO2 dan H2O dengan enzim karbonatanhidrase. H2CO3 yang terbentuk dalam sel parietalmelepaskan ion H+keluar, sedangkan ion HCO3-mengalami perpindahan menggantikan ionCl-dalam plasma. Ion Cl-dikeluarkan dari dalam sel parietal dan dengan adanya ion +makaterbentuk asam HCl dalam lambung.Adanya asam HCl ini menyebabkan cairan dalam lambung bersifat asam dengan pH antara1,0 dan2,0.Asam HCl berfungsi sebagai : 1.Membuat pH yang baik untuk proses pemecahan molekul protein oleh enzim pepsindengan cara hidrolisis. 2.Merupakan kerja pendahuluan terhadap protein sebelum dipecah oleh pepsin, yaitu berupa denaturasi dan hidrolisis. 3.Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin 4.Mempermudah penyerapan Fe. 5.Sedikit menghidrolisis suatu disakarida. 6.Merangsang pengeluaran sekretin, suatu hormone yang terdapat dalam usus 12jari(duodenum). 7.Mencegah terjadinya fermentasi dalam lambung oleh mikroorganisme. Pepsin ditemukan dalam getah lambung adalah pepsin, enzim yang memulai hidrolisis protein. Pepsin memecah ikatan peptide yang berdekatan dengan asam aminotertentu, sehingga memotong-motong protein menjadi polipeptida yang lebih kecil.Pepsin merupakan salah satu di antara sedikit enzim yang bekerja paling baik dalam lingkunganyang sangat asam. Sesungguhnya pH getah lambung yang rendah mendenaturasi proteindalam makanan, yang meningkatkan pemaparan ikatan peptidanya ke pepsin.Sel-se terspesialisasi yang berlokasi di ceruk-ceruk lambung mensintesis dan mensekresikan pepsin dalam bentuk inaktif yang disebut pepsinogen. epsinogen memiliki bobot molekul 42.500, sedangkan bobot molekul pepsin3 4. 500, itu artinya pada proses pengaktifan enzimada sebagian molekul pepsinogen yang lepas, bagian yang lepas itulah yang semula menutupi bagian aktif enzim.Dengan terbentuknya bagian aktif enzim maka terjadilah kontak antara enzim -substrat, yang selanjutnya akan membentuk hasil reaksi. Pemecahan molekul pepsin initerjadi pada ikatan :«««.Glutamil -/- tirosil«««..«««.Glutamil -/- fenil alanil««..«««. Sisteinil -/- tirosil «««..Pepsin juga dapat menggumpalkan susu, kasein dalam susu diubah menjadi parakasein olehion Ca++, baru kemudianterjadi pemecahan. Lipase Enzim ini merupakan katalis pada proses pemecahan lipid. Lipase bekerja optimal pada pH antara 5.5- 7,5, dengan demikian tidak bekerja efektif pada lambung. Akan tetapi iamasih bias terus bekerja melangsungkan reaksi hidrolisis terhadap molekul triasil gliserolatau trigliserida yang mengandung asam lemak pendek atau sedang. Renin Renin berasal dari prorenin (zimogen) dalam suasana asam diubah menjadi rennin.Rennin hanya terdapat pada lambung bayi.Penting karena dapat mengubah kasein dalamsusu menjadi parakasein (dengan bantuan ion Ca++). Dengan perubahan ini maka protein susuyang sudah ada dalam lambung bayi tidak akan keluar terlalu cepat dan parakasein dapatdihirolisis lebih lanjut dan digunakan sebagai makanan oleh bayi. D. Pencernaan dalam Usus Setelah dicerna dalam lambung makanan akan berupa cairan yang kental, selanjutnyasecara berkala akan dialirkan ke dalam usus 12 jari (duodenum) melalui sebuah katup pengatur yang disebut katup Pilorus. Katup ini dapat terbuka dan tertutup untuk mengatur aliran cairan makanan masuk ke usus.Lambung, Hat i , Pankreas, dan Empedu Ada organ yang berperan penting dalam pencernaan usus ini yaitu hat i , pancreas, empedu,dan usus itu sendiri. Pancreas dan empedu menghasilkan cairan yang disalurkan kedalam duodenum dekat dengan katup pylorus. Cairan ini bersifat basa, oleh karena itu cairanmakanan yang bersifat asam akan menjadi netral dan pada akhirnya akan bersifat basa, sebabsyarat agar bekerjanya enzim-enzim yang bekerja sebagai katalis pada pencernaan ususadalah suasana basa. Hati Hati melakukan berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk produksi empedu,suatu campuran zat-zat yang disimpan dalam kantung empedu sampai diperlukan. Pancreas Pancreas menghasilkan cairan pancreas. Cairan pancreas diproduksi karena adanyarangsangan hormone. Hormone ini dihasilkan oleh jaringan tertentu dan beredar melalui peredaran darah. Masuknya cairan makanan yang bersifatasam menyebabkarn duodenummenghasilkan hormone yang disalurkan oleh darah ke Pankreas, hati, dan empedu. Hormoneyang dibentuk duodenum ini adalah: 1.Sekretin, yang merangsang timbulnya cairan pancreas yang encer dan berkadar bikarbonat tinggi dan mengandung enzim sediki 2.Pankreozimin, yang merangsang timbulnya cairan pankres yang kental dan berkadar karbonat rendah serta mengandung banak enzim. 3.Kolesistokinin, yang mempengaruhi kantung ampedu untuk kontraksi sehinggamengeluarkan cairan dari dalamnya. 4.Enterokinin, yang merangsang terbentuknya cairan usus.Cairan pancreas berwarna jernih memiliki berat jenis 1,007 dan memiliki pH antara7,5-8,2. Selama24 jam dihasilkan sekitar 500 ml cairan pancreas. Cairan ini terdiri dari98,7% air dan 1,3% zat anorganik dan zat organic.Zat organic yang terkandung dalam cairan pancreas terutama adalah a.tripsin b.kimotripsin, c.karboksipeptidase, d.lipase, e.amilase, f.nukleodepolimerasea. Tripsin Tripsin adalah enzim pemecah protein atau proteosa, dihasilkan pleh sel pancreasdalam bentuk molekul tripsinogen yang tidak aktif. Tripsinogen diaktifkan menjadi tripsinoleh enzim enterokinase, molekul tripsin sendiri dengan bantuan ion Ca2+ dapatberlaku pulasebagai katalis dalam pengaktifan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin bekerja baik pada pH8,0 - 9,0. b. Kimotripsin Kimotripsin berfungsi sebagai katalis dalam hidrolisis protein. Enzim ini diproduksidalam bentuk kimotripsinogen yang diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin. Kimotripsin mempunyai daya mengendapkan protein susu lebih besar daripada tripsin. Baik tripsin maupun kimotripsin mampu menghidrolisis protein, pepton, dan proteosa menjadi polipeptida. Peptidase Polipeptida hasil hidrolisis protein oleh enzim tripsin dan kimotripsin dihidrolisislebih lanjut oleh enzim peptidase. Peptidase yang berperan dalam proses ini adalah: 1.Karboksi peptidase, enzim yang memecah ikatan peptide pada ujung molekul yangmempunyai gugus karboksilat. 2.Amino peptidase, enzim yang memecah ikatan peptide pada ujung molekul yangmempunyai gugus amina. Lipase lipase berfungsi sebagai katalis pada proses hidrolisis lemak menjadi asam lemak,gliserol, monoasilgliserol, dan diasilgliserol. Aktifitasnya akan semakin bertambah denganadanya ion Ca++ dan asam ampedu pada pH 7,0 -8,8. Lipase bekerja lebih baik apabila lemak (substrat) mengandung asam lemak yang panjangatau yang mempunyai bobot molekul besar, dan mempunyai banyak ikatan rangkap.Pemecahan lemak dengan cara hidrolisis dibantu oleh garam asam empedu yangterdapat pada cairan empedu yang berfungsi sebagai emulgator. Dengan adanya emulgator lemak dalam usus dapat dipecah-pecah menjadi partikel-partikel kecil sebagai emulsi, dengandemikian luas permukaan lemak bertambah luas dan reaksinya berjalan semakin cepat.Proses hidrolisi ini tidak berlangsung sempurna, artinya tidak semua trigliseridaterhidrolisi sempurna menjadi gliserol dan asam lemak, tetapi masih terdapat digliserida danmonogliserida sebagai hasil reaksi. Amylase Amylase yang terdapat dalam cairan pancreas ini sama dengan yang terdapat dalamcairan saliva, yaitu sebagai katalis dalam hidrolisis amilum, dekstrin, dan glikogen menjadimaltose. pH optimal untuk enzim ini antara6,5- 7,2. Nukleodepolimerase Enzim ini untuk memecah nukleat menjadi mononukleotida. Ada 2 macamnukleodepolimerase yaitu ribonuklease, dan deoksiribonuklease yang _masingmasing berfungsi sebagai pemecah RNA dan DNA. Enzim ini bekerja optimal pada pH 7. Usus Cairan usus dihasilkan oleh kelenjar brunner dan Liberkuhn dengan pengaruh darienterokinin. Cairan usus mengandung enzim-enzim penting sebagai berikut: 1.Karbohidrase, yaitu ezim pemecah karbohidrat. Terdiri dari enzim maltase, sukrase, danlactase.Maltase ( maltose  glukosa.)Sukrase ( sucrose  glukosa dan fructose) Lactase (lactose glukosa dan galaktosa) 2.Peptidase, yaitu enzim pemecah ikatan peptide terdiri dari enzim amino peptidase yangmemecah ikatan paptida pada ujung yang memiliki gugus NH2, dan tripeptidase yangmemecah molekul tripeptida, serta dipeptidase yang memecah molekul dipeptida. 3. Nukleotidase, yang berfungsi memecah nukleotida menjadi nukleosida dan asam fosfat. 4.Nukleosidase, yang memecah nukleosida menjadi basa purin atau basa pirimidin danribose atau deoksiribosa. 5.Enterokinase, yang berfungsi mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. 6.Fosfatase, yaitu enzim yang memisahkan gugus fosfat dari senyawa fosfat organic,misalnya heksosafosfat, gliserolfosfat, dan nukleotida. 7.Fosfolipase, yaitu enzim yang berungsi memecah fosfolipid menjadi gliserol, asamlemak, asam fosfat, dan kolin.