Entri Populer

Selasa, 02 Oktober 2012

FUNGI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembelajaran biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami tentang alam sekitar secara sistematis, sehingga ilmu biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta konsep, penemuan pendidikan biologi diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitar beserta isinya yang terdiri dari dua macam yaitu makhluk hidup (biotik) dan makhluk tidak hidup (abiotik) (Bambang, 1998) Sedangkan dilihat dari realita telah kita mengenal ada berbagai jenis spesies ragi dan jamur tetapi ada hanya ada sekitar 1000 yang menyebabkan penyakit pada manusia atau hewan (banyak yang lain menyebabkan penyakit pada tumbuhan). Hanya dermatofita dan spesies candida yang sering ditularkan dari satu orang ke orang lain. Untuk lebih mudahnya, infeksi mikotik manusia dikelompokkan dalam infeksi jamur superfisial, kutan, subkutan, dan profundan (atau sistematik). Infeksi-infeksi jamur superfisial, kutan, atau subkutan pada kulit, rambut, dan kuku dapat menjadi kronis dan resisten terhadap pengobatan tetapi jarang mempengaruhi kesehatan umum si penderita. Mikosis profunda disebabkan oleh jamur patogenik atau jamur opurunistik yang menginfeksi penderita dengan gangguan imunologi. Mikosis profunda dapat menimbulkan gangguan sistematik yang kadang-kadang fatal. Aktinomisetes bukan merupakan jamur tetapi bakteri filamentosa yang bercabang. Namun, organisme ini menimbulkan penyakit yang gambarannya menyerupai infeksi jamur. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan dalam makalah ini antara lain sebagai berikut : 1. Apa pengertian dari fungi? 2. Dimanakah letak posisi fungi dalam taksonomi ? 3. Bagaimana cara hidup fungi? 4. Dimanakah letak habitat fungi 5. Bagaimana klasifikasi fungi serta kasus yang terjadi serta pencegahannya? B. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat memahami tujuan dari penyusunan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengertian dari fungi 2. Untuk mengetahui posisi fungi dalam taksonomi 3. Untuk mengetahui cara hidup fungi 4. Untuk mengetahui habitat fungi 5. Klasifikasi fungi serta kasus yang terjadi serta pencegahannya BAB II PEMBAHASAN MATERI FUNGI PADA MANUSIA A. Pengertian Fungi Fungi adalah organisme yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di daerah tropik, subtropik, di kutub utara, maupun antarika. Fungi juga ditemukan di darat, di perairaian tawar, di laut, di mangrove, di bawah permukaan tanah, di kedalaman laut, dipengunungan, maupun di udara. Banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan fungi, antara lain kelembapan, suhu, keasaman substrat, pengudaraan, dan kehadiran nutrien-nutrien yang diperlukan. Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Sedangkan dari sudut lain mengatakan bahwa fungi adalah mikroorganisma eukaryotik yang hidup secara saprofit karena tidak dapat berfotosintesa. Pada dasarnya sel -sel fungi hampir sama dengan sel - sel hewan. Bahkan hal ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa sulit ditemukan strategi yang tepat dalam mengobati infeksi oleh jamur tanpa berefek toksik bagi inang / host nya. Di alam ini fungi dapat bersifat sangat merugikan manusia dengan menimbulkan infeksi (penyakit) dan toksin yang dihasilkan ataupun bersifat menguntungkan dengan menghasilkan produk - produk yang dapat digunakan oleh manusia sebagai contoh antibiotika, vitamin, asam organik dan enzim. Infeksi yang ditimbulkan oleh fungi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu : infeksi yang ditimbulkan karena fungi sebagai individu bersarang atau menyerang tubuh kita (mengakibatkan infeksi) atau produk yang dihasilkan oleh fungi yang masuk ke dalam tubuh kita (tanpa sengaja) yang bersifat toksik dan mematikan, sebagai contoh : produk aflatoxin. Beberapa antibiotika yang dihasilkan oleh fungi sebagai contoh penisilin dan sefalosporin sangat bermanfaat bagi perkembangan dunia klinis. Produk ini bersifat efektif melawan bakteri gram positif maupun gram negatif yang bersifat sangat merugikan kita Berdasarkan suhu, dikenal fungsi termofil, mesofil dan psikofil, berdasarkan pH lingkungan, dikenal fungsi basofil, asidofil, dan netrofil. Berdasarkan oksigen bebas yang ada dilingkungan fungi dapat dikelompokkan sebagai fungi aerob dan fungi anaerob. Misalnya fungi yang hidup dalam rumen ternak dan sejumlah khamir yang berperan pada permbuatan bir. Fungi dapat hidup dalam lingkungan yang ekstrem dan dikenal sebagai fungsi termofil apabila tumbuh baik pada suhu di atas 550C. B. Posisi Fungi dalam Taksonomi Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan. C. Cara Hidup Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut: 1. Saprofit 2. Parasit 3. Mutual D. Habitat Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam. Sedangkan reproduksinya fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniselule serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami. Jamur dibagi Menjadi 6 divisi : 1) Myxomycotina (Jamur lendir) • Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana. • Mempunyai 2 fase hidup, yaitu: Fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti • Amuba, disebut plasmodium Fase tubuh buah • Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata. • Contoh spesies : Physarum polycephalum • 2) Oomycotina • Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti. • Reproduksi o Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan sporangium dan konidia o Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru. Contoh spesies: a) Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga darat maupun serangga air b) Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif. Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina. Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap. Lichenes / Likenes Likenes adalah simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Likenes tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim. Mikosis Subkutan Adalah Infeksi oleh jamur yang mengenai kulit, mengenai lapisan bawah kulit meliputi otot dan jaringan konektif (jaringan subkutis) dan tulang. 1. Sporotrichosis : Akibat infeksi Sporothrix schenckii, yang merupakan jamur degan habitat pada tumbuh-tumbuhan atau kayu. Invasi terjadi ke dalam kulit melalui trauma, kemudian menyebar melalui aliran getah bening. Klinis : Terbentuk abses atau tukak pada lokasi yang terinfeksi, Getah bening menjadi tebal, Hampir tidak dijumpai rasa sakit, terkadang penyebaran infeksi terjadi juga pada persendian dan paru-paru. Akibat secara histologi adalah terjadinya peradangan menahun, dan nekrosis. Pengobatan : Pada kasus infeksi dapat sembuh dengan sendirinya walaupun menahun, meskipun demikian dapat juga diberikan Kalium iodida secara oral selama beberapa minggu. 2. Kromoblastosis : infeksi kulit granulomatosa progresif lambat yang disebabkan oleh Fonsecaea pedrosoi, Fronsecaea compacta, Phialophora verrucosa, Cladosporium carrionii. Habitat jamur ini adalah di daerah tropik, terdapat di dalam tumbuhan atau tanah, di alam berada dalam keadaan saprofit. Klinis : Terbentuknya nodul verrucous atau plaque pada jaringan subkutan. Jamur masuk melalui trauma ke dalam kulit biasanya pada tungkai atau kaki, terbentuk pertumbuhan mirip kutil tersebar di aliran getah bening Pencegahan : Pemakaian sepatu pada saat beraktifitas di lingkungan terbuka (lapangan tanah, sawah, kebun dll.) Pengobatan : Dilakukan pembedahan pada kasus lesi yang kecil, sedangkan untuk lesi yang lebih besar dilakukan kemoterapi dengan flusitosin atau itrakonazol. 3. Mycetoma (madura foot) : Infeksi pada jaringan subkutan yang disebabkan oleh jamur Eumycotic mycetoma dan atau kuman (mikroorganisme) mirip jamur yang disebut Actinomycotic mycetoma. Klinis : ditandai dengan pembengkakan seperti tumor dan adanya sinus yang bernanah. Jamur masuk ke dalam jaringan subkutan melalui trauma, terbentuk abses yang dapat meluas sampai otot dan tulang. Jamur terlihat terlihat sebagai granula padat dalam nanah. Jika tidak diobati maka lesi-lesi akan menetap dan meluas ke dalam dan ke perifer sehingga berakibat pada derormitas. Pencegahan : Pemakaian sepatu pada saat beraktifitas di lingkungan terbuka ( lapangan tanah, sawah, kebun dll.) Pengobatan : dengan kombinasi streptomisin, trimetropin-sulfametoksazol, dan dapson pada fase dini sebelum terjadi demorfitas. Pembuatan drainase melaui pembedahan dapat membantu penyembuhan. Mikosis Sistemik Adalah infeksi jamur yang mengenai organ internal dan jaringan sebelah dalam. Seringkali tempat infeksi awal adalah paru-paru, kemudian menyebar melalui darah. Masing-masing jamur cenderung menyerang organ tertentu. Semua jamur bersifat dimorfik, artinya mempunyai daya adaptasi morfologik yang unik terhadap pertumbuhan dalam jaringan atau pertumbuhan pada suhu 37 o C. Mikosis subkutan akut kerapkali juga berdampak pada terjadinya mikosis sistemik melalui terjadinya infeksi skunder. 1. Blastomikosis : infeksi yang terjadi melalui saluran pernafasan, menyerang pada kulit, paru-paru, organ vicera tulang dan sistem syaraf yang diakibatkan oleh jamur Blastomycetes dermatitidis dan Blastomycetes brasieliensi Klinis : Kasusnybucha. Dari sini penulis dapat mengetahui adanya berbagai kasus yang terjadi seperti yang dialami sebagian besar masyarakat di Jakarta yang terkait dengan adanya jamur yang konon jamur yang berasal dari negeri gingseng korea itu diyakini berkhasiat mempengaruhi tubuh secara menyeluruh, dengan menstabilkan metabolisme tubuh dan menawarkan racun dengan asam glukuronat. Hal ini menyebabkan peningkatan kapasitas pertahanan endogenis tubuh terhadap pengaruh beracun dan tekanan lingkungan, sehingga metabolisme sel yang rusak diperkuat, dan berlanjut dengan pemulihan kesehatan tubuh. Hal itu diperkuat dari beberapa penelitian yang telah dilakukan mengkonsumsi teh jamur Kombucha bisa mengobati sembelit, memperbaiki kondisi tubuh, bermanfaat melawan arteriosclerosis, memulihkan fungsi alat pencernaan, bermanfaat bagi penderita stres mental, menawarkan racun dan membunuh kanker. Hal itu dihasilkan selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung (8-12 hari), sehingga terjadi berbagai reaksi pada larutan teh-manis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi zat-zat bermanfaat yang dalam minuman tersebut, seperti asam glukuronat, asam laktat, vitamin, asam amino, antibiotik, serta zat-zat lain. Maka dari itu, jamur kombucha ini bagaikan sebuah pabrik biokimia mini. Seperti apa bentuknya? Secara karakteristik, jamur tersebut terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas yang akan memenuhi lapisan, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat Di Indonesia, untuk mendapatkan Kombucha terbilang mudah. Karena sudah banyak dijual dipasaran. Rata-rata harga yang ditawarkan untuk bibit jamur Kombucha 100 ribu-150 ribu rupiah. Dengan mencerna 1 liter air. Bibit jamur kombucha dapat dilarutkan ke dalam larutan teh dengan wadah toples. Tentu pemilihan wadah patut mempertimbangkan bahan yang khusus bahan pangan. BAB III KESIMPULAN Berdasarkan uraian materi di atas dapat penulis simpulkan bahwa : 1. Fungi adalah organisme yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di daerah tropik, subtropik, di kutub utara, maupun antarika. Fungi juga ditemukan di darat, di perairaian tawar, di laut, di mangrove, di bawah permukaan tanah, di kedalaman laut, dipengunungan, maupun di udara. 2. Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. 3. Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya 4. Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. DAFTAR PUSTAKA 1. Moore RT. 1980. "Taxonomic proposals for the classification of marine yeasts and other yeast-like fungi including the smuts". Botanica Marine 23: 361–73 The classification system presented here is based on the 2007 phylogenetic study by Hibbett et all 2. http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&id=98263&src=a 3. Entjang. Indan.2003. Mikrobiologi & Parasitologi. PT.Citra Aditya bakti. Bandung. 4. Gould. Dinah.2003. Mikrobiologi Terapan Untuk Perawat. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 5. Melnick. Jawetz. 1996. Mikrobiologi Kedokteran. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 6. www. arthur@fk.unair.ac.id. 29, Maret 2008

CARINATAE

CARINATAE BERTENGGER,PEMANGSA DAN PENCARI MAKAN DI UDARA Carinatae yang bertengger Ordo yang dikelompokan sebagai burung yang bertengger terdiri atas burung pemangsa,dan seri dari burung arboreal,yang berkisar dari jenis-jenis merpati hingga burung pelatuk dan passerines. Di samping itu juga termasuk jenis burung aerial feeders atau burung pemakan di udara yang terdiri atas burung layang-layang dan burung cabak yang sebenarnya paradoks dengan sebutan sebagai burung yang bertengger. Burung layang-layang memiliki kaki-kaki yang kecil sehingga tak mungkin bertengger,sedangkan burung cabak (night jars ) akan mudah terlihat oleh musuh bila bertengger karena warna bulu yang kriptik. Di lain pihak,sebenarnya ―bertengger‖ bukan kemampuan yang hanya dimiliki oleh ordo ini,sebab burung-burung yang berjalan maupun burung akuatik juga mempunyai kemampuan bertengger. Namun demikian sebagian besar burung yang termasuk ordo ini biasanya hidup bertengger,melakukan perkawinan di pohon atau perdu,dan dengan cara ini mereka dapat menghindari predator yang tak dapat memanjat. Burung pemangsa Burung arboreal Burung bertengger Burung pencari makan di udara Passerines Carinatae Pemangsa Burung pemangsa memiliki kombinasi terbang,kaki yang dapat digunakan untuk memegang mangsa dan paruh yang khas sehingga merupakan burung yang mampu menguasai sebagian besar lingkungan dengan rentang makanan yang luas. Sebagian besar burung pemangsa memakan makanan yang berenergi tinggi yang berasal dari daging vertebrata. Dua ordo burung pemangsa merupakan karnivora puncak dalam rantai makanan. Burung predator ini terdiri atas Falconiformes,yang meliputi jenis elang,falcon,rajawali,dan predator nokturnal yaitu Strigiformes yang meliputi jenis-jenis burung hantu. Kedua ordo ini sebenarnya tidak berkerabat,namun karena memilki kesamaan ekologi maka mereka memiliki tingkat konvergensi sebagai burung predator. Kedua kelomok ini memiliki kaki yang kuat yang dilengkapi oleh cakar kuat untuk membunuh mangsa dan paruh yang melengkung yang beradaptasi untuk merobek daging. Akan tetapi mereka memilki perbedaan lokaksi pebcarian mangsa. Falconiformes yang diurnal mempunyai penglihatan yang yang sangat tajam,sedangkan Strigi formes yang nocturnal memilii pendengaran yang sangat tajam untuk mendeteksi mangsanya. Di samping itu meeka juga memilki kemampuan terbang yang tidak menimbulkan suara karena mempunyai susunan bulu terbang khusus. Burung hantu mempunyai mata besar yang beradaptasi dengan keadaan gelap dan penglihatan binokuler untuk melengkapi kemampuan terbang ―sunyi‖ dan pendengaran binaural. Predator diurnal mempunyai rentang radiasai adaptif yang lebih luas daripada burung hantu,termasuk bentuk yang sangat berbeda seperty burung secretary dan burung pemakan bangkai. Burung secretary mampu menangkap ular berbisa dengan kakinya yang panjang dengansekali sergap. Burung pemakanh ikan yaitu famili Accipitridae mempunyai sisisk-sisik tajam pada kakinya untuk mencengkeram mangsanya yang bertubuh licin. Burung pemakan bangkai (vulture) umumnya tidak memiliki bulu kepala karena kebiasaan makannya,mereka biasa menggunakn kepala mengambil daging-daging tersisa di bagian dalam sisa tubuh hewan yang mulai membusuk. Beberapa jenis burung ini terdapat di daerah yang agak hangat di dunia lama maupun dunia baru yang berasal dari dunia baru adalah famili Catharidae yang terdiri atas beberapa sub ordo. Burung pemakan bangkai dari dunia lama tergolong famili Accipitridae. Falcon dan kerabatnya yang memiliki 39 bentuk sayap dan kebiasan terbang yang berbeda tergolong famili Falconidae. Strigiformes mempunyai mentuk yang lebih seragam meskipun terbagi atas dua famili yaitu Tytonidae dan Strigidae. Kedua ordo predator ini menunjukkan rentang ukuran tubuh dari yang sangat kecil yang ummnya insectivor hngga yang berukuran besar yang memangsa vertebrata. Meskipun demukian eagle owls ,yaitu strigiformes yang terbesar ukurannya jauh lebih kecil dari elang diurnal,yangbbeberapa diantaranya dapat memangsa monyet sebagaisumber makannya. Burung hantu adalah burung yang tak bermigrasi,sedangkan elang dan accipiter adalah migran jarak ajuh,bebberapa species bahkan dapat bermigrasi dari belahan bumi utara ke belahn bumi selatan. Beberapa spesies yang tak berkeranbat,dapat terbang membumbung sambil mengincar mangsa dengan kemampun penglihatan yang tajam,untuk mendeteksi mangsa. Burung yang bertubu besar menggunakan panas tubuh untuk terbang berputar hampir tanpa menggerakan sayapnya dan tetap berada di udara berjam-jam dengan menggunakn energi sesedikit mungkin Ordo Falconiformes Burung pemangsa Strigiformes Falconiformes 1. Angotanya adalah predator diurnal yang ukurannya berkisar dari yang kecil(falconets) hingga yang sangat besar (elang ) Strigiformes 1. Anggotanya adalah predator nokturnal,uang ukuran tubuhnya bervariasi dari yang kecil hingga yang sangat besar.Bermata besar Carinatae pencari makan di udara (Aerial Feeders) Kemampuan terbang adalah ciri khas burung,namun hanya sedikit diantaranya yang mencari makan sambil terbang, meskipun mereka dapat menangkap mangsa pada sayapnya. Beberapa diantaranya,burung pemakan lebah dan burung penangkap lalat menangkap makanan dengan cara terbang yang khusus. Dalam bagian ini famili utama dalam dua ordo Apodiformes dan Caprimulgiformes, terdiri atas burung-burung yang mencari makan sambil terbang, Ordo yang pertama siang hari sedangkan ordo yang ke dua pada malam hari. Apodiformes menangkap insekta yang terbang dan anak-anak laba-laba selagi terbang dengan paruhnya yang terbuka lebar dan dilengkapi bristle untuk meningkatkan daya tangkapnya. Faamili yang kedua tersebar di Asia Tenggara dan Australasia, mempunyai cara terbang dan cara makan yang sama. Famili ke tiga,burung pengisap madu yang tersebar di dunia baru daapat ternbang ditemapt untuk mengisap madu bungan,polen, dan arthropoda kecil biasanya terdapat pada bunga mekar. Spesies berbeda mempunyai bentuk paruh yang berbeda ukuran maupun kelengkungan paruh yang diadaptasikan dengan bentuk bunga yang sering dikunjunginya. Cara terbang burung pengisap madu mempunyai ciri khas berdasarkan alasan berikut ini : Pertama kepakan sayap yang sangat cepat, lebih dari seratus kali per detik, sehingga suaranya tak terdengar, kedua, burung pengisap madu bukan hanya mampu terbang di tempat, tetapi juga mampu terbang mundur. Ordo kedua, Cafrimulgiformes terdiri atas 5 famili. Burung nocturnal ini juga mempunyai paruh yang lebar, dan makanannya insekta kecil, terutama moths dengan cara yang sama dengan ordo pertama. Ada mata rantai lain yang mempertautkan Apodiformes dan Caprimulgifornes, selain mencari makan di udara. Setiap anggota mempunyai cara umum yaitu burung-burung ini mampu mmempertahankan suhu darah yang tetap (konstan). Beberap jenis burung layang-layang yang berkembang bioak di darah sedang, mempunyai anak-anak yang dapat tetap bertahan pada suhu yang kurang menguntungkan dengan suhu badan yang lebih rendah dari biasanya ketika sang induk pergi mencari makanan. Beggitu pula burung pengisap madu yang bermigrasi di luar daerah tropika ,mampu bertahan dengan suhu tubuh lebih rendah pada malam hari dan biasanya melakukan pemanasan tubuh dengan cara menggerakan sayapnya sebelum mulai terbang. Pada Caprimulgiformes yang hidup di Amerika Utara terdapat spesies yang melakukan hybernasi. Selama hybernasi terjadi reduksi semua kegiatan fisiologis yang menyebabkan turunnya suhu tubuh. Berkaitan dengan cara makan di udara ini maka terjadilah reduksi kaki dan jari-jari. Hanya burung pengisap madu yang sering bertebngger. Burung alap-alap (night jars) bersarang di atas tanah. Burung walet mempunyai kebiasaan unik dalam membuat sarangnya yaitu menggunakan salivanya untuk membuat sarang ( mempunyai nilai ekonomi bagi manusia) atau melekatkan telurnya pada daun palm. Hanya burung pengisap madu yang dapat membuat sarang yang rapi dan bagus. Ordo Apodiformes 1. Anggotanya bersifat terstrial dan berukuran sangat kecil atau kecil ( 6-23 cm) 2. Plumage berwarna kusam atau mecolok tergantung sub ordonya. 3. Paruh sangat berbeda pada kedua sub ordo,pendek lebar atau panjang langsing 4. Kaki sangat pendek, jari-jari mungkin kuat atau lemah. 5. Sayap panjang dan sempit; mengepakan sayap sangat cepat 6. Palatum aegithognathous. 7. Sarang kecil; bertelur 1 atau 2 butir warna putih 8. Kondisi aanak yang baru menetas bervariasi, tetapi semuanya altricial, induk jantan ada yang mengasuh anak dan ada pula yang tidak 9. Sub ordo Famili Apodi Apodidae Hemipodidae Trohili Trochilidae Ordo Caaprimulgiformes 1. bersifat terstrial dan nokturnal, yang ukurannya berkisar dari kecil sampai sedang (19-63 cm) 2. Plumage lembut,mengkilat,umumnya kriptik, meskipun beberapa diantaranya mempunyai alur putih pada sayap atau ekor yang tampak hanya pada saat terbang. 3. Kaki sangat pendek dan lemah, biasanya berbulu samapai ke bagian jari-jari. Jari kaki bervariasi panjangnya, tetapi jari tengah pektinat. 4. Saayap panjang dan runcing 5. Palatum Schizognathous 6. Umumnya sarang dibuat seadanya untuk meletakan telur yang berjumlah 2-5 butir berwarna putih atau pucat,biasanya bertitik-titik. 7. Anak-anaknya altricial dan diasuh oleh kedua induknya

Minggu, 05 Agustus 2012

LIMIT DAN TURUNAN

LIMIT PENGERTIAN LIMIT Limit suatu fungsi f(x ) untuk x mendekati suatu bilangan a adalah nilai pendekatan fungsi f ( x ) bilamana x mendekati a. Misalkan, lim┬(x→a)⁡〖f(x) =L〗 ini berarti bahwa nilai fungsi f ( x) akan mendekati L, jika x mendekati a. Contoh 1. Tentukan lim┬(x→1)⁡〖(〖4x〗^2+1〗) Jawab. Untuk x mendekati 1 maka (〖4x〗^2+1 ) akan mendekati 4 .1^2+ 1=5.sehinnga lim┬(x→1)⁡〖(〖4x〗^2+1)〗 =5 Contoh 2. Tentukan lim┬(x→1)⁡〖(x^2+2x-3)/(x-1)〗 Jawab. Perhatikan bahwa untuk x = 1 maka (〖�〱〗^2+2x-3)/(x-1) tidak terdefinisi. Tetapi bentuk (x^2+2x-3)/(x-1) dapat disederhanakan sehingga bentuknya terdefinisi untuk x = 1, yaitu lim┬(x→1)⁡〖(x^2+2x-3)/(x-1)〗=lim┬(x→1)⁡〖((x-1) (x+3))/((x-1))〗 = lim┬(x→1)⁡〖(x+3)=4〗. BENTUK BENTUK TAK TERDEFINISI YANG DAPAT DISEDERHANAKAN Penggantian nilai x oleh a dalam lim┬(x→a)⁡〖f(x) 〗 ada kalanya membuat f (x) tida terdefinisi atau f (a menghasilkan bentuk 0/0,∞/∞ atau . jika demikian halnya, maka bentuk dari f(x harus diubah atau disederhanakan agar nilai limit dapat ditenukan. Berikut beberapa bentuk tak terdefinisi yang dapat disederhanakan : Bentuk .0/0 Bentuk ini kemungkinan timbul dalamlim┬(x→a)⁡〖(g(x))/(h(x))〗 Misal g(x)=(x-a) k(x) dan h(x)=(x-a )s(x ) maka:lim┬(x→a)⁡〖(g(x))/(h(x))〗=lim┬(x→a)⁡〖((x-a )k(x))/((x-a) s (x))〗=lim┬(x→a)⁡〖(k(x))/(s(x))〗 Bentuk ini juga bias diselesaikan dengan aturan L’ Hospital: Missal, g^' (x ) adalah turunan dari g (x ) dan f^' (x ) adalah turunan dari f (x ) maka lim┬(x→�0)⁡〖(g(x))/(h(x))〗=lim┬(x→a)⁡〖(f^' (x))/(g^' (x))〗 Contoh. Tentukan nilai dari: lim┬(x→1)⁡〖(x^2-1)/(x-1)〗 lim┬(x→16)⁡〖(√x-4)/(x-16)〗 Jawab. lim┬(x→1)⁡〖(x^2-1)/(x-1)〗=lim┬(x→1)⁡〖((x-1) (x+1))/((x-1))〗=lim┬(x→1)⁡〖(x+1)=1+1=2〗 lim┬(x→16)⁡〖(√x-4)/(x-16)〗=lim┬(x→16)⁡〖(√x-4)/((√x-4)(√x+4))〗=lim┬(x→16)⁡〖1/((√x+4))〗=1/(√16+4)=1/8 Bentuk ∞/∞ Bentuk ini timbul dalam lim┬(x→a)⁡〖f(x 〗) dengan f( x) merupakan pecahan polinom,yaitu: f(x)=(〖ax〗^m+〖bx〗^(m-1)+⋯+c)/(〖px〗^n+〖qx〗^(n-1)+⋯+r) Penyelsaian limit dalam bentuk diatas dapat diperoleh dengan membagi pembilang dan penyebut dalam f ( x) dengan x berpangkat tertinggi. Contoh. Tentukan lim┬(x→∞)⁡〖(〖4x〗^3+2x+1)/(〖5x〗^3-〖8x〗^2+6)〗 Jawab. Dapat dilihat x yang berpangkat tertinggi antara pembilang dan penyebut dalam persamaan adalah x^3. Dengan demikian pembilang dan penyebut dalam limit dibagi dengan x^3, yaitu lim┬(x→∞)⁡〖(〖4x〗^3+2x+1)/(〖5x〗^3-〖8x〗^2+6)〗=lim┬(x→∞)⁡〖(〖4x〗^3/x^3 +2x/x^3 +1/x^3 )/(〖5x〗^3/〖�挲〗^3 -〖8x〗^2/x^3 +6/x^3 )〗 =lim┬(x→∞)⁡〖(4+2/x^2 +1/x^3 )/(5-8/x+6/x^3 )〗=(4+2/∞+1/∞)/(5-8/∞+6/∞) =(4+0+)/(5+ +)=4/5 RUMUSAN: 〖lim〗┬(X→∞)⁡= (〖ax〗^m+〖bx〗^(m-1)+⋯+c)/(〖px〗^n+〖qx〗^(n-1)+⋯+r)=�ᴮ Jika m < n maka L = 0 Jika m = n maka L = a/p Jika m > n maka L = ∞ Bentuk ( ∞ - ∞ ) Bentuk ( ∞ - ∞ ) kemungkinan timbul dalam lim┬(x→∞)⁡〖[f(x) –g(x〗)]. Penyelsaiannya dapat diperoleh dengan mengubah atau menyederhanakan bentuk [f(x)–g(x)]. LIMIT TRIGONOMETRI Limit trigonometri merupakan limit yang mengandung bentuk trigonometri, antara lain sinus, cosines dan tangent. Satu rumusan yag paling dasar dalam limit trigonoetri adalah lim┬(x→)⁡〖sin⁡x/x〗=1. Dari rumusan ini dapat diturunkan sejumlah rumus dalam imit trigonometri,diantaranya : lim┬(x→)⁡〖sin⁡〖a�晦〗/bx〗=lim┬(x→)⁡〖ax/sin⁡〖b�㐳〗 〗=a/b lim┬(x→)⁡〖tan⁡ax/bx〗=lim┬(x→)⁡〖ax/tan⁡bx 〗=a/b lim┬(x→)⁡〖sin⁡ax/sin⁡bx 〗=lim┬(x→)⁡〖tan⁡ax/tan⁡bx 〗=a/b lim┬(x→)⁡〖sin⁡ax/tan⁡bx 〗=lim┬(x→)⁡〖tan⁡ax/sin⁡bx 〗=a/b lim┬(x→)⁡〖sin⁡〖ax+tan⁡bx 〗/(cx-sin⁡dx )〗=(a+b)/(c-d) Contoh. Tenukan nilai dari: lim┬(x→)⁡〖sin⁡3x/4x〗 lim┬(x→)⁡〖sin⁡2x/tan⁡6x 〗 lim┬(x→)⁡〖sin⁡〖3x+sin⁡2x 〗/(5x-tan⁡4x )〗 Jawab. lim┬(x→)⁡〖sin⁡3x/(4�܈)〗=3/4 lim┬(x→)⁡〖sin⁡2x/tan⁡6x 〗=2/6 lim┬(x→)⁡〖sin⁡〖3x+sin⁡2x 〗/(5x-tan⁡4x )〗=(3+2)/(5-4)=5 TURUNAN ( DIFERENSIAL) PENGERTIAN TURUNAN FUNGSI Definisi turunan : Fungsi f : x → y atau y = f (x) mempunyai turunan yang dinotasikan y’ = f’(x) atau dy/dx= (�づf(x))/dxdan di definisikan: y’ = f’(x) = lim f(x + h) – f(x) atau dy = lim f (x +∆x) – f(x) h→0 h dx h→0 h Notasi kedua ini disebut notasi Leibniz. Contoh. Tentukan turunan dari f(x) = 4x – 3 Jawab f(x) = 4x – 3 f( x + h) = 4(x + h) – 3 = 4x + 4h -3 Sehingga: f’(x) = = = = = = 4 Contoh. Tentukan turunan dari f(x) = 3x2 Jawab : f(x) = 3x2 f(x + h) = 3 (x + h)2 = 3 (x2 + 2xh + h2) = 3x2 + 6xh + 3h2 Sehingga : f’(x) = = = = h = 6x+ 3.0 = 6x B. RUMUS-RUMUS TURUNAN 1. Turunan f(x) = axn adalah f’(x) = anxn-1 atau = anxn-1 2. Untuk u dan v suatu fungsi,c bilangan Real dan n bilangan Rasional berlaku y = ± v → y’ = v’ ± u’ y = c.u → y’ = c.u’ y = u.v → y’ = u’ v + u.v’ y = un → y’ = n. un-1.u’ Contoh: Jika f(x) = 3x2 + 4 maka nilai f1(x) yang mungkin adalah …. Pembahasan f(x) = 3x2 + 4 f1(x = 3.2x = 6x Nilai turunan pertama dari: f(x) = 2(x)2 + 12x2 – 8x + 4 adalah … Pembahasan f(x) = 2x3 + 12x2 – 8x + 4 f1(x = 2.3x2 + 12.2x – 8 = 6x2 + 24x -8 Turunan ke- 1 dari f(x) = (3x-2)(4x+1) adalah … Pembahasan f(x) = (3x-2)(4x+1) f(x) = 12x2 + 3x – 8x – 2 f(x) = 12x2 – 5x – 2 f1(x) = 24x – 5 Jika f(x) = (2x – 1)3 maka nilai f1(x) adalah … Pembahasan f(x) = (2x – 1)3 f1(x) = 3(2x – 1)2 (2) f1(x) = 6(2x – 1)2 f1(x) = 6(2x – 1)(2x – 1) f1(x) = 6(4x2 – 4x+1) f1(x) = 24x2 – 24x + 6 Turunan pertama dari f(x) = (5x2 – 1)2 adalah … Pembahasan f(x) = (5x2 – 1)3 f1(x) = 2(5x2 – 1) (10x) f1(x) = 20x (5x2 – 1) f1(x) = 100x3 – 20x Turunan pertama dari f(x) = (3x2 – 6x) (x + 2) adalah … Pembahasan f(x) = (3x2 – 6x) (x + 2) Cara 1: Misal : U = 3x2 – 6x U1 = 6x – 6 V = x + 2 V1 = 1 Sehingga: f’(x) = U’ V + U V’ f1(x) = (6x – 6)(x+2) + (3x2+6x).1 f1(x) = 6x2 + 12x – 6x – 12 + 3x2 – 6x f1(x) = 9x2 – 12 Cara 2: f(x) = (3x2 – 6x) (x + 2) f1(x) = 3x-3+6x2 – 6x3 – 12x f1(x) = 9x2+12x –12x – 12 f1(x) = 9x2 – 12 C. TURUNAN FUNGSI TRIGONOMETRI Dengan menggunakan definisi turunan kita bisa menentukan turunan dari : f(x) = sin x Yaitu : f(x) = sin x f(x + h) = sin (x + h) f’(x) = = = = = 2 cos = cos x f(x) = cos x Yaitu : f(x) = cos x f(x + h) = cos ( x + h ) f’(x) = = = = = - 2 sin = - sin x Jadi diperoleh rumus turunan fungsi trigonometri : a. f(x) = sin x → f’ (x) = cos x f(x) = cos x → f’ (x) = - sin x a. f(x) = sin (ax + b) → f’(x) = a cos (ax + b ) b. f(x) = cos (ax + b) → f’(x) = - a sin (ax + b ) dan jika u suatu fungsi maka: a. f(x) = sin u → f’(x) = u’ cos u b. f(x) = cos u → f’(x) = - u’ sin u Contoh : Tentuka turunan dari: f(x) = 3 sin x + 2 cos x f(x) = sin (5x – 2) f(x) = tan x jawab: a. f(x) = 3 sin x + 2 cos x f’(x) = 3 cos x - 2 sin x b. f(x) = sin (5x – 2) f’ (x) = 5 cos (5x – 2 ) c. f(x) = tan x = missal : u = sin x → u’ = cos x v = cos x → v’ = - sin x f’ (x) = = = = = sec2 x PENGGUNAAN TURUNAN GARIS SINGGUNG PADA KURVA Gradien garis singgung Apabila garis ABdiputar pada titik A maka titik B akan bergerak mendekati titik A (h→0) maka tali busur ABmenjadi garis singgung (g) pada kurva y = f(x) di titik A (a,f(a))dengan gradient Sehingga persamaan garis singgung pada kurva y = f(x) di titik A (a,f(a)) atau A (x1,y1) adalah y – y1 = m (x – x1) Contoh : Diketahui kurva y = x2 – 3x + 4 dan titik A (3,4) Tentukan gradient garis singgung di titik A. Tentukan persamaan garis singgung di titik A. Jawab: y = x2 – 3x + 4 y’ = 2x – 3 Gradien di titik A (3,4) m = y’x=3 = 2.3 – 3 = 6 – 3 = 3 b. Persamaan garis singgung di titik A (3,4) y – y1 = m (x – x1) y – 4 = 3 (x – 3 ) y – 4 = 3x – 9 y = 3x – 5 FUNGSI NAIK DAN FUNGSI TURUN 1. Fungsi f(x) disebut fungsi naik pada interval a ≤ x ≤ b, jika untuk setiap x1 dan x2 dalam interval a ≤ x ≤ b berlaku : x2 > x1 f(x2) > f(x1) (gb. 1) Fungsi f(x) disebut fungsi turun pada interval a ≤ x ≤ b, jika untuk setiap x1 dan x2 dalam interval a ≤ x ≤ b berlaku : x2 > x1 f(x2) < f(x1) (gb. 2) Fungsi f disebut fungsi naik pada titik dengan absis a, jika f’ (a) > 0 Fungsi f disebut fungsi turun pada titik dengan absis a, jika f’ (a) < 0 Contoh Tentukan pada interval mana fungsi f(x) = x3 + 9x2 + 15x + 4 merupakan : Fungsi naik Fungsi turun Jawab: f(x) = x3 + 9x2 + 15x + 4 f’(x) = 3x2 + 18x + 15 Syarat fungsi naik f’(x) > 0 3x2 + 18x + 15 > 0 x2 + 6x + 5 > 0 (x+1) (x+5) > 0 Harga batas x = -1 , x = -5 Jadi fungsi naik pada interval x < 5 atau x > -1 NILAI STASIONER Jenis – jenis nilai stasioner 1. Nilai stasioner di titik A. Pada : x < a diperoleh f’(x) > a x = a diperoleh f’(x) = a x > a diperoleh f’(x) < a Fungsi yang mempunyai sifat demikian dikatakan fungsi f(x) mempunyai nilai stasioner maksimum f(a) pada x = a dan titik (a,f(a)) disebut titik balik maksimum. 2. Nilai stasioner di titik B dan D. a. Pada : x < b diperoleh f’(x) < 0 x = b diperoleh f’(x) = 0 x > b diperoleh f’(x) < 0 Fungsi ini mempunyai nilai stasioner belok turun f(b) pada x = b dan titik (b,f(b)) disebut titik belok. b. Pada : x < d diperoleh f’ (x) > 0 x = d diperoleh f’ (x) = d x > d diperoleh f’ (x) > d fungsi ini mempunyai nilai stasioner belok turun f(d) pada x = dan titik (d,f(d)) disebut titik belok Pada titik B atau D sering hanya disingkat nilai stasioner belok. 3. Nilai stasioner di titik E Pada : x < e diperoleh f’(x) < 0 x = e diperoleh f’(x) = 0 x > e diperoleh f’(x) > 0 Fungsi ini mempunyai nilai stasioner minimum f(e) pada x = e dan titik (e,f(e)) disebut titik balik minimum. Contoh : Tentukan titik stasioner dan jenisnya dari fungsi f(x) = x2 + 2x Jawab : f(x) = x2 + 2x f’(x) = 2x + 2 = 2(x + 1) Nilai stasioner didapat dari f’(x) = 0 2(x + 1) = 0 x = -1 f(-1) = (-1)2 + 2(-1) = -1 Jadi diperoleh titik stasioner (-1,-1) x = 1 x 2 ( x + 1 ) f’(x) -1- -1 -1+ - 0 + - 0 + Bentuk grafik Titik balik minimum MENGGAMBAR GRAFIK FUNGSI Untuk menggambar grafik fungsi y = f(x) ada beberapa langkah sebagai berikut : Tentukan titik-titik potong grafik dengan sumbu x ( jika mudah ditentukan ), yaitu diperoleh dari y = 0. Tentukan titik potong dengan sumbu y, yaitu diperoleh dari x = 0. tentukan titik-titik stasioner dan jenisnya. tentukan nilai-nilai y untuk nilai x besar positif dan untuk x yang besar negative. Contoh : Diketahui persamaan y = f(x) = 3x – x3, tentukan : Tentukan titik potong dngan sumbu x dan sumbu y. Nilai stasioner dan titik stasioner. Nilai y untuk x besar positif dan untuk x besar negative. Titik Bantu Jawab: i. Grafik memotong sumbu x, bila y = 0. Y = 0 = 3x – x3 ↔ 0 = x (3 – x2) ↔ 0 = x ( - x ) ( + x) Titik potong sumbu x adalah (0,0), ( ,0), (- ,0) ii. memotong sumbu y, jika x = 0 y = 3x – x3 y = 3.0 - 03 y = 0 titik potong sumbu y adalah (0,0) Syarat stasioner adalah : f’ (x) = 0 f’ (x) = 3 – 3x2 ↔ 3 (1 - x 2) ↔ 3 (1 – x) (1 + x) x = 1, x = -1 untuk x = 1, f(1) = 3(1) – (1)3 = 2 x = -1, f(-1) = 3(-1) – (-1)3 = -2 nilai stasionernya : y = 2 dan y = -2 titik stasioner : (1,2) dan (-1,-2) y = 3x – x2 , untuk nilai x besar maka bilangan 3 dapat diabaikan terhadap x, sehingga y = -x3. Jika x besar positif maka y = besar negative dan jika x besar negative maka y besar positif. Titik Bantu x -2 2 -3 3 … , y 2 -2 18 -18 … DALIL RANTAI UNTUK MENENTUKAN TURUNAN Apabila y = f(g(x)) maka y’ = f’ (g(x)). g’(x) Dari rumus y = f(g(x)) → y’ = f’ (g(x)). g’(x) Jika g(x) = u→ g’ (x) = dan f(g(x)) = f(u) → y = f(u) → = f’(u) = f’(g(x)) Maka f’(x) = f’ (g(x)). g’(x) dapat dinyatakan ke notasi Leibniz menjadi Dan bentuk tersebut dapat dikembangkan jika y = f ( u(v)) maka: Contoh: Dengan notasi Leibniz tentukam yurunan dari : a. y = (x2 – 3x) b. y = cos5 ( ) Jawab: y = (x2 – 3x) missal : u = x2 – 3x → = 2x – 3 y = u → = Sehingga : = .(2x – 3) = y = cos5 ( ) Misal: v = → = -2 u = cos v → = - sin v = - sin ( ) y = u5 → = 5u4 = 5(cos v)4 Sehingga : = 5(cos v)4 . - sin ( ) . -2 = 10 (cos v)4 sin ( ) = 10 (cos( ) )4 sin ( ) BUKU ACUAN ( REFERENSI ) : Wilson simangunsong, 1991, Matematika Dasar, Erlangga, Jakarta. Mursita,Danang, 2006, Matematika Dasar Perguruan Tinggi, Rekayasa Sains, Bandung. Purcell, Edwin J.,1996, Kalkulus dan Geometri Analitis 1, Terbitan IV, (terj . dari bhs.Inggris oleh I Nyoman Susila, dkk), Penerbit Erlangga.

ANALISIS EJAAN



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ejaan yang disempurnakan atau yang lebih dekenal dengan singkatan EYD adalah ejaan yang mulai resmi dipakai dan digunakan di Indonesia tanngal 16 Agustus 1972. Ejaan ini masih tetap digunakan hingga saat ini. EYD adalah rangkaian aturan yang wajib digunakan dan ditaati dalam tulisan bahasa indonesia resmi. EYD mencakup penggunaan dalam 12 hal, yaitu penggunaan huruf besar (kapital), tanda koma, tanda titik, tanda seru, tanda hubung, tanda titik koma, tanda tanya, tanda petik, tanda titik dua, tanda kurung, tanda elips, dan tanda garis miring.
Setelah menguasai EYD barulah seseorang baru bisa membuat sebuah kalimat. Kalimat-kalimat tersebut dibuat berdasarkan EYD yang diresmikan pada tanggal 16 Agustus 1972. Semua orang tentu bisa membuat sebuah kalimat, tetapi tidak semua orang bisa membuat sebuah kalimat yang efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan informasi dari pembicara atau penulis kepada lawan bicara atau pembaca secara tepat. Ketepatan dalam penyampaian informasi akan membuahkan hasil, yaitu adanya kepahaman lawan bicara atau pembaca terhadap isi kalimat atau tuturan yang disampaikan.
Paragraf merupakan gabungan dari beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan. Dengan adanya paragraf pembaca dapat dengan mudah mengenali topik-topik yang dibahas dalam sebuah tulisan. Oleh karena itu paragraf sangat diperlukan karena memudahkan pembaca dalam memahami suatu tulisan. Tetap tidak semua paragraf membantu pembaca dalam memahami bacaan, karena suatu paragraf yang baik mempunyai standar-standar tertentu agar para pembaca dengan mudah memahami suatu bacaan. Dalam pembuatan karya ilmiah seperti skripsi, makalah, buku diperlukan pemahaman yang baik tentang tata bahasa Indonesia. Syarat yang paling utama yang harus dikuasai oleh seorang penulis adalah pemahaman tentang EYD, kalimat efektif serta cara membuat paragraf yang baik. Oleh karena itulah penulis merasa perlu mengangkat tema tersebut dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis serta pembaca sekalian.

1.2  Rumusan masalah
Penulis  menetapkan rumusan  masalah yang akan di bahas  yaitu :
1.2.1    Analisis Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia Ragam Media dalam Surat Kabar ?
1.2.2    pengertian  ejaan ?

1.3  Tujuan
1.3.1    dapat menganalisis kesalahan ejaan bahasa indonesia  ragam media dalam surat kabar.
1.3.2    menjelaskan pengertian ejaan      
              
                                 




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Analisis Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia Ragam Media dalam Surat Kabar      

2.1.1. Kcsalahan Berbahasa
Menurut Dulay (dalam Tarigan, 1995) kesalahan adalah bagian konversi atau komposisi yang menyimpang dari beberapa norma baku atau n1orma terpilih dari performansi bahasa orang dewasa.
Menurut Tarigan (1990) kesalahan adalah upaya sang pembelajar mengikuti kaidah-kaidah yang diyakininya, atau yang diharapkannya, benar atau tepat tetapi sebenarnya salah atau tidak tepat dalam beberapa hal. Menurut
KBBI (2005) kesalahan adalah suatu perihal yang tidak betul atau tidak benar; kekeliruan; kealpaan.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesalahan berbahasa adalah suatu hal yang menyimpang dari kaidah-kaidah berbahasa yang benar.
Menurut Tarigan (199) unsur-unsur yang termasuk ke dalam kategori kesalahan berbahasa Indonesia sebagai berikut

2.1.2. Kesalahan Fonologi
a.Kesalahan Ucapan
Kesalahan ucapan adalah kesalahan mengucapkan kata sehingga menyimpang dari ucapan baku atau bahkan menimbulkan perbedaan makna.
b.Kesalahan Ejaan
Kesalahan ejaan adalah kesalahan menuliskan kata atau kesalahan menggunakan tanda baca.

2.1.3. Kesalahan Morfologi
Kesalahan morfologi adalah kesalahan inemakai bahasa disebabkan oleh salah memilih afiks, salah menggunakan kata ulang, salah menyusun kata majemuk, dan salah memilih bcntuk kata.

2.1.4. Kesalahan Sintaksis
Kesalahan sintaksis adalah kesalahan atau penyimpangan struktur frasa, klausa, atau kalimat, serta ketidaktepatan pemakaian partikel.

2.1.5. Kesalahan Leksikon
Kesalahan leksikon adalah kesalahan memakai kata yang tidak atau kurang tepat.

2.2. Pengertian Ejaan
Menurut Chaer (2006) ejaan adalah konvensi grafts, perjanjian di antara anggota masyarakat pemakai suatu bahasa untuk menuliskan bahasanya, yang berupa  fonem dengan huruf, mengatur cara penulisan kata dan penulisan kalimat, beserta dengan tanda-tanda bacanya.
Wirjosoedarmo (1984) berpendapat bahwa ejaan adalah aturan menuliskan bunyi ucapan dalam bahasa dengan tanda-tanda atau lambang-lambang.
Menurut Arifin (2004) ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antar hubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa). Selanjutnya secara teknis, ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.
Keraf (1984) berpendapat bahwa ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-larnbang bunyi-ujaran dan bagaimana inter-relasi antara lambang-lambang itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa.
Kridalaksana (2008) mengemukakan bahwa ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa dengan kaidah tulis menulis yang distandarisasikan. yang la/irn mempunyai 3 aspek, yakni aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad, aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfcmis, dan aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.
Menurut KBBI (2005) ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dsb) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi bahasa dengan kaidah dalam bentuk tulisan yang mempunyai 3 aspek, yakni aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonern dengan huruf dan penyusunan abjad, aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfeinis, aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.     

2.2.1 Beberapa Hal yang Terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia
Menurut EYD (1996), hal-hal yang terdapat dalam ejaan  bahasa Indonesia adalah sebagai berikut    

2.2.1.1. Pemakaian Huruf    
a).Huruf Abjad
Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf a sampai dengan z.
b).Huruf vokal
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan n.
c), Huruf Konsonan
Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d,J\ g, h, j, k, I, r/i, n, p, q, r, ,v, /, v, w, x, y, dan z.
d). HurufDiftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, an, dan oi.
e). Gabungan-HurufKonsonan
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan, yaitu kh, ng, ny, dan sy. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.






BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dari makalah kami ,dapat kami simpulkan  bahwa ejaan adalah pe nggambaran bunyi ,bahasa,,kalimat dengan kaidah tulisan  yang di standarisasikan .ada 3 asfek dalam ejaan yaitu asfek fonologi,asfek morfologis,dan asfek sintaksis.
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan penyempurnaan dari ejaan-ejaan sebelumnya. EYD diresmikan pada saat pidato kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan RI XXVII, 17 Agustus 1972. kemudian dikukuhkan dalam Surat Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. EYD ini hasil kerja panitia ejaan Bahasa Indonesia yang dibentuk pada tahun 1966

           
3.2. SARAN
Sebaiknya pada materi ini untuk lebih kita memahaminya kita harus lebih paham,menganalisis dengan teliti dengan begitu  kita mendapatkan wawasan yang lebih luas
Kemudian untuk kemajuan dari pembuat makalah dan pembaca di harapkan kritik dan sarannya untuk kesempurnaan makalah kini






                                      DAFTAR PUSTAKA
Dulay.1995. kesalahan berbahasa. (online).(http://blog-indonesia.com/blog-archive-63html ,di akses pada tanggal 13 juli 2012 ).
Tarigan, Henry Guntur. 1995. Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan. 1990. Analasis Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Arifin, E. Zaenal. 2004. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.

Depdikbud. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan & Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: CV Pustaka Setia.

KBBI.2005.analisiskesalahan ejaan(online).(http://lutfiluphy.blogspot.com/2012/04/pengertian-analisis-kesalahan-berbahasa.html ,di akses pada tanggal 13 juli 2012)
Chaer.2006.ejaan.(online).(http://rangrangbuana.blogspot.com/2011/02/makalah-analisis-ejaan.html , di akses pada tanggal 13 juli 2012 )
Wirjosoedarmo.1984.pengertian ejaan. (online).(http://tataaramadhani.blogspot.com/2011/04/ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html , di akses pada tanggal 13 juli 2012.
Arifin. 2004. Ejaan .(online).(http://tataaramadhani.blogspot.com/2011/04/ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html , di akses pada tanggal 13 juli 2012).
Keraf.1984.pengertian ejaan. (online).(http://tataaramadhani.blogspot.com/2011/04/ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html , di akses pada tanggal 13 juli 2012 ).
Kridalaksana.2008.pengertian ejaan. (online).(http://tataaramadhani.blogspot.com/2011/04/ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html , di akses pada tanggal 13 juli 2012 ).
KBBI.2005.ejaan. (online).(http://tataaramadhani.blogspot.com/2011/04/ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html , di akses pada tanggal 13 juli 2012 ) .