Entri Populer

Selasa, 09 Oktober 2012

transpor aktif dan fasif

Transpor Aktif Dan Transpor Pasif Transpor Aktif Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energy untuk mengeluarkan dan memasukan ion - ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat parmeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam sel. Transpor aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel, dimana muatan listrik ini ditentukan oleh ion natrium (Na+), ion kalium (K+), dan ion klorin (Cl-). Keluar masuknya ion Na+ dan K+ diatur oleh pompa natrium - kalium. Transpor aktif dapat berhenti jika sel didinginkan, mengalami keracunan, atau kehabisan energi. Transpor aktif memerlukan molekul pengangkut berupa protein integral pada membran, dimana di dalam molekul ini, terdapat situs pengikatan. Proses transport aktif dimulai dengan pengambilan tiga ion Na+ dari dalam sel dan menempati situs pengikatan pada protein integral. Energi diperlukan untuk mengubah bentuk protein integral pada membran yang sebelumnya membuka kearah dalam sel menjadi membuka kebagian luar sel. Selanjutnya, ion Na+ terlepas dari situs pengikatan dan keluar dari protein integral menuju keluar sel. Kemudian dari luar sel, dua ion K+ menempati situs pengikatan di protein integral. Bentuk protein integral berubah, dari sebelumnya membuka kearah luar menjadi membuka kearah dalam sel dan ion kalium dilepaskan kedalam sel. Endositosis adalah transport makromolekul dan materi yang sangat kecil ke dalam sel dengan cara membentuk veskula baru dari membran plasma Langkah - langkahnya pada dasarnya merupakan kebalikan dari eksositosis. Sebagian kecil luas membran plasma terbenam kedalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit membentuk vesikula yang berisi materi yang didapat dari luar selnya. Endositosis dibutuhkan untuk berbagai macam fungsi yang penting bagi sel, karena endositosis dapat meregulasi berbagai macam proses seperti pengambilan nutrisi, adhesi dan migrasi sel, reseptor sinyal, masuknya patogen, neurotransmisi, presentasi antigen, polaritas sel, mitosis, pertumbuhan dan diferensiasi, dan masuknya obat. Endositosis merupakan proses pemasukan zat kedalam sel. Proses ini tergolong transport aktif karena melawan kadar gradien (dari konsentrasi rendah kekonsentrasi tinggi) dan memerlukan energi sel. Endositosis terbagi dua, yaitu fagositosis (pemasukan zat padat) dan pinositosis (permasukan zat cair). Contoh endositosis adalah sel darah putih yang memakan bakteri penyakit. Sel tersebut membungkus bakteri dan menangkapnya dalam suatu vakuola makanan yang selanjutnya dicerna oleh lisosom. Endositosis terdiri tiga jenis, yaitu : 1. Fagositosis (pemakan seluler), sel menelan suatu partikel dengan pseudopod yang membalut disekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong berlapis-membran yang cukup besar untuk digolongkan sebagai vakuola. Partikel itu dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim hidrolitik. 2. Pinositosis (peminum seluler), sel “meneguk” tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetesan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinosistosis tidak spesifik dalam substansi yang ditranspornya. 3. Endositosis yang diperantarai reseptor, yang tertanam dalam membran adalah protein dengan tempat reseptor spesifik yang dipaparkanke fluide ekstraseluler. Ekstraseluler yang terkait pada reseptor disebut ligan, yaitu satu istilah umum untuk setiap molekul yang terkait khususnya pada tempat resptor moleku lain. Protein resptor biasanya mengelompok dalam daerah membran yang disebut lubang terlapisi, yang isi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samar. Protein pelapis ini mungkin membantu memperdalam lubang dalam membentuk vesikula. Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah sekalipun substansi itu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida seluler Misalnya, sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan digunakan dalam sintesis membran dan sebagai prekursor untuk sintesis steroid lainnya. Eksositosi merupakan proses sel mensekresi makromolekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membran plasma, vesikula trnsport yang terlepas dari apatatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke membran plsma. Ketika membran vesikula dan membran plasma bertemu, molekul lipid bilayer menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membran bergabung. Kandungan vesikula kemudian tumpah kedalam sel. Banyak sel sekretoris menggunakan eksositosis untuk mengirim keluar produk-produk yang dihasilkan oleh sel sekretoris tersebut. Misalnya, sel tertentu dalam pankreas menghasilkan hormon insulin dan menekresikannnya kedalam darah melalui eksositosis. Contoh lain adalah neuron atau sel saraf, yang menggunakan eksositosis untuk melepaskan sinyal kimiawi yang merangsang sel otot. Ketika sel tumbuhan sedang membuat diding sel, eksositois mengeluarkan karbohidrat dari vesikula golgi kebagian luar selnya. TRANSPOR PASIF gambar osmosis Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeable selektif dari bagian yang lebih encer kebagian yang lebih padat. Membran semi permeable harus dapat ditembus pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradient tekanan sepanjang membran. Perpindahan zat terlarut dari konsentrasi rendah ketinggi melalui membrane semi permeable. Osmosis adalah salah satu cairan yang melewati membran dari konsentrasi larutan yang rendah ke konsentrasi larutan yang tinggi. Pada osmosis yang bergerak melalui membran semipermeabel ialah air dari larutan hipotonis (konsentrasi air tinggi, konsentrasi zat terlarut rendah) ke hipertonis (konsentrasi air rendah, konsentrasi zat terlarut tinggi). Larutan, misalnya glukosa mempunyai tekanan osmotik. Tekanan osmotik dapat diukur menggunakan osmometer. Naiknya air pada pipa osmometer dapat dipakai untuk menentukan sebagai tekanan osmotik. Tekanan osmotik dapat dikatakan sebagai tekanan yang diperlukan untuk mencegah pelarut (air) bergerak melalui membran semipermeabel . Larutan gula, garam, dan larutan lainnya, Jika dimasukkan ke dalam osmometer menunjukan adanya tekanan osmotik. Tekanan osmotik yang terkandung pada suatu larutan dinamakan potensial osmotik. Suatu percobaan memperlihatkan bahwa jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan yang hipotonis, sel darah merah akan menggembung. sebaliknya, jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan hipertonis, sel darah merah akan mengkerut (krenasi). Untuk memahami tentang osmosis, perhatikan Gambar 1.16! Gambar 1.16 menunjukkan proses osmosis. Air akan berpindah dari A menuju B melalui membran semi permeabel sehingga diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Setelah terjadi osmosis, maka gambar prosesnya menjadi seperti berikut. Dari ilustrasi itu dapat disimpulkan bahwa osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis). Peristiwa osmosis dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain pada penyerapan air melalui bulu-bulu akar, dan mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan hipertonis. 2. Mekanisme Osmosis Pergerakan air berlangsung dari laruran yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permeable. Larutan yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan larutan didalam sel dinamakan larutan hipertonis, sedangkan larutan yang konsentrasi sama dengan larutan didalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat diluar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah dari pada didalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis. Penyebab utama osmosis adalah penurunan potensial air dalam larutan harus ditekankan terhadap bahwa pernyataan termodinamika dan persamaan yang berasal dari itu menceritakan apa-apa menggunakan tentang tingkat osmosis atau mekanisme

Rabu, 03 Oktober 2012

sistem rangka pada hewan

A. PENGERTIAN SISTEM DAN RANGKA PADA HEWAN Hewan dan manusia mempunyai kemampuan bergerak dan berpindah tempat karena adanya kerja sama antara tulang / rangka dan otot. Otot menempel dan menghubungkan tulang dengan kulit. Otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang dan kulit. Oleh karena itu, otot disebut alat gerak aktif , sedangkan tulang disebut alat gerak pasif. Sistem adalah susunan alat dengan fungsi tertentu.Misalnya saja sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem integument, sistem respirasi, dan lain – lain. Rangka adalah tulang – tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan sistem tertentu. Rangka memiliki fungsi yang vital bagi makhluk hidup. Rangka pada hewan vertebrata berupa endoskeleton ( rangka dalam ). Tulang – tulang yang menyusun rangka mempunyai struktur yang bermacam sesuai dengan fungsinya. B. MACAM – MACAM RANGKA HEWAN Berdasarkan letak susunannya, rangka dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Rangka Eksoskeleton, yaitu rangka yang terletak diluar tubuh hewan. Rangka tubuh eksoskeleton dapat ditemukan pada Mollusca bercangkang dan Arthropoda. Pada Mollusca, misalnya pada kijing, seiring dengan pertumbuhan hewan tersebut hewan memperbesar diameter cangkangnya dengan cara menambahkan deposit pada ujung bagian luarnya biasanya berupa senyawa kapur. Sedangkan pada Arthropoda, eksoskeletonnya adalah kutikula merupakan pembungkus tak hidup yang disekresikan oleh sel – sel epidermis. Eksoskeleton memiliki sendi kutikula disusun oleh kitin. Kutikula dikeraskan senyawa organic yang mengikat silang protein eksoskeleton agar dapat memberikan perlindungan. Pada beberapa Crustacea, udang misalnya lebih mengeraskan eksoskeleton dengan menambahkan garam kalsium. Sedangkan pada daerah persendian, kutikula biasanya tipis dan fleksibel hanya terdapat sedikit garam organic dan sedikit pengikatan silang protein. Eksoskeleton pada Arthropoda secara periodik dilepaskan ( ganti kulit ) dan digantikan dengan pembungkus yang lebih besar sesuai pertumbuhan hewan tersebut. 2. Rangka Endoskeleton, yaitu rangka yang terletak didalam tubuh hewan. Rangka endoskeleton terdiri atas unsur pendukung yang keras seperti tulang yang terbungkus didalam jaringan lunak seekor hewan. Endoskeleton pada ekinodermata berbentuk lempengan keras ( osikel ) di bawah kulit. Osikel terdiri atas Kristal magnesium karbonat dan kalsium karbonat dan lempengan terpisah yang umumnya terikat bersama dengan serat protein. Sedangkan Chordata mempunyai endoskeleton yang tersusun dari jaringan rawan dan jaringan tulang atau beberapa kombinasi dari jaringan – jaringan tersebut. Rangka endoskeleton terdapat hewan vertebrata. Macam – macam bentuk rangka dalam (endoskeleton ) : Amfibi Rangka burung Gambar. burung Adapula yang dinamakan rangka tubuh hidrostatik berupa bagian dari tubuh hewan hewan yang ditahan dibawah tekanan dalam kompartemen tubuh yang tertutup. Sistem otot tidak menempel pada suatu struktur, otot – otot hanya saling menekan satu dengan yang lainnya. Efek kombinasi dari kontraksi otot dan tekanan cairan memberikan sokongan untuk memelihara bentuk hewan. Rangka tubuh hidrostatik sangat cocok untuk kehidupan lingkungan akuatik. Jenis rangka ini terdapat pada Coelenterata, cacing pipih, nematode, dan annelid. Rangka tubuh hidrostatik bisa melindungi organ – organ internal dari benturan dan memungkinkan untuk merayap serta menggali lubang sarang. Akan tetapi, rangka hidrostatik tidak dapat menopang bentuk lokomosi di darat dimana tubuh hewan yang dipertahankan lepas dari tanah seperti berjalan dan berlari. Gambar . Rangka katak tampak ventral, selain vertebrae yang khas, ada beberapa bagian tulang yang menyatu. Tulang korakoid sebagai bagian dari gelang bahu tampak masih sangat jelas, berbeda dengan manusia yang tinggal saja (Sumber: Rust, 1983). Keterangan : Skull : tengkorak Lower jaw : rahang bawah Scapula : skapula Costal cartilage : bagian rawan dari rusuk Metacromion : metakromion Head of humerus : kepala lengan atas Humerus : humerus Sternum : dada Radius : radius Carpals : karpal Metacarpals : metakarpal Cervical vertebrae : vertebrae leher Thoracic vertebrae : vertebrae thorak Lumbar vertebrae : vertebrae lumbar Floating ribs : rusuk melayang Ribs : rusuk Ulna : ulna Sacral vertebrae ( sacrum ) : vertebrae sakral Tibia : tibia Femur : paha Pubis : pubis Fibula : fibula Tarsals : tarsal Metatarsals : metatarsal Phalanges : falanges Caudal vertebrae : vertebrae ekor C. FUNGSI RANGKA PADA HEWAN Secara umum rangka pada hewan memiliki fungsi, yaitu : 1. Sebagai alat gerak pasif. Rangka bisa bergerak apabila ada kontraksi otot sehingga dikatakan bahwa gerak rangka tergantung pada gerak otot. 2. Tempat melekatnya otot rangka, letak otot melekat pada rangka. Otot dan rangka letaknya berdampingan dan melekat erat. 3. Memberi bentuk tubuh. Konstruksi tulang pada tubuh kita yang sedemikian rupa dapat member bentuk tubuh. 4. Memberi kekuatan dan menunjang tegaknya tubuh. 5. Melindungi organ tubuh yang lemah. Tulang yang mempunyai fungsi ini terutama yang menyusun tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belakang. Dengan adanya tulang – tulang tersebut, organtybyh yang vital seperti jantung dan paru – paru dapat terlindungi. 6. Tempat pembentukan sel darah. Sel darah dibentuk di dalam sumsum tulang. Sumsum tulang ini terletak di rongga – rongga bagian dalam tulang.

fungi

Fungi (jamur) a.Khamir. Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar.khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 μm lebarnya dan panjangnya dari 5-30 μm atau lebih. Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.Sel-sel individu, tergantung kepada umur dan lingkungannya. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya. 1. Khamir Murni Khamir yang dapat berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan askospora khamir ini diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces cerevisae, Saccharomyces carlbergesis, Hansenula anomala, Nadsonia sp). 2. Khamir Liar Khamir murni yang biasanya terdapat pada kulitanggur. Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi, meskipun galur yang diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada dikulit anggur dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah dihancurkan. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk memfermentasi air perasan anggur. 3. Khamir Atas Khamir murni yang cenderung memproduksi gas sangat cepat sewaktu fermentasi,sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir atas mencakup khamir yang digunakan dalam pembuatan roti,untuk kebanyakan anggur minuman dan bir inggris (Saccharomyces cereviceae). 4. Khamir Dasar Khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban pada bagian awal fermentasi. Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar. Galur terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis). 5. Khamir Palsu atau Torulae Khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal tahap pembentukan spora seksual. Banyak diantaranya yang penting dari segi medis (Cryptococcus neoformans, Pityrosporum ovale, Candida albicans). Sel khamir mempunyai ukuran yang bervariasi , yaitu dengan panjang 1-5 m sampai 20-50 m. Bentuk sel khamir bermacam-macam, yaitu bulat, oval, silinder, ogival yaitu bulat panjang dengan salah satu ujung runcing, segitiga melengkung (triangular), berbentuk botol, bentuk spikulat atau lemon, membentuk pseucomi- selium dan sebagainya. Sel vegetatif yang berbentuk spikulat atau lemon merupakan karakteristik grup khamir yang ditemukan pada tahap awal fermentasi alami buah-buahan dan bahan lain yang mengandung gula, misalnya Hanseniaspora dan Kloeckera. Bentuk ogival adalah bentuk memanjang di mana salah satu ujungnya bulat dan ujung yang lainnya runcing. Bentuk ini merupakan karakteristik dan khamir yang disebut Bret- tanomyces. Khamir yang berbentuk bulat misalnya Debaryomyces, berbentuk oval misalnya Saccharomyces, dan yang berbentuk triangular misalnya Trugonopsis. Khamir tidak mempunyai flagela atau organ lain untuk bergerak. b. Ciri dan sifat fungi (cendawan) Fungi dalam bahasa Indonesia disebut cendawan. Ciri-ciri cendawan secara umum ialah makhluk hidup eukariotik, heterotrofik (tidak memiliki klorofil), memperoleh nutrisi melalui absorbsi dan enegi simpanannya berupa glikogen. Cendawan mempunyai struktur somatik bersel satu atau banyak (multiseluler), kebanyakan berupa hifa dengan komponen utama dinding selnya ialah zat kitin, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual dengan membentuk spora. Dalam definisi ini, cendawan mencakup jamur, kapang, dan khamir. Jamur (mushroom) ialah cendawan yang tubuh buahnyaberukuran besar dan sebaliknya kapang (moulds) ialah cendawan yang berukuran renik. Khamir (yeast) ialah cendawan bersel tunggal. Cendawan bukanlah tumbuhan atau hewan. Cendawan tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis dan menyimpan karbohidratnya dalam bentuk glikogen bukan pati seperti pada tumbuhan. Cendawan tidak menelan dan mengunyah makanan seperti pada hewan, melainkan merombak makanannya di luar tubuh secara enzimatik dan diserap melalui hifa. Cendawan termasuk makhluk hidup eukariotik karena sudah memiliki inti sel yang terbungkus membran. Hidupnya bersifat heterotrof dengan menggunakan bahan organik yang sudah tersedia. Bahan organik yang digunakan dapat berupa bahan organik mati (saprotrof) atau bahan organik hidup (simbiosis). Simbionsis dapat bersifat antagonistik (Gambar 7.1) dan mutualistik (Gambar 7.2). Cendawan yang melakukan simbioisis antagonistik dapat menyebabkan penyakit parasitik yang merugikan makhluk hidup inangnya. Sebaliknya, cendawan yang membentuk simbiosis mutualistik menguntungkan baik inang maupun cendawannya itu sendiri. Inang untuk cendawan ialah tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme termasuk cendawan. Gambar 7.1. Cendawan Ustilago maydis parasit pada jagung yang menyebabkan penyakit gosong. Struktur somatik cendawan multiseluler tersusun atas benangbenang yang disebut hifa. Hifa merupakan tabung-tabung kecil berisi sitoplasma dan nukleus. Dinding sel hifa umunya tersusun atas kitin. Kumpulan hifa akan membentuk jalinan yang disebut miselium. Beberapa jenis cendawan memiliki hifa dengan sekat-sekat melintang yang dinamakan septa. Hifa yang memiliki sekat dinamakan hifa bersekat atau bersepta. Adapun hifa yang tidak memiliki sekat dinamakan asepta atau senositik (Gambar 7.3). Hifa senositik memiliki banyak inti. Pada cendawan yang hidup sebagai parasit terdapat hifa yang mengalami modifikasi menjadi haustoria. Haustoria adalah hifa yang berfungsi sebagai organ penyerap makanan atau menempel pada inang. Selain menyerap makanan, hifa dapat berkembang membentuk struktur reproduksi. Ada 3 macam morfologi hifa: 1. Aseptat atau senosit, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum. 2. Septat dengan sel-sel uninukleat, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nucleus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus dan sitoplasma dari satu ruang keruang yang lain.setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi oleh suatu membrane sebagaimana halnya pada sel yang khas, setiap ruang itu biasanya dinamakan sel. 3. Septat dengan sel-sel multinukleat, septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang. Jamur tidak dapat hidup secara autotrof, melainkan harus hidup secara heterotrof. Jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada dilingkungannya. Umumnya jamur hidup secara saprofit,artinya hidup dari penguraian sampah sampah-sampah organic seperti bangkai, sisa tumbuhan, makanan dan kayu lapuk, menjadi bahan-bahan anorganik. Ada pula jamur yang hidup secara parasit artinya jamur mendapatkan bahan organic dari inangnya misalnya dari manusia, binatang dan tumbuhan. Adapula yang hidup secara simbiosis mutualisme, yakni hidup bersama dengan orgaisme lain agar saling mendapatkan untung, misalnya bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak. Anatomi pada fungi (jamur) Jamur tidak memiliki klorofil, sel pada jamur ada yang uniseluler,ada pula yang mutiseluler. Dinding sel pada jamur terdiri dari kitin. Jamur multiseluler terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti kapas, yang disebu benang hifa. Hifa memiliki sekat-sekat yang melintang, tiap-tiap sekat memiliki satu sel, dengan satu atau beberapa inti sel. Namun adapula hifa yang tidak memiliki sekat melintang, yang mengandung banyak inti dan disebut senositik. Ada tidaknya sekat pada hifa ini dijadikan dasar dalam penggolongan jamur. Hifa ada yang berfungsi sebagai pembentuk alat reproduksi. Misalnya, hifa yang tumbuh menjulang ke atas menjadi sporangiofor yang artinya pembawa sporangium.sporangium artinya kotak spora. Didalam sporangium terisi spora. Ada pula hifa yang tumbuh menjadi konidiofor yang artinya pembawa konidia, yang dapat menghasilkan konidium. Kumpulan hifa membentuk jaringan benang yang dikenal sebagai miselium. Miselium inilah yang tumbuh menyebar diatas substrat dan berfungsi sebagai penyerap makanan dari lingkungannya. Gambar morfologi fungi Struktur Dinding Sel Hifa Dinding sel fungi kaku dan merupakan struktur terstratifikasi terdiri atas mikrofibril khitin terbenam dalam matriks polisakarida, protein, lipid, garam anorganik, dan pigmen. Khitin adalah polimer N-asetil-D-glukosamin (GlcNAc) yang tersambung via ikatan 1-4. Khitin diproduksi di sitosol. Monomer GlcNAc berasal dari uridin difosfat GlcNAc. Polisakarida utama matriks dinding sel adalah glukan nonselulosa seperti glikogen, mannan (polimer manosa), khitosan (polimer glukosamin), dan galaktan (polimer galaktosa). Sejumlah kecil fukosa, rhamnosa, xilosa, dan asam uronat terdapat dalam matriks dinding sel. Glukan pada fungi adalah polimer glukosa yang terikat secara konfigurasi , baik 1-3 maupun 1-6. Dinding sel hifa Paracoccidioides brasiliensis terdiri atas khitin dan -glukan berlapis tunggal setebal 80—150 nm. Sedangkan tebal dinding sel khamir 200—600 nm dengan 3 lapis khitin dan -glukan. Banyak fungi, khususnya khamir, memiliki peptidomannan mudah larut sebagai komponen terluar matriks dinding sel. Mannan, galaktomannan, dan rhamnomannan bertanggungjawab terhadap respons imun sel inang terhadap khamir dan kapang. Cryptococcus neoformans menghasilkan kapsula polisakarida yang terdiri atas 3 polimer, yaitu glukoronoxilomannan, galaktoxilomannan, dan mannoprotein. Berdasarkan proporsi residu xilosa dan glukoronat, C. neoformans dapat dibedakan menjadi 4 kelompok antigenik, yaitu A, B, C, dan D. Kapsula ini antifagositik dan berperan sebagai faktor virulensi dan penghindar deteksi sistem imun. Selain khitin, glukan, dan mannan, dinding sel mengandung lipid, protein, khitosan, asam fosfatase, -amilase, protease, melanin, ion anorganik (PO43-, Ca2+, Mg2+). Bagian terluar dinding sel dermatofita berisi glikoprotein yang memicu hipersensitifitas kutan. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat. Membran Plasma Membran plasma jamur mirip dengan mebran plasma mammalia, tetapi fungi memiliki sterol nonpolar, yaitu ergosterol daripada kolesterol pada mammalia. Membran plasma mengatur keluar-masuk material secara selektif permeabel. Membran sterol memberikan fungsi secara struktural, modulasi fluiditas, dan kontrol fisiologis. Komponen utama membran plasma adalah lipid, protein, dan sedikit karbohidrat. Lipid merupakan struktur lapisan ganda plasma membran dan biasanya berupa fosfolipid dan sfingolipid. Bagian hidrofilik menghadap ke luar, sedangkan bagian hidrofobik terbenam di dalam. Protein tersebar di seluruh lapisan ganda lipid. Protein integral menembus lapisan ganda lipid, sedangkan protein tepi terbenam (tetapi tidak menembus) lapisan ganda lipid. Struktur lipoprotein ini memberikan pembatas efektif bagi berbagai molekul. Molekul menembus membran melalui mekanisme difusi dan transport aktif. Molekul ergosterol merupakan sasaran agen antifungi. Beberapa agen antifungi mengintervensi sintesis ergosterol. Penghambatan sintesis ergosterol dapat mengubah permeabilitas membran, sehingga menghamabat pertumbuhan. Penghambatan sintesis ergosterol juga menghambat aktivasi khitin sintase zimogen. Hal ini mengakibatkan produksi khitin berlebih, sehingga menghasilkan pertumbuhan abnormal. Mikrotubulus Fungi memiliki mikrotubulus yang berupa protein mikrotubulin. Protein tubulin terdiri atas dimer 2 subunit protein. Mikrotubulus merupakan struktur silinder berlubang panjang (long hollow cylinder) dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus bertanggung jawab terhadap pergerakan kromosom, nukleus, badan Golgi, dan organela lainnya. Mikrotubulus merupakan komponen prinsipil benang spindel yang membantu pergerakan kromosom selama meiosis dan mitosis. Ketika sel terpapar agen antimikrotubulus, maka pergerakan nukleus, mitokondria, vakuola, dan apikal vesikel terganggu. Griseofulvin yang digunakan untuk mengatasi infeksi dermatofit, mengikat protein terasosiasi mikrotubulus yang terlibat dalam asembling dimer tubulin. Dengan mengintervensi polimerisasi tubulin, griseofulvin menghentikan mitosis pada metafase. Nukleus fungi terbungkus oleh amplop nuklear dan berisi kromatin dan nukleolus. Bentuk, ukuran, dan jumlah nukleus fungi bervariasi. Material genetik pada fungi tersebar di nukleus (80—99%) dan mitokondria (1—20%). Pada beberapa isolat Saccharomyces cerevisiae 5% material genetik berada dalam plasmid.

Selasa, 02 Oktober 2012

FLORA DAN FAUNA INDONESIA

PROVINSI-PROVINSI DI INDONESIA BESERTA FLORA DAN FAUNANYA 1. Aceh >-- Banda Aceh Flora Bunga Jeumpa (Michelia champaca) adalah genus tanaman berbunga yg memiliki sekitar 50 spesies pohon selalu hijau, semak-semak, yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini juga disebut Bunga Cempaka. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae. Divisi: Magnoliophyta. Kelas: Magnoliopsida. Ordo: Magnoliales. Famili: Magnoliaceae. Genus: Michelia. Spesies: Michelia champaka Fauna Kucica Ekor-kuning / Ceumpala Kuneng (Trichixos pyrropygus) 2. Sumatera Utara >-- Medan Flora Kenanga (Cananga odorata) adalah nama bunga dari pohon yang memiliki nama yang sama. Kemudian Cananga odorata forma genuina atau kenanga filipina, yang juga disebut ylang-ylang. Selain itu masih dikenal kenanga perdu , yang banyak ditanam sebagai hiasan di halaman rumah. Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo : Magnoliales Famili : Annonaceae Genus : Cananga Spesies: Cananga odorata (Lamk.) Hook. Fauna Beo, mamiang, atau tiong emas (Gracula religiosa) adalah sejenis burung anggota suku Sturnidae (jalak dan kerabatnya). Burung ini dapat ditemukan di dataran rendah hingga dataran tinggi lebih dari 2000m. Karena kemampuannya menirukan bahasa manusia, burung ini menjadi hewan peliharaan populer. Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Aves Ordo: Passeriformes Famili: Sturnidae Genus: Gracula 3. Sumatera Barat >-- Padang Flora Bebesaran atau murbei (Morus macroura) adalah sebuah genus yang terdiri dari 10–16 spesies pohon tertentu yang asli berasal dari daerah panas sedang dan subtropis di Asia, Afrika dan Amerika. Mayoritas spesies asli berasal dari Asia. Salah satunya yang terkenal adalah di desa Andaleh, kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang telah mencapai usia lebih dari 120 tahun. Buah murbei merupakan buah majemuk dengan panjang 2-3 cm, berwarna merah bila masih mudah dan ungu tua bila ranum, dan dapat dimakan. Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Urticales; Famili: Moraceae; Genus: Morus; Spesies: Morus macroura Miq. Fauna Kuau Raja atau dalam nama ilmiahnya Argusianus argus adalah salah satu burung yang terdapat di dalam suku Phasianidae. Kuau Raja mempunyai bulu berwarna coklat kemerahan dan kulit kepala berwarna biru. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 200cm. Di atas kepalanya terdapat jambul dan bulu tengkuk berwarna kehitaman. Burung jantan dewasa juga memiliki bulu sayap dan ekor yang sangat panjang, dihiasi dengan bintik-bintik besar menyerupai mata serangga atau oceli. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, panjangnya sekitar 75cm, dengan jambul kepala berwarna kecoklatan. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Galliformes; Famili: Phasianidae; Genus: Argusianus; Spesies: Argusianus argus. 4. Riau >-- Pekanbaru Flora Nibung (Oncosperma tigillarium syn. O. filamentosum) adalah sejenis palma yang tumbuh di rawa-rawa Asia Tenggara, mulai dari Indocina hingga Kalimantan. Tumbuhan ini berupa pohon dengan bentuk khas palma: batang tidak atau jarang bercabang, dapat mencapai 25m, dapat memunculkan anakan yang rapat, membentuk kumpulan hingga 50 batang. Batang dan daunnya terlindungi oleh duri keras panjang berwarna hitam Klasifikasi ilmiah Pohon Nibung (Oncosperma tigillarium) : Kerajaan: Plantae. Divisi: Magnoliophyta. Kelas: Liliopsida. Ordo: Arecales. Famili: Arecaceae. Genus: Oncosperma. Spesies: Oncosperma tigillarium. . Fauna Serindit Melayu atau dalam nama ilmiahnya Loriculus galgulus adalah sejenis burung yang terdapat di dalam genus burung serindit Loriculus. Burung ini berukuran kecil, dengan panjang mencapai 12cm. Bulunya didominasi oleh warna hijau dengan bulu ekor berwarna merah. Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Psittaciformes Famili : Psittacidae Genus : Loriculus Spesies : L. galgulus Nama binomial : Loriculus galgulus (Linnaeus, 1758) 5. Jambi >-- Jambi Flora Palem merah (Cyrtostachys lakka Becc.) adalah tanaman hias populer yang biasa dijumpai di pekarangan rumah. Nama merah diambil dari warna pelepah daunnya yang merah pekat menyala. Palem merah sekarang menjadi salah satu tumbuhan langka karena eksploitasi besar-besaran di hutan Sumatra dan Mala Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Cyrtostachys; Spesies: Cyrtostachys renda; Fauna Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan di Pulau Sumatra di Indonesia. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Taman-taman nasional di Sumatra. Klasifikasi ilmiah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae): Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Carnivora; Famili:Felidae; Genus: Panthera; Spesies: Panthera tigris; Upaspesies: Panthera tigris sumatrae. 6. Sumatera Selatan >-- Palembang Flora Duku adalah nama umum dari sejenis buah-buahan anggota suku Meliaceae. Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara sebelah barat ini dikenal pula dengan nama-nama yang lain seperti langsat, kokosan, pisitan, celoring dan lain-lain Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Sapindales Famili: Meliaceae Genus: Lansium Spesies: Lansium domesticum Corr Fauna Ikan Belida (Chitala lopis) Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Osteoglossiformes Famili: Notopteridae Genus: Chitala Spesies: C. lopis 7. Bengkulu >-- Bengkulu Flora Bunga bangkai juga sering digunakan sebagai julukan bagi patma raksasa Rafflesia arnoldii. Di alam tumbuhan ini hidup di daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga resmi bagi Provinsi Bengkulu. Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Ordo: Arales Famili: Araceae (suku talas-ta Genus: Amorphophallus Spesies: Amorphophallus titanum Fauna Beruang Madu (Helarctos malayanus) KLASIFIKASI BERUANG MADU Filum :Chordata Subfilum :Vertebrata Kelas :Mamalia Bangsa :Carnivora Suku :Ursidae Marga :Helarctos Jenis : Helarctos malayanus 8. Lampung >-- Bandar Lampung Flora Bunga Ashar (Mirabilis jalapa) Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Caryophyllales; Famili: Nyctaginaceae; Genus: Mirabilis; Spesies: Mirabilis jalapa. Fauna Gajah adalah salah satu hewan yang ada di Indonesia. Gajah adalah mammalia dan merupakan hewan darat terbesar di dunia. Klasifikasi Gajah kindom : animalia fylum : chordata class : mamalia ordo : probescideae genus : elepas species : elephas maximus 9. Kepulauan Bangka Belitung >-- Pangkal Pinang Flora Nagasari (Palaquium rostratum) Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae; Filum: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Ebenales; Famili: Sapotaceae; Genus: Palaquium; Spesies: Palaquium rostratum (Miq. Burck). Sinonim Palaquium bancanum (Burck); Croixia rostrata (Baehni). Fauna - 10. Kepulauan Riau >-- Tanjung Pinang Flora Sirih adalah nama sejenis tumbuhan merambat yang bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil Ordo: Piperales Famili: Piperaceae (suku sirih-siriha Genus: Piper Spesies: Piper betle L. Fauna Kakap Merah Kingdom Phylum Class Ordo Familiy Genus Species Animalia : Chordata : Actinopterygii : Perciformes : Lutjanidae : Lutjanus : L. campechanus 11. Jakarta >-- Jakarta Flora Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular. Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Ordo: Arecales Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan) Genus: Salacca Spesies: Salacca zalacca Fauna Elang Bondol Klasifikasi ilmiah burung Elang Bondol: Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Aves Order : Falconiformes (atau Accipitriformes , qv) Keluarga : Accipitridae Genus : Haliastur Spesies : H. Indus nama latin: Haliastur indus 12. Yogyakarta >-- Yogyakarta Flora Tumbuhan kepel atau burahol adalah pohon penghasil buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel digemari puteri kraton-kraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam. Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil Ordo: Magnoliales Famili: Annonaceae Genus: Stelechocarpu Spesies: Stelechocarpus burahol Fauna sejenis burung berukuran kecil, berwarna abu-abu yang banyak dipelihara orang karena keindahan suaranya. Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Aves Ordo: Passeriformes Famili: Estrildidae Genus: Padda Spesies: P. oryzivora 13. Jawa Barat >-- Bandung Flora Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Sapindales Famili: Anacardiaceae Genus: Bouea Spesies: B. macrophylla Fauna Macan tutul. Klasifikasi Ilmiah Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Mammalia Ordo : Carnivora Famili : Felidae Genus : Panthera Species : P. Pardus 14. Jawa Tengah >-- Semarang Flora Michelia Klasifikas Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Magnoliales Famili: Magnoliaceae Genus: Michelia Spesies: Michelia champaca L. Fauna Kepodang Emas. Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes; Famili: Oriolidae; Genus: Oriolus; Spesies: Oriolus chinensis 15. Jawa Timur >-- Surabaya Flora Sedap malam adalah tumbuhan hijau abadi dari suku Agavaceae. Minyak dari bunga ini digunakan dalam pembuatan parfum. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Asparagales; Famili: Agavaceae; Genus: Polianthes; Spesies: Polianthes tuberosa. Fauna Ayam Bekisar adalah hasil perkawinan antara ayam hutan jantan dan ayam kampung betina. Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Aves Ordo: Galliformes Famili: Phasianidae Genus: Gallus Spesies: G. gallus Upaspesies: G. g. domesticus 16. Banten >-- Serang Flora Kokoleceran Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil Ordo: Theales Famili: Dipterocarpaceae Genus: Vatica Spesies: Vatica bantamensis Fauna Badak jawa atau Badak bercula-satu kecil Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Kelas : Mammalia Ordo : Perissodactyla Famili : Rhinocerotidae Genus : Rhinoceros (Linnaeus, 1758) Spesies : Rhinoceros sondaicus (desmarest, 1822) 17. Bali >-- Denpasar Flora Majegau Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae (Tumbuhan); Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh); Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji); Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga); Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil); Sub Kelas: Rosidae; Ordo: Sapindales; Famili: Meliaceae; Genus: Dysoxylum; Spesies: Dysoxylum densiflorum Miq. Fauna Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Klasifikasi Burung Jalak Bali : Kerajaan : Animalia Phylum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Fasseriformes Famili : Sturnidae Genus : Leucospar Species : Leucopsar rothschildi 8. Nusa Tenggara Timur >-- Kupang Flora Cendana, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Santales Famili : Santalaceae Genus : Santalum Spesies : Santalum album Fauna Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class : Reptilia Order : Squamata Family : Varanidae Genus :Varanus Species :Varanus komodoensis 19. Nusa Tenggara Barat >-- Mataram Flora kayu eboni atau kayu hitam Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Ebenales Famili: Sapotaceae Genus: Diospiros Spesies: Diospiros celebica Fauna Rusa Timor Phyllum : Vertebrata Class : Mammalia Ordo : Artiodactyla Familia : Cervidae Genus : Cervus Species : Cervus timorensis (Blainville, 1822) 20. Kalimantan Barat >-- Pontianak Flora Tengkawang Tungkul Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Theales Famili: Dipterocarpaceae Genus: Shorea Spesies: Shorea macrophylla Fauna Enggang Gading Klasifikasi Ilmiah Burung Enggang Gading Kerajaan: Animalia Filum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Coraciiformes Famili : Bucerotidae Genus : Buceros Spesies : Buceros vigil Forster 21. Kalimantan Tengah >-- Palangka Raya Flora Rambutan Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Sapindales Famili: Sapindaceae Genus: Nephelium Spesies: Nephelium lappaceum L. Fauna Kuau-kerdil Kalimantan, adalah jenis kuau-kerdil berukuran sedang yang berhabitat di hutan hujan dataran rendah Pulau Kalimantan. Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Aves Ordo: Galliformes Famili: Phasianidae Genus: Polyplectron Spesies: P. malacense 22. Kalimantan Selatan >-- Banjarmasin Flora Kasturi Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Sapindales Famili: Anacardiaceae Genus: Mangifera Spesies: Mangifera casturi Kosterm Fauna Bekantan sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Primata; Famili: Cercopithecidae; Upafamili: Colobinae; Genus: Nasalis; Spesies: Nasalis larvatus 23. Kalimantan Timur >-- Samarinda Flora Anggrek hitam adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Ordo: Orchidal Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan) Genus: Coelogyne Spesies: Coelogyne pandurata Fauna Pesut , sejenis ikan yang mirip lumba-lumba Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Cetacea; Famili: Delphinidae; Genus: Orcaella; Spesies: Orcaella brevirostris. 24. Sulawesi Utara >-- Manado Flora Longusei Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Urticales; Famili: Moraceae; Genus: Ficus; Spesies: Ficus minahassae. Fauna Tarsius tarsier suatu jenis primata kecil, memiliki tubuh berwarna coklat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata besar dengan telinga menghadap ke depan dan memiliki bentuk yang lebar. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Primata; Famili: Tarsiidae; Genus: Tarsius; Spesies: Tarsius tarsier 25. Sulawesi Tengah >-- Palu Flora Kayu-hitam Sulawesi adalah sejenis pohon penghasil kayu mahal dari keluarga eboni Klasifikasi ilmiah Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Ericales Famili : Ebenaceae Genus : Diospyros Spesies : D. celebica Fauna Maleo Senkawor atau Maleo Kerajaan: Hewan Filum: Chordata Kelas: Burung Ordo: Galliformes Famili: Megapodiidae Genus: Macrocephalon Spesies: M. maleo 26. Sulawesi Selatan >-- Makassar Flora Siwalan Klasifikasi tanaman siwalan menurut Anonim (2006g) adalah:Kingdom : PlantaeDivisio : MagnoliophytaKlas : LiliopsidaOrdo : ArecalesFamili : ArecaceaeGenus : BorassusSpesies : Borassus flabellifer L Fauna Julang Sulawesi Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class : Aves Ordo : Coraciiformes Family : Bucerotidae Genus : Aceros Spesies : Aceros undulatus 27. Sulawesi Tenggara >-- Kendari Flora Anggrek Serat Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Ordo: Asparagales; Famili: Orchidaceae; Genus: Diplocaulobium; Spesies: Diplocaulobium utile. Fauna Anoa Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo: Artiodactyla, Famili: Bovidae, Upafamili: Bovinae, Genus: Bubalus, Spesies: Bubalus quarlesi, Bubalus depressicornis. 28. Sulawesi Barat >-- Mamuj Flora Cempaka hutan kasar Klasifikasi ilmiah: Plantae; Filum: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Magnoliales; Famili: Magnoliaceae; Genus: Magnolia; Spesies: Magnolia vrieseana. Fauna Mandar Dengkur Kerajaan: Hewan Filum: Chordata Kelas: Aves Ordo: Gruiformes Famili: Rallidae Genus: Aramidopsis Sharpe, 1893 Spesies: A. plateni 29. Gorontalo >-- Gorontalo Flora Gofasa, Gupasa Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Lamiales; Famili: Verbenaceae; Genus: Vitex; Spesies: Vitex cofassus Reinw. ex Blume Fauna Ikan Bulala'o 30. Maluku >-- Ambon Flora Anggrek Larat Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Ordo: Orchidales Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan) Genus: Dendrobium Spesies: Dendrobium phalaenopsis Fauna Nuri-raja Ambon Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Psittaciformes; Famili: Psittacidae: Genus: Alisterus; Spesies: Alisterus amboinensis. 31. Maluku Utara >-- Ternate Flora Cengkeh Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Myrtales Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambu) Genus: Syzygium Spesies: Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L. M. Perry 32. Papua >-- Jayapura Flora Buah Merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua. Bagi masyarakat di Wamena, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu. klasifikasi tumbuhan Divisi : Spermatophyta Kelas : Angiospermae Subkelas : Monocotyledonae Ordo : Pandanales Famili : Pandanaceae Genus : Pandanus Spesies : Pandanus conoideus Lam. Fauna Cendrawasih Mati-kawat Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes; Famili: Paradisaeidae; Genus: Lycocorax, Pteridophora, Lophorina, Epimachus, Cicinnurus, Semioptera, Seleucidis, Paradisaea, Ptiloris, Manucodia, Paradigalla, Astrapia, Drepanornis, dan Parotia. Spesies: lihat artikel. 33. Papua Barat >-- Manokwari Flora Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras. Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian, dan kelengkeng. Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo : Sapindales Famili : Sapindaceae Genus : Pometia Spesies : Pometia pinnata J.R. & G.Forst Fauna Cendrawasih Merah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Aves Ordo: Passeriformes Famili: Paradisaeidae Genus: Paradisaea Spesies: P. rubra