Entri Populer
-
KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat me...
-
I. Pengertian Makna Menurut Para Ahli (minimal 3 ahli) dan Letak Kesamaan dan Perbedaannya……?? Pengertian Makna Menurut 3 Ahli Yaitu : a...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fasciola sp merupakan suatu parasit cacing pipih dari kelas Trematoda, filum Platyhelmi...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan manusia semakin hari semakin dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang kompl...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hidup sehat dan memiliki umur yang panjang merupakan impian semua orang . Namun li ng...
-
Penutup tubuh Pada tubuh semua jenis hewan memiliki penutup untuk menahan protoplasma di dalamnya, untuk memberikan perlindungan fisik, dan ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Secara umum pertumbuhan meliputi pertambahan jumlah (pembelahan sel) , pertambahan ukuran (pemb...
-
KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat me...
-
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaring...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ejaan yang disempurnakan atau yang lebih dekenal dengan singkatan EYD adalah ejaan yang...
Selasa, 09 Oktober 2012
transpor aktif dan fasif
Transpor Aktif Dan Transpor Pasif
Transpor Aktif
Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energy untuk mengeluarkan dan memasukan ion - ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat parmeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam sel. Transpor aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel, dimana muatan listrik ini ditentukan oleh ion natrium (Na+), ion kalium (K+), dan ion klorin (Cl-). Keluar masuknya ion Na+ dan K+ diatur oleh pompa natrium - kalium. Transpor aktif dapat berhenti jika sel didinginkan, mengalami keracunan, atau kehabisan energi.
Transpor aktif memerlukan molekul pengangkut berupa protein integral pada membran, dimana di dalam molekul ini, terdapat situs pengikatan. Proses transport aktif dimulai dengan pengambilan tiga ion Na+ dari dalam sel dan menempati situs pengikatan pada protein integral. Energi diperlukan untuk mengubah bentuk protein integral pada membran yang sebelumnya membuka kearah dalam sel menjadi membuka kebagian luar sel. Selanjutnya, ion Na+ terlepas dari situs pengikatan dan keluar dari protein integral menuju keluar sel. Kemudian dari luar sel, dua ion K+ menempati situs pengikatan di protein integral. Bentuk protein integral berubah, dari sebelumnya membuka kearah luar menjadi membuka kearah dalam sel dan ion kalium dilepaskan kedalam sel.
Endositosis adalah transport makromolekul dan materi yang sangat kecil ke dalam sel dengan cara membentuk veskula baru dari membran plasma Langkah - langkahnya pada dasarnya merupakan kebalikan dari eksositosis. Sebagian kecil luas membran plasma terbenam kedalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit membentuk vesikula yang berisi materi yang didapat dari luar selnya. Endositosis dibutuhkan untuk berbagai macam fungsi yang penting bagi sel, karena endositosis dapat meregulasi berbagai macam proses seperti pengambilan nutrisi, adhesi dan migrasi sel, reseptor sinyal, masuknya patogen, neurotransmisi, presentasi antigen, polaritas sel, mitosis, pertumbuhan dan diferensiasi, dan masuknya obat.
Endositosis merupakan proses pemasukan zat kedalam sel. Proses ini tergolong transport aktif karena melawan kadar gradien (dari konsentrasi rendah kekonsentrasi tinggi) dan memerlukan energi sel. Endositosis terbagi dua, yaitu fagositosis (pemasukan zat padat) dan pinositosis (permasukan zat cair). Contoh endositosis adalah sel darah putih yang memakan bakteri penyakit. Sel tersebut membungkus bakteri dan menangkapnya dalam suatu vakuola makanan yang selanjutnya dicerna oleh lisosom.
Endositosis terdiri tiga jenis, yaitu :
1. Fagositosis (pemakan seluler), sel menelan suatu partikel dengan pseudopod yang membalut disekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong berlapis-membran yang cukup besar untuk digolongkan sebagai vakuola. Partikel itu dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim hidrolitik.
2. Pinositosis (peminum seluler), sel “meneguk” tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetesan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinosistosis tidak spesifik dalam substansi yang ditranspornya.
3. Endositosis yang diperantarai reseptor, yang tertanam dalam membran adalah protein dengan tempat reseptor spesifik yang dipaparkanke fluide ekstraseluler. Ekstraseluler yang terkait pada reseptor disebut ligan, yaitu satu istilah umum untuk setiap molekul yang terkait khususnya pada tempat resptor moleku lain. Protein resptor biasanya mengelompok dalam daerah membran yang disebut lubang terlapisi, yang isi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samar. Protein pelapis ini mungkin membantu memperdalam lubang dalam membentuk vesikula. Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah sekalipun substansi itu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida seluler Misalnya, sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan digunakan dalam sintesis membran dan sebagai prekursor untuk sintesis steroid lainnya.
Eksositosi merupakan proses sel mensekresi makromolekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membran plasma, vesikula trnsport yang terlepas dari apatatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke membran plsma. Ketika membran vesikula dan membran plasma bertemu, molekul lipid bilayer menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membran bergabung. Kandungan vesikula kemudian tumpah kedalam sel.
Banyak sel sekretoris menggunakan eksositosis untuk mengirim keluar produk-produk yang dihasilkan oleh sel sekretoris tersebut. Misalnya, sel tertentu dalam pankreas menghasilkan hormon insulin dan menekresikannnya kedalam darah melalui eksositosis. Contoh lain adalah neuron atau sel saraf, yang menggunakan eksositosis untuk melepaskan sinyal kimiawi yang merangsang sel otot. Ketika sel tumbuhan sedang membuat diding sel, eksositois mengeluarkan karbohidrat dari vesikula golgi kebagian luar selnya.
TRANSPOR PASIF
gambar osmosis
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeable selektif dari bagian yang lebih encer kebagian yang lebih padat. Membran semi permeable harus dapat ditembus pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradient tekanan sepanjang membran. Perpindahan zat terlarut dari konsentrasi rendah ketinggi melalui membrane semi permeable. Osmosis adalah salah satu cairan yang melewati membran dari konsentrasi larutan yang rendah ke konsentrasi larutan yang tinggi. Pada osmosis yang bergerak melalui membran semipermeabel ialah air dari larutan hipotonis (konsentrasi air tinggi, konsentrasi zat terlarut rendah) ke hipertonis (konsentrasi air rendah, konsentrasi zat terlarut tinggi). Larutan, misalnya glukosa mempunyai tekanan osmotik. Tekanan osmotik dapat diukur menggunakan osmometer. Naiknya air pada pipa osmometer dapat dipakai untuk menentukan sebagai tekanan osmotik. Tekanan osmotik dapat dikatakan sebagai tekanan yang diperlukan untuk mencegah pelarut (air) bergerak melalui membran semipermeabel . Larutan gula, garam, dan larutan lainnya, Jika dimasukkan ke dalam osmometer menunjukan adanya tekanan osmotik. Tekanan osmotik yang terkandung pada suatu larutan dinamakan potensial osmotik. Suatu percobaan memperlihatkan bahwa jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan yang hipotonis, sel darah merah akan menggembung. sebaliknya, jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan hipertonis, sel darah merah akan mengkerut (krenasi).
Untuk memahami tentang osmosis, perhatikan Gambar 1.16! Gambar 1.16 menunjukkan proses osmosis. Air akan berpindah dari A menuju B melalui membran semi permeabel sehingga diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Setelah terjadi osmosis, maka gambar prosesnya menjadi seperti berikut.
Dari ilustrasi itu dapat disimpulkan bahwa osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis). Peristiwa osmosis dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain pada penyerapan air melalui bulu-bulu akar, dan mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan hipertonis.
2. Mekanisme Osmosis
Pergerakan air berlangsung dari laruran yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permeable. Larutan yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan larutan didalam sel dinamakan larutan hipertonis, sedangkan larutan yang konsentrasi sama dengan larutan didalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat diluar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah dari pada didalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis. Penyebab utama osmosis adalah penurunan potensial air dalam larutan harus ditekankan terhadap bahwa pernyataan termodinamika dan persamaan yang berasal dari itu menceritakan apa-apa menggunakan tentang tingkat osmosis atau mekanisme
Rabu, 03 Oktober 2012
sistem rangka pada hewan
A. PENGERTIAN SISTEM DAN RANGKA PADA HEWAN
Hewan dan manusia mempunyai kemampuan bergerak dan berpindah tempat karena adanya kerja sama antara tulang / rangka dan otot. Otot menempel dan menghubungkan tulang dengan kulit. Otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang dan kulit. Oleh karena itu, otot disebut alat gerak aktif , sedangkan tulang disebut alat gerak pasif.
Sistem adalah susunan alat dengan fungsi tertentu.Misalnya saja sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem integument, sistem respirasi, dan lain – lain.
Rangka adalah tulang – tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan sistem tertentu. Rangka memiliki fungsi yang vital bagi makhluk hidup. Rangka pada hewan vertebrata berupa endoskeleton ( rangka dalam ). Tulang – tulang yang menyusun rangka mempunyai struktur yang bermacam sesuai dengan fungsinya.
B. MACAM – MACAM RANGKA HEWAN
Berdasarkan letak susunannya, rangka dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Rangka Eksoskeleton, yaitu rangka yang terletak diluar tubuh hewan. Rangka tubuh eksoskeleton dapat ditemukan pada Mollusca bercangkang dan Arthropoda. Pada Mollusca, misalnya pada kijing, seiring dengan pertumbuhan hewan tersebut hewan memperbesar diameter cangkangnya dengan cara menambahkan deposit pada ujung bagian luarnya biasanya berupa senyawa kapur. Sedangkan pada Arthropoda, eksoskeletonnya adalah kutikula merupakan pembungkus tak hidup yang disekresikan oleh sel – sel epidermis. Eksoskeleton memiliki sendi kutikula disusun oleh kitin. Kutikula dikeraskan senyawa organic yang mengikat silang protein eksoskeleton agar dapat memberikan perlindungan. Pada beberapa Crustacea, udang misalnya lebih mengeraskan eksoskeleton dengan menambahkan garam kalsium. Sedangkan pada daerah persendian, kutikula biasanya tipis dan fleksibel hanya terdapat sedikit garam organic dan sedikit pengikatan silang protein. Eksoskeleton pada Arthropoda secara periodik dilepaskan ( ganti kulit ) dan digantikan dengan pembungkus yang lebih besar sesuai pertumbuhan hewan tersebut.
2. Rangka Endoskeleton, yaitu rangka yang terletak didalam tubuh hewan. Rangka endoskeleton terdiri atas unsur pendukung yang keras seperti tulang yang terbungkus didalam jaringan lunak seekor hewan. Endoskeleton pada ekinodermata berbentuk lempengan keras ( osikel ) di bawah kulit. Osikel terdiri atas Kristal magnesium karbonat dan kalsium karbonat dan lempengan terpisah yang umumnya terikat bersama dengan serat protein. Sedangkan Chordata mempunyai endoskeleton yang tersusun dari jaringan rawan dan jaringan tulang atau beberapa kombinasi dari jaringan – jaringan tersebut. Rangka endoskeleton terdapat hewan vertebrata.
Macam – macam bentuk rangka dalam (endoskeleton ) :
Amfibi
Rangka burung
Gambar. burung
Adapula yang dinamakan rangka tubuh hidrostatik berupa bagian dari tubuh hewan hewan yang ditahan dibawah tekanan dalam kompartemen tubuh yang tertutup. Sistem otot tidak menempel pada suatu struktur, otot – otot hanya saling menekan satu dengan yang lainnya. Efek kombinasi dari kontraksi otot dan tekanan cairan memberikan sokongan untuk memelihara bentuk hewan.
Rangka tubuh hidrostatik sangat cocok untuk kehidupan lingkungan akuatik. Jenis rangka ini terdapat pada Coelenterata, cacing pipih, nematode, dan annelid. Rangka tubuh hidrostatik bisa melindungi organ – organ internal dari benturan dan memungkinkan untuk merayap serta menggali lubang sarang. Akan tetapi, rangka hidrostatik tidak dapat menopang bentuk lokomosi di darat dimana tubuh hewan yang dipertahankan lepas dari tanah seperti berjalan dan berlari.
Gambar . Rangka katak tampak ventral, selain vertebrae yang khas, ada beberapa bagian tulang yang menyatu. Tulang korakoid sebagai bagian dari gelang bahu tampak masih sangat jelas, berbeda dengan manusia yang tinggal saja (Sumber: Rust, 1983).
Keterangan :
Skull : tengkorak
Lower jaw : rahang bawah
Scapula : skapula
Costal cartilage : bagian rawan dari rusuk
Metacromion : metakromion
Head of humerus : kepala lengan atas
Humerus : humerus
Sternum : dada
Radius : radius
Carpals : karpal
Metacarpals : metakarpal
Cervical vertebrae : vertebrae leher
Thoracic vertebrae : vertebrae thorak Lumbar vertebrae : vertebrae lumbar
Floating ribs : rusuk melayang
Ribs : rusuk
Ulna : ulna
Sacral vertebrae ( sacrum ) : vertebrae sakral
Tibia : tibia
Femur : paha
Pubis : pubis
Fibula : fibula
Tarsals : tarsal
Metatarsals : metatarsal
Phalanges : falanges
Caudal vertebrae : vertebrae ekor
C. FUNGSI RANGKA PADA HEWAN
Secara umum rangka pada hewan memiliki fungsi, yaitu :
1. Sebagai alat gerak pasif. Rangka bisa bergerak apabila ada kontraksi otot sehingga dikatakan bahwa gerak rangka tergantung pada gerak otot.
2. Tempat melekatnya otot rangka, letak otot melekat pada rangka. Otot dan rangka letaknya berdampingan dan melekat erat.
3. Memberi bentuk tubuh. Konstruksi tulang pada tubuh kita yang sedemikian rupa dapat member bentuk tubuh.
4. Memberi kekuatan dan menunjang tegaknya tubuh.
5. Melindungi organ tubuh yang lemah. Tulang yang mempunyai fungsi ini terutama yang menyusun tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belakang. Dengan adanya tulang – tulang tersebut, organtybyh yang vital seperti jantung dan paru – paru dapat terlindungi.
6. Tempat pembentukan sel darah. Sel darah dibentuk di dalam sumsum tulang. Sumsum tulang ini terletak di rongga – rongga bagian dalam tulang.
fungi
Fungi (jamur)
a.Khamir.
Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar.khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 μm lebarnya dan panjangnya dari 5-30 μm atau lebih. Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.Sel-sel individu, tergantung kepada umur dan lingkungannya. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya.
1. Khamir Murni
Khamir yang dapat berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan askospora khamir ini diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces cerevisae, Saccharomyces carlbergesis, Hansenula anomala, Nadsonia sp).
2. Khamir Liar
Khamir murni yang biasanya terdapat pada kulitanggur. Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi, meskipun galur yang diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada dikulit anggur dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah dihancurkan. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk memfermentasi air perasan anggur.
3. Khamir Atas
Khamir murni yang cenderung memproduksi gas sangat cepat sewaktu fermentasi,sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir atas mencakup khamir yang digunakan dalam pembuatan roti,untuk kebanyakan anggur minuman dan bir inggris (Saccharomyces cereviceae).
4. Khamir Dasar
Khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban pada bagian awal fermentasi. Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar. Galur terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis).
5. Khamir Palsu atau Torulae
Khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal tahap pembentukan spora seksual. Banyak diantaranya yang penting dari segi medis (Cryptococcus neoformans, Pityrosporum ovale, Candida albicans).
Sel khamir mempunyai ukuran yang bervariasi , yaitu dengan panjang 1-5 m sampai 20-50 m. Bentuk sel khamir bermacam-macam, yaitu bulat, oval, silinder, ogival yaitu bulat panjang dengan salah satu ujung runcing, segitiga melengkung (triangular), berbentuk botol, bentuk spikulat atau lemon, membentuk pseucomi- selium dan sebagainya.
Sel vegetatif yang berbentuk spikulat atau lemon merupakan karakteristik grup khamir yang ditemukan pada tahap awal fermentasi alami buah-buahan dan bahan lain yang mengandung gula, misalnya Hanseniaspora dan Kloeckera. Bentuk ogival adalah bentuk memanjang di mana salah satu ujungnya bulat dan ujung yang lainnya runcing. Bentuk ini merupakan karakteristik dan khamir yang disebut Bret- tanomyces. Khamir yang berbentuk bulat misalnya Debaryomyces, berbentuk oval misalnya Saccharomyces, dan yang berbentuk triangular misalnya Trugonopsis. Khamir tidak mempunyai flagela atau organ lain untuk bergerak.
b. Ciri dan sifat fungi (cendawan)
Fungi dalam bahasa Indonesia disebut cendawan. Ciri-ciri cendawan secara umum ialah makhluk hidup eukariotik, heterotrofik (tidak memiliki klorofil), memperoleh nutrisi melalui absorbsi dan enegi simpanannya berupa glikogen. Cendawan mempunyai struktur somatik bersel satu atau banyak (multiseluler), kebanyakan berupa hifa dengan komponen utama dinding selnya ialah zat kitin, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual dengan membentuk
spora. Dalam definisi ini, cendawan mencakup jamur, kapang, dan khamir. Jamur (mushroom) ialah cendawan yang tubuh buahnyaberukuran besar dan sebaliknya kapang (moulds) ialah cendawan yang berukuran renik. Khamir (yeast) ialah cendawan bersel tunggal.
Cendawan bukanlah tumbuhan atau hewan. Cendawan tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis dan menyimpan karbohidratnya dalam bentuk glikogen bukan pati seperti pada tumbuhan. Cendawan tidak menelan dan mengunyah makanan seperti pada hewan, melainkan merombak makanannya di luar tubuh secara enzimatik dan diserap melalui hifa.
Cendawan termasuk makhluk hidup eukariotik karena sudah memiliki inti sel yang terbungkus membran. Hidupnya bersifat heterotrof dengan menggunakan bahan organik yang sudah tersedia. Bahan organik yang digunakan dapat berupa bahan organik mati (saprotrof) atau bahan organik hidup (simbiosis). Simbionsis dapat bersifat antagonistik (Gambar 7.1) dan mutualistik (Gambar 7.2). Cendawan yang melakukan simbioisis antagonistik dapat menyebabkan penyakit parasitik yang merugikan makhluk hidup inangnya. Sebaliknya, cendawan yang membentuk simbiosis mutualistik menguntungkan baik inang maupun cendawannya itu sendiri. Inang untuk cendawan ialah tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme termasuk cendawan.
Gambar 7.1. Cendawan Ustilago maydis parasit pada jagung yang menyebabkan penyakit gosong.
Struktur somatik cendawan multiseluler tersusun atas benangbenang yang disebut hifa. Hifa merupakan tabung-tabung kecil berisi sitoplasma dan nukleus. Dinding sel hifa umunya tersusun atas kitin. Kumpulan hifa akan membentuk jalinan yang disebut miselium. Beberapa jenis cendawan memiliki hifa dengan sekat-sekat melintang yang dinamakan septa. Hifa yang memiliki sekat dinamakan hifa bersekat atau bersepta. Adapun hifa yang tidak memiliki sekat dinamakan asepta atau senositik (Gambar 7.3). Hifa senositik memiliki banyak inti. Pada cendawan yang hidup sebagai parasit terdapat hifa yang mengalami modifikasi menjadi haustoria. Haustoria adalah hifa yang berfungsi sebagai organ penyerap makanan atau menempel pada inang. Selain menyerap makanan, hifa dapat berkembang membentuk struktur reproduksi.
Ada 3 macam morfologi hifa:
1. Aseptat atau senosit, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum.
2. Septat dengan sel-sel uninukleat, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nucleus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus dan sitoplasma dari satu ruang keruang yang lain.setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi oleh suatu membrane sebagaimana halnya pada sel yang khas, setiap ruang itu biasanya dinamakan sel.
3. Septat dengan sel-sel multinukleat, septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang.
Jamur tidak dapat hidup secara autotrof, melainkan harus hidup secara heterotrof. Jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada dilingkungannya. Umumnya jamur hidup secara saprofit,artinya hidup dari penguraian sampah sampah-sampah organic seperti bangkai, sisa tumbuhan, makanan dan kayu lapuk, menjadi bahan-bahan anorganik. Ada pula jamur yang hidup secara parasit artinya jamur mendapatkan bahan organic dari inangnya misalnya dari manusia, binatang dan tumbuhan. Adapula yang hidup secara simbiosis mutualisme, yakni hidup bersama dengan orgaisme lain agar saling mendapatkan untung, misalnya bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak.
Anatomi pada fungi (jamur)
Jamur tidak memiliki klorofil, sel pada jamur ada yang uniseluler,ada pula yang mutiseluler. Dinding sel pada jamur terdiri dari kitin. Jamur multiseluler terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti kapas, yang disebu benang hifa. Hifa memiliki sekat-sekat yang melintang, tiap-tiap sekat memiliki satu sel, dengan satu atau beberapa inti sel. Namun adapula hifa yang tidak memiliki sekat melintang, yang mengandung banyak inti dan disebut senositik. Ada tidaknya sekat pada hifa ini dijadikan dasar dalam penggolongan jamur. Hifa ada yang berfungsi sebagai pembentuk alat reproduksi. Misalnya, hifa yang tumbuh menjulang ke atas menjadi sporangiofor yang artinya pembawa sporangium.sporangium artinya kotak spora. Didalam sporangium terisi spora. Ada pula hifa yang tumbuh menjadi konidiofor yang artinya pembawa konidia, yang dapat menghasilkan konidium.
Kumpulan hifa membentuk jaringan benang yang dikenal sebagai miselium. Miselium inilah yang tumbuh menyebar diatas substrat dan berfungsi sebagai penyerap makanan dari lingkungannya.
Gambar morfologi fungi
Struktur Dinding Sel Hifa
Dinding sel fungi kaku dan merupakan struktur terstratifikasi terdiri atas mikrofibril khitin terbenam dalam matriks polisakarida, protein, lipid, garam anorganik, dan pigmen. Khitin adalah polimer N-asetil-D-glukosamin (GlcNAc) yang tersambung via ikatan 1-4. Khitin diproduksi di sitosol. Monomer GlcNAc berasal dari uridin difosfat GlcNAc.
Polisakarida utama matriks dinding sel adalah glukan nonselulosa seperti glikogen, mannan (polimer manosa), khitosan (polimer glukosamin), dan galaktan (polimer galaktosa). Sejumlah kecil fukosa, rhamnosa, xilosa, dan asam uronat terdapat dalam matriks dinding sel. Glukan pada fungi adalah polimer glukosa yang terikat secara konfigurasi , baik 1-3 maupun 1-6. Dinding sel hifa Paracoccidioides brasiliensis terdiri atas khitin dan -glukan berlapis tunggal setebal 80—150 nm. Sedangkan tebal dinding sel khamir 200—600 nm dengan 3 lapis khitin dan -glukan.
Banyak fungi, khususnya khamir, memiliki peptidomannan mudah larut sebagai komponen terluar matriks dinding sel. Mannan, galaktomannan, dan rhamnomannan bertanggungjawab terhadap respons imun sel inang terhadap khamir dan kapang.
Cryptococcus neoformans menghasilkan kapsula polisakarida yang terdiri atas 3 polimer, yaitu glukoronoxilomannan, galaktoxilomannan, dan mannoprotein. Berdasarkan proporsi residu xilosa dan glukoronat, C. neoformans dapat dibedakan menjadi 4 kelompok antigenik, yaitu A, B, C, dan D. Kapsula ini antifagositik dan berperan sebagai faktor virulensi dan penghindar deteksi sistem imun.
Selain khitin, glukan, dan mannan, dinding sel mengandung lipid, protein, khitosan, asam fosfatase, -amilase, protease, melanin, ion anorganik (PO43-, Ca2+, Mg2+). Bagian terluar dinding sel dermatofita berisi glikoprotein yang memicu hipersensitifitas kutan. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.
Membran Plasma
Membran plasma jamur mirip dengan mebran plasma mammalia, tetapi fungi memiliki sterol nonpolar, yaitu ergosterol daripada kolesterol pada mammalia. Membran plasma mengatur keluar-masuk material secara selektif permeabel. Membran sterol memberikan fungsi secara struktural, modulasi fluiditas, dan kontrol fisiologis.
Komponen utama membran plasma adalah lipid, protein, dan sedikit karbohidrat. Lipid merupakan struktur lapisan ganda plasma membran dan biasanya berupa fosfolipid dan sfingolipid. Bagian hidrofilik menghadap ke luar, sedangkan bagian hidrofobik terbenam di dalam. Protein tersebar di seluruh lapisan ganda lipid. Protein integral menembus lapisan ganda lipid, sedangkan protein tepi terbenam (tetapi tidak menembus) lapisan ganda lipid. Struktur lipoprotein ini memberikan pembatas efektif bagi berbagai molekul. Molekul menembus membran melalui mekanisme difusi dan transport aktif. Molekul ergosterol merupakan sasaran agen antifungi. Beberapa agen antifungi mengintervensi sintesis ergosterol. Penghambatan sintesis ergosterol dapat mengubah permeabilitas membran, sehingga menghamabat pertumbuhan. Penghambatan sintesis ergosterol juga menghambat aktivasi khitin sintase zimogen. Hal ini mengakibatkan produksi khitin berlebih, sehingga menghasilkan pertumbuhan abnormal.
Mikrotubulus
Fungi memiliki mikrotubulus yang berupa protein mikrotubulin. Protein tubulin terdiri atas dimer 2 subunit protein. Mikrotubulus merupakan struktur silinder berlubang panjang (long hollow cylinder) dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus bertanggung jawab terhadap pergerakan kromosom, nukleus, badan Golgi, dan organela lainnya.
Mikrotubulus merupakan komponen prinsipil benang spindel yang membantu pergerakan kromosom selama meiosis dan mitosis. Ketika sel terpapar agen antimikrotubulus, maka pergerakan nukleus, mitokondria, vakuola, dan apikal vesikel terganggu. Griseofulvin yang digunakan untuk mengatasi infeksi dermatofit, mengikat protein terasosiasi mikrotubulus yang terlibat dalam asembling dimer tubulin. Dengan mengintervensi polimerisasi tubulin, griseofulvin menghentikan mitosis pada metafase.
Nukleus fungi terbungkus oleh amplop nuklear dan berisi kromatin dan nukleolus. Bentuk, ukuran, dan jumlah nukleus fungi bervariasi. Material genetik pada fungi tersebar di nukleus (80—99%) dan mitokondria (1—20%). Pada beberapa isolat Saccharomyces cerevisiae 5% material genetik berada dalam plasmid.
Selasa, 02 Oktober 2012
FLORA DAN FAUNA INDONESIA
PROVINSI-PROVINSI DI INDONESIA BESERTA FLORA DAN FAUNANYA
1. Aceh >-- Banda Aceh
Flora
Bunga Jeumpa (Michelia champaca) adalah genus tanaman berbunga yg memiliki sekitar 50 spesies pohon selalu hijau, semak-semak, yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini juga disebut Bunga Cempaka.
Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan: Plantae.
Divisi: Magnoliophyta.
Kelas: Magnoliopsida.
Ordo: Magnoliales.
Famili: Magnoliaceae.
Genus: Michelia.
Spesies: Michelia champaka
Fauna
Kucica Ekor-kuning / Ceumpala Kuneng (Trichixos pyrropygus)
2. Sumatera Utara >-- Medan
Flora
Kenanga (Cananga odorata) adalah nama bunga dari pohon yang memiliki nama yang sama. Kemudian Cananga odorata forma genuina atau kenanga filipina, yang juga disebut ylang-ylang. Selain itu masih dikenal kenanga perdu , yang banyak ditanam sebagai hiasan di halaman rumah.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Cananga
Spesies: Cananga odorata (Lamk.) Hook.
Fauna
Beo, mamiang, atau tiong emas (Gracula religiosa) adalah sejenis burung anggota suku Sturnidae (jalak dan kerabatnya). Burung ini dapat ditemukan di dataran rendah hingga dataran tinggi lebih dari 2000m. Karena kemampuannya menirukan bahasa manusia, burung ini menjadi hewan peliharaan populer.
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Sturnidae
Genus: Gracula
3. Sumatera Barat >-- Padang
Flora
Bebesaran atau murbei (Morus macroura) adalah sebuah genus yang terdiri dari 10–16 spesies pohon tertentu yang asli berasal dari daerah panas sedang dan subtropis di Asia, Afrika dan Amerika. Mayoritas spesies asli berasal dari Asia. Salah satunya yang terkenal adalah di desa Andaleh, kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang telah mencapai usia lebih dari 120 tahun. Buah murbei merupakan buah majemuk dengan panjang 2-3 cm, berwarna merah bila masih mudah dan ungu tua bila ranum, dan dapat dimakan.
Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Urticales; Famili: Moraceae; Genus: Morus; Spesies: Morus macroura Miq.
Fauna
Kuau Raja atau dalam nama ilmiahnya Argusianus argus adalah salah satu burung yang terdapat di dalam suku Phasianidae. Kuau Raja mempunyai bulu berwarna coklat kemerahan dan kulit kepala berwarna biru. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 200cm. Di atas kepalanya terdapat jambul dan bulu tengkuk berwarna kehitaman. Burung jantan dewasa juga memiliki bulu sayap dan ekor yang sangat panjang, dihiasi dengan bintik-bintik besar menyerupai mata serangga atau oceli. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, panjangnya sekitar 75cm, dengan jambul kepala berwarna kecoklatan.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Galliformes; Famili: Phasianidae; Genus: Argusianus; Spesies: Argusianus argus.
4. Riau >-- Pekanbaru
Flora
Nibung (Oncosperma tigillarium syn. O. filamentosum) adalah sejenis palma yang tumbuh di rawa-rawa Asia Tenggara, mulai dari Indocina hingga Kalimantan. Tumbuhan ini berupa pohon dengan bentuk khas palma: batang tidak atau jarang bercabang, dapat mencapai 25m, dapat memunculkan anakan yang rapat, membentuk kumpulan hingga 50 batang. Batang dan daunnya terlindungi oleh duri keras panjang berwarna hitam
Klasifikasi ilmiah Pohon Nibung (Oncosperma tigillarium) : Kerajaan: Plantae. Divisi: Magnoliophyta. Kelas: Liliopsida. Ordo: Arecales. Famili: Arecaceae. Genus: Oncosperma. Spesies: Oncosperma tigillarium.
.
Fauna
Serindit Melayu atau dalam nama ilmiahnya Loriculus galgulus adalah sejenis burung yang terdapat di dalam genus burung serindit Loriculus. Burung ini berukuran kecil, dengan panjang mencapai 12cm. Bulunya didominasi oleh warna hijau dengan bulu ekor berwarna merah.
Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Aves Ordo : Psittaciformes Famili : Psittacidae Genus : Loriculus Spesies : L. galgulus Nama binomial : Loriculus galgulus (Linnaeus, 1758)
5. Jambi >-- Jambi
Flora
Palem merah (Cyrtostachys lakka Becc.) adalah tanaman hias populer yang biasa dijumpai di pekarangan rumah. Nama merah diambil dari warna pelepah daunnya yang merah pekat menyala. Palem merah sekarang menjadi salah satu tumbuhan langka karena eksploitasi besar-besaran di hutan Sumatra dan Mala
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Cyrtostachys; Spesies: Cyrtostachys renda;
Fauna
Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan di Pulau Sumatra di Indonesia. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Taman-taman nasional di Sumatra.
Klasifikasi ilmiah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae):
Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Carnivora; Famili:Felidae; Genus: Panthera; Spesies: Panthera tigris; Upaspesies: Panthera tigris sumatrae.
6. Sumatera Selatan >-- Palembang
Flora
Duku adalah nama umum dari sejenis buah-buahan anggota suku Meliaceae. Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara sebelah barat ini dikenal pula dengan nama-nama yang lain seperti langsat, kokosan, pisitan, celoring dan lain-lain
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo: Sapindales
Famili: Meliaceae
Genus: Lansium
Spesies: Lansium domesticum Corr
Fauna
Ikan Belida (Chitala lopis)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Osteoglossiformes
Famili: Notopteridae
Genus: Chitala
Spesies: C. lopis
7. Bengkulu >-- Bengkulu
Flora
Bunga bangkai juga sering digunakan sebagai julukan bagi patma raksasa Rafflesia arnoldii. Di alam tumbuhan ini hidup di daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga resmi bagi Provinsi Bengkulu.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-ta
Genus: Amorphophallus
Spesies: Amorphophallus titanum
Fauna
Beruang Madu (Helarctos malayanus)
KLASIFIKASI BERUANG MADU
Filum :Chordata
Subfilum :Vertebrata
Kelas :Mamalia
Bangsa :Carnivora
Suku :Ursidae
Marga :Helarctos
Jenis : Helarctos malayanus
8. Lampung >-- Bandar Lampung
Flora
Bunga Ashar (Mirabilis jalapa)
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Caryophyllales; Famili: Nyctaginaceae; Genus: Mirabilis; Spesies: Mirabilis jalapa.
Fauna
Gajah adalah salah satu hewan yang ada di Indonesia. Gajah adalah mammalia dan merupakan hewan darat terbesar di dunia.
Klasifikasi Gajah
kindom : animalia
fylum : chordata
class : mamalia
ordo : probescideae
genus : elepas
species : elephas maximus
9. Kepulauan Bangka Belitung >-- Pangkal Pinang
Flora
Nagasari (Palaquium rostratum)
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae; Filum: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Ebenales; Famili: Sapotaceae; Genus: Palaquium; Spesies: Palaquium rostratum (Miq. Burck). Sinonim Palaquium bancanum (Burck); Croixia rostrata (Baehni).
Fauna
-
10. Kepulauan Riau >-- Tanjung Pinang
Flora
Sirih adalah nama sejenis tumbuhan merambat yang bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil
Ordo: Piperales
Famili: Piperaceae (suku sirih-siriha
Genus: Piper
Spesies: Piper betle L.
Fauna
Kakap Merah
Kingdom
Phylum
Class
Ordo
Familiy
Genus
Species Animalia
: Chordata
: Actinopterygii
: Perciformes
: Lutjanidae
: Lutjanus
: L. campechanus
11. Jakarta >-- Jakarta
Flora
Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan)
Genus: Salacca
Spesies: Salacca zalacca
Fauna
Elang Bondol
Klasifikasi ilmiah burung Elang Bondol:
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Order : Falconiformes (atau Accipitriformes , qv)
Keluarga : Accipitridae
Genus : Haliastur
Spesies : H. Indus
nama latin: Haliastur indus
12. Yogyakarta >-- Yogyakarta
Flora
Tumbuhan kepel atau burahol adalah pohon penghasil buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel digemari puteri kraton-kraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil
Ordo: Magnoliales
Famili: Annonaceae
Genus: Stelechocarpu
Spesies: Stelechocarpus burahol
Fauna
sejenis burung berukuran kecil, berwarna abu-abu yang banyak dipelihara orang karena keindahan suaranya.
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Estrildidae
Genus: Padda
Spesies: P. oryzivora
13. Jawa Barat >-- Bandung
Flora
Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya.
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales
Famili: Anacardiaceae
Genus: Bouea
Spesies: B. macrophylla
Fauna
Macan tutul.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Felidae
Genus : Panthera
Species : P. Pardus
14. Jawa Tengah >-- Semarang
Flora
Michelia
Klasifikas
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo: Magnoliales
Famili: Magnoliaceae
Genus: Michelia
Spesies: Michelia champaca L.
Fauna
Kepodang Emas.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes; Famili: Oriolidae; Genus: Oriolus; Spesies: Oriolus chinensis
15. Jawa Timur >-- Surabaya
Flora
Sedap malam adalah tumbuhan hijau abadi dari suku Agavaceae. Minyak dari bunga ini digunakan dalam pembuatan parfum.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Asparagales; Famili: Agavaceae; Genus: Polianthes; Spesies: Polianthes tuberosa.
Fauna
Ayam Bekisar adalah hasil perkawinan antara ayam hutan jantan dan ayam kampung betina.
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Gallus
Spesies: G. gallus
Upaspesies: G. g. domesticus
16. Banten >-- Serang
Flora
Kokoleceran
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil
Ordo: Theales
Famili: Dipterocarpaceae
Genus: Vatica
Spesies: Vatica bantamensis
Fauna
Badak jawa atau Badak bercula-satu kecil
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Perissodactyla
Famili : Rhinocerotidae
Genus : Rhinoceros (Linnaeus, 1758)
Spesies : Rhinoceros sondaicus (desmarest, 1822)
17. Bali >-- Denpasar
Flora
Majegau
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae (Tumbuhan); Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh); Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji); Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga); Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil); Sub Kelas: Rosidae; Ordo: Sapindales; Famili: Meliaceae; Genus: Dysoxylum; Spesies: Dysoxylum densiflorum Miq.
Fauna
Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam.
Klasifikasi Burung Jalak Bali :
Kerajaan : Animalia
Phylum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Fasseriformes
Famili : Sturnidae
Genus : Leucospar
Species : Leucopsar rothschildi
8. Nusa Tenggara Timur >-- Kupang
Flora
Cendana, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka).
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Santales
Famili : Santalaceae
Genus : Santalum
Spesies : Santalum album
Fauna
Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Reptilia
Order : Squamata
Family : Varanidae
Genus :Varanus
Species :Varanus komodoensis
19. Nusa Tenggara Barat >-- Mataram
Flora
kayu eboni atau kayu hitam
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo: Ebenales
Famili: Sapotaceae
Genus: Diospiros
Spesies: Diospiros celebica
Fauna
Rusa Timor
Phyllum : Vertebrata
Class : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Familia : Cervidae
Genus : Cervus
Species : Cervus timorensis (Blainville, 1822)
20. Kalimantan Barat >-- Pontianak
Flora
Tengkawang Tungkul
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo: Theales
Famili: Dipterocarpaceae
Genus: Shorea
Spesies: Shorea macrophylla
Fauna
Enggang Gading
Klasifikasi Ilmiah Burung Enggang Gading
Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Coraciiformes
Famili : Bucerotidae
Genus : Buceros
Spesies : Buceros vigil Forster
21. Kalimantan Tengah >-- Palangka Raya
Flora
Rambutan
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo: Sapindales
Famili: Sapindaceae
Genus: Nephelium
Spesies: Nephelium lappaceum L.
Fauna
Kuau-kerdil Kalimantan, adalah jenis kuau-kerdil berukuran sedang yang berhabitat di hutan hujan dataran rendah Pulau Kalimantan.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Polyplectron
Spesies: P. malacense
22. Kalimantan Selatan >-- Banjarmasin
Flora
Kasturi
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo: Sapindales
Famili: Anacardiaceae
Genus: Mangifera
Spesies: Mangifera casturi Kosterm
Fauna
Bekantan sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan
Klasifikasi ilmiah.
Kerajaan: Animalia;
Filum: Chordata;
Kelas: Mammalia;
Ordo: Primata;
Famili: Cercopithecidae;
Upafamili: Colobinae;
Genus: Nasalis;
Spesies: Nasalis larvatus
23. Kalimantan Timur >-- Samarinda
Flora
Anggrek hitam adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo: Orchidal
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Coelogyne
Spesies: Coelogyne pandurata
Fauna
Pesut , sejenis ikan yang mirip lumba-lumba
Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Cetacea; Famili: Delphinidae; Genus: Orcaella; Spesies: Orcaella brevirostris.
24. Sulawesi Utara >-- Manado
Flora
Longusei
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Urticales; Famili: Moraceae; Genus: Ficus; Spesies: Ficus minahassae.
Fauna
Tarsius tarsier suatu jenis primata kecil, memiliki tubuh berwarna coklat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata besar dengan telinga menghadap ke depan dan memiliki bentuk yang lebar.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Primata; Famili: Tarsiidae; Genus: Tarsius; Spesies: Tarsius tarsier
25. Sulawesi Tengah >-- Palu
Flora
Kayu-hitam Sulawesi adalah sejenis pohon penghasil kayu mahal dari keluarga eboni
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Ericales
Famili : Ebenaceae
Genus : Diospyros
Spesies : D. celebica
Fauna
Maleo Senkawor atau Maleo
Kerajaan: Hewan
Filum: Chordata
Kelas: Burung
Ordo: Galliformes
Famili: Megapodiidae
Genus: Macrocephalon
Spesies: M. maleo
26. Sulawesi Selatan >-- Makassar
Flora
Siwalan
Klasifikasi tanaman siwalan menurut Anonim (2006g) adalah:Kingdom : PlantaeDivisio : MagnoliophytaKlas : LiliopsidaOrdo : ArecalesFamili : ArecaceaeGenus : BorassusSpesies : Borassus flabellifer L
Fauna
Julang Sulawesi
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Ordo : Coraciiformes
Family : Bucerotidae
Genus : Aceros
Spesies : Aceros undulatus
27. Sulawesi Tenggara >-- Kendari
Flora
Anggrek Serat
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Ordo: Asparagales; Famili: Orchidaceae; Genus: Diplocaulobium; Spesies: Diplocaulobium utile.
Fauna
Anoa
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo: Artiodactyla, Famili: Bovidae, Upafamili: Bovinae, Genus: Bubalus, Spesies: Bubalus quarlesi, Bubalus depressicornis.
28. Sulawesi Barat >-- Mamuj
Flora
Cempaka hutan kasar
Klasifikasi ilmiah: Plantae; Filum: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Magnoliales; Famili: Magnoliaceae; Genus: Magnolia; Spesies: Magnolia vrieseana.
Fauna
Mandar Dengkur
Kerajaan: Hewan
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Gruiformes
Famili: Rallidae
Genus: Aramidopsis
Sharpe, 1893 Spesies: A. plateni
29. Gorontalo >-- Gorontalo
Flora
Gofasa, Gupasa
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Lamiales; Famili: Verbenaceae; Genus: Vitex; Spesies: Vitex cofassus Reinw. ex Blume
Fauna
Ikan Bulala'o
30. Maluku >-- Ambon
Flora
Anggrek Larat
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Dendrobium
Spesies: Dendrobium phalaenopsis
Fauna
Nuri-raja Ambon
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Psittaciformes; Famili: Psittacidae: Genus: Alisterus; Spesies: Alisterus amboinensis.
31. Maluku Utara >-- Ternate
Flora
Cengkeh
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambu)
Genus: Syzygium
Spesies: Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L. M. Perry
32. Papua >-- Jayapura
Flora
Buah Merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua. Bagi masyarakat di Wamena, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu.
klasifikasi tumbuhan
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Subkelas : Monocotyledonae
Ordo : Pandanales
Famili : Pandanaceae
Genus : Pandanus
Spesies : Pandanus conoideus Lam.
Fauna
Cendrawasih Mati-kawat
Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes; Famili: Paradisaeidae; Genus: Lycocorax, Pteridophora, Lophorina, Epimachus, Cicinnurus, Semioptera, Seleucidis, Paradisaea, Ptiloris, Manucodia, Paradigalla, Astrapia, Drepanornis, dan Parotia. Spesies: lihat artikel.
33. Papua Barat >-- Manokwari
Flora
Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras. Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian, dan kelengkeng.
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Pometia
Spesies : Pometia pinnata J.R. & G.Forst
Fauna
Cendrawasih Merah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Paradisaeidae
Genus: Paradisaea
Spesies: P. rubra
Langganan:
Postingan (Atom)